Rabu, 30 April 2014

Mimpi

Malam tadi kamu mampir di mimpiku.
Kamu duduk bersisian dengan sepi,
Tapi tak kamu bolehkan Aku menghampirimu.
Kamu duduk bersisian dengan sepi, kemudian tersenyum kearahku.
Tapi tetap tak kamu perbolehkan Aku duduk disisimu.

Ku lihat cangkir kopimu yang mulai kosong,
Kamu kembali tersenyum, melambaikan tanganmu kearahku.
menyebut namaku dengan lembut.
Matamu berbinar nakal.
Tetapi tetap saja tak kamu bolehkan Aku menemanimu.

Jerat



Dia mengetuk pintu
Hanya seketuk dua ketuk.
Kemudian senyap.

Dia memperlihatkan wajahnya di daun jendela.
Hanya dalam hitungan detik.
Mengintip sejenak, kemudian menghilang.

Dia dengan waktunya yang sebentar,
menyusup masuk dan meninggalkan jejak di pikir dan hati.

Aku yang menjeratkan diri sendiri?
Atau Dia yang telah menjeratku?

Rabu, 09 April 2014

The Piano Sonata No. 14 in C-sharp minor



Sendu,
berusaha mengamit tubuh rembulan ke dalam tarian.
Tanpa mengemis,
Tanpa merayu,
Tanpa menggoda.

Imajikan saja olehmu,
Imajikan saja sesukamu,
Ini hanyalah sebuah tarian.
Tarian dibawah sinar rembulan..
Ataukan menari bersama rembulan..
Ataukah menari, dan biarkan rembulan yang menjadi penontonnya ?
Tanpa mengemis,
Tanpa merayu,
Tanpa menggoda.