"Dunia luar itu indah", begitu pikirku.
Aku menatap langit yang membiru dari balik jendela kamar.
Andai Aku dapat menyentuh langit biru, andai Aku dapat terbang tinggi mengitari angkasa..
Aku seperti menghela nafas saat awan kelabu mulai menutupi langit indahku.
Aku menundukan wajahku perlahan.
Tak lama kemudian terdengar suara rintik hujan jatuh ke bumi.
Aku mendongakkan wajahku, kembali menatap dunia dari balik jendelaku.
Suara gemericik hujan yang jatuh membasahi bumi, jatuh diantara sela-sela pepohonan, jatuh diantara kelopak bunga yang menghiasi halaman di balik jendela terdengar seperti sebuah alunan lagu.
pepohonan dan bunga-bunga terlihat bagaikan menari..
begitu indah..
Andai saja Aku dapat bernyanyi bersama mereka,
Andai saja Aku dapat menari bersama mereka diantara rintik hujan.
Aku memejamkan mataku, mencoba untuk meresapi dunia yang sedang berpesta saat ini.
dan kemudian, rintik hujan berubah menjadi sebuah kesunyian.
Aku membuka mataku perlahan, menatap langit yang mulai gelap tanpa sang hujan dari balik jendela kamar.
Rupanya dunia telah berhenti berpesta dan malam mulai menjelang.
Aku merasakan dunia seperti sunyi, Apakah keindahannya hilang saat malam tiba?
"Andai saja dunia bisa selalu terlihat indah", begitu pikirku.
Aku kembali menatap langit malam yang gelap. Satu persatu lampu pekarangan mulai menyala temaram, dan suara jangkrik mulai membahana memenuhi dunia.
Ah..awan gelap mulai berlalu, dan kemudian rembulan muncul malu-malu menghiasi langit malam.
bintang-bintang mulai berkelip seakan mengedipkan sinarnya merayuku yang hanya mampu terduduk dibalik jendela kamar.
Ingin rasanya Aku terbang dan menghampiri mereka yang merayuku dengan kerlipan sinarnya yang nakal menggoda, tetapi, Aku tak mampu untuk beranjak.
Seketika Aku tersentak saat lampu kamar mulai menyala. seorang gadis kecil berjalan menghampiriku dan mengecup lembut keningku. Kemudian dia berjalan ke arah jendela kamar dan menutup tirai perlahan.
Gadis kecil itu kembali menghampiriku,
dia mengamit tangan kecilku dengan lembut dan merengkuhku kedalam pelukannya.
Kemudian dengan perlahan gadis kecil itu meletakkan aku diatas pembaringan dan kemudian berbaring disebelahku, memelukku dengan lembut.
Malam semakin larut, rembulan masigh saja berusaha menggodaku dari balik tirai.
Aku hanya bisa bergumam, "Selamat malam dunia, saat malam tiba tugasku menemani gadis kecilku untuk terlelap."
Aku tersenyum dan kemudian menatap cermin yang menghadap kearah pembaringan.
Terlihat seorang gadis kecil yang sedang terlelap sembari memeluk boneka kelinci mungil berwarna putih.
"Selamat malam dunia..."