Grey
Just an amateur writer ( fiksi dan monolog ).
Sabtu, 11 Februari 2023
2 AM
Senin, 30 Mei 2022
Senja Sore Hari
Rabu, 01 April 2020
Bukan Puisi tentang Senja
Jumat, 14 Februari 2020
Sepucuk Surat Dariku Untukmu.
Rabu, 01 Januari 2020
Pangeran Berkuda Putih
Kamis, 26 September 2019
Andai
"Kau tahu sesuatu?", ujarnya
"Apa itu?", tanyaku.
"Kau tak tahu bagaimana rasanya menjadi Aku. Kau tak akan tahan menghadapi semua masalah yang ku hadapi.", ucapnya kemudian.
Aku memandangnya dan kemudian tersenyum.
"Apa kamu mau tahu sesuatu?", tanyaku.
"Apa itu?", ucapnya sembari memandangku.
"Kau tak tahu bagaimana rasanya jadi Aku. Kau pun tak akan tahan menghadapi semua masalah-masalah yang ku hadapi.", ujarku sembari tersenyum tipis.
"Hey, kau menyindirku?", ucapnya dengan nada yang sedikit meninggi.
"Ah, tidak. Aku tak tahu apa masalah-masalah yang kau hadapi saat ini. Begitupun kau tak tahu seberapa banyak masalah yang ku hadapi saat ini. Tapi yang Aku tahu, Tuhan tidak memberi masalah melampaui apa yang kita mampu bukan?!", ujarku.
Aku menghela nafas dan kemudian memandangnya.
"Kau tahu, tak akan ada orang yang mampu jika menjadi orang lain. Tapi bukan berarti karena apa masalah yg dihadapi membuat kita jadi seorang yang egois. Empati dan simpati menjadikan kita manusia." Ujarku kembali.
"Klise. Aku benci hal yang klise. Dan kata-kata terakhirmu tidak masuk dalam konteks pembicaraan kita bukan?", ucapnya sembari mencibir.
"Bukankah kita hidup dalam dunia yang klise?", ujarku sembari tersenyum dan kemudian berlalu.
Kamu
Apa kamu pernah merasa begitu dicintai?
Aku pernah.
Apa kamu pernah merasa begitu disayangi?
Aku pernah.
Tapi,
Itu dulu.