Sabtu, 11 Februari 2023

2 AM

You know how easy it is for me to get hurt?
even old wounds that I patched can be reopened.
You know, I never really healed from all the wounds.
I'm just learning to accept.
but…now I feel tired
and want to give up.

Senin, 30 Mei 2022

Senja Sore Hari

"Aku tahu rasanya tidak didengarkan. Aku tahu rasanya tidak dihargai. Aku tahu rasanya sendiri saat masalah datang. Karena itulah aku selalu menyempatkan waktuku untuk mendengarkan keluh kesah mereka, yang bahkan terdengat sepele sekalipun. Everyone have their own problem, sepele untuk kita, belumntentu sepelenuntuk mereka. Dan, aku tahu rasanya kesepian. Terkadang dunia dapat membuat kita merasa kesepian.".

Canting teringat kata-kata Senja sore itu.
Sore itu saat Senja dan Canting menikmati kopi panas diteras apartemen mereka.
Canting menoleh dan menatap Senja yang meneguk kopinya perlahan. Seketika Canting menyadari betapa sepinya hidup Senja. Seorang pendengar yang baik, tapi tak pernah didengarkan.

"You such a nice girl, Senja.", ujar Canting.

Senja dan Canting menikmati sore hari dengan kopi hangat mereka dalam diam. Dan itu cukup.

Rabu, 01 April 2020

Bukan Puisi tentang Senja

Aku tak ingin menulis puisi tentang senja.
Aku ingin menulis puisi untukmu.
Hanya saja, tak ada banyak kata yang dapat ku rangkai saat ini.
Yang tersirat hanya sebuah kata,
Rindu.

Aku rindu.

Jumat, 14 Februari 2020

Sepucuk Surat Dariku Untukmu.

Mungkin kamu terlalu terbiasa mengumpulkan rasa kecewa.
Mungkin kamu terlalu terbiasa untuk terluka.
Mungkin kamu terlalu terbiasa untuk memaksakan dirimu untuk berkata, "semua akan baik-baik saja."
Mungkin kamu terlalu terbiasa, hingga lupa bahwa tak apa untuk menangis.

Rabu, 01 Januari 2020

Pangeran Berkuda Putih

Suatu waktu, Ibu berkata, "Jadi Perempuan itu tidak boleh terlalu pintar nak, nanti susah mendapatkan pasangan.".

Suatu waktu, Ibu juga berkata, " Jadi perempuan jangan berwatak keras seperti lelaki nak. Nanti tak ada lelaki yang mau mendekatimu.".

Suatu waktu, Ibu berkata, " Jadi perempuan tidak boleh terlihat makan terlalu banyak nak, nanti lelaki tak sudi mempersuntingmu.".

Suatu waktu Ibu berkata, " Jadi perempuan jangan serba melakukan semuanya sendiri nak, nanti ego lelaki akan terluka dan merasa dia tidak dibutuhkan olehmu.".

Hingga suatu waktu, Senja muak dengan kata-kata 'Jadi perempuan tidak boleh...nanti..'.

Terlalu banyak batasan untuk perempuan dengan alasan 'nanti lelaki tidak mau'.
Berapa kali saat Senja membutuhkan pertolongan, tak ada yang membantunya. Berapa kali Senja meminta tolong, tak ada yang mengulurkan tangan untuk membantunya.
Senja tahu bahwa dunia tidak seindah dongeng Disney. Tak akan ada Pangeran berkuda putih yang akan membantunya, sesulit apapun masalah yang Senja hadapi. Tak akan ada Pangeran berkuda putih yang akan mengulurkan tangannya untuk Senja saat Senja merasa sepi dan sendiri. Tak akan pernah ada Pangeran berkuda putih di dunia ini.
Oleh karena itu Senja melepaskan semua batasan-batasan.

Dan kini, Senja merasa bebas. Tak mengapa sendiri, karena bukankah menjadi wanita itu harus sekuat baja?!
Iya, tak mengapa sendirian. Karena wanita itu harus sekuat baja.

Kamis, 26 September 2019

Andai

"Kau tahu sesuatu?", ujarnya

"Apa itu?", tanyaku.

"Kau tak tahu bagaimana rasanya menjadi Aku. Kau tak akan tahan menghadapi semua masalah yang ku hadapi.", ucapnya kemudian.

Aku memandangnya dan kemudian tersenyum.

"Apa kamu mau tahu sesuatu?", tanyaku.

"Apa itu?", ucapnya sembari memandangku.

"Kau tak tahu bagaimana rasanya jadi Aku. Kau pun tak akan tahan menghadapi semua masalah-masalah yang ku hadapi.", ujarku sembari tersenyum tipis.

"Hey, kau menyindirku?", ucapnya dengan nada yang sedikit meninggi.

"Ah, tidak. Aku tak tahu apa masalah-masalah yang kau hadapi saat ini. Begitupun kau tak tahu seberapa banyak masalah yang ku hadapi saat ini. Tapi yang Aku tahu, Tuhan tidak memberi masalah melampaui apa yang kita mampu bukan?!", ujarku.

Aku menghela nafas dan kemudian memandangnya.

"Kau tahu, tak akan ada orang yang mampu jika menjadi orang lain. Tapi bukan berarti karena apa masalah yg dihadapi membuat kita jadi seorang yang egois. Empati dan simpati menjadikan kita manusia." Ujarku kembali.

"Klise. Aku benci hal yang klise. Dan kata-kata terakhirmu tidak masuk dalam konteks pembicaraan kita bukan?", ucapnya sembari mencibir.

"Bukankah kita hidup dalam dunia yang klise?", ujarku sembari tersenyum dan kemudian berlalu.

Kamu

Apa kamu pernah merasa begitu dicintai?
Aku pernah.
Apa kamu pernah merasa begitu disayangi?
Aku pernah.

Tapi,
Itu dulu.