Rabu, 30 Oktober 2013

Pasar Malam



Ada Dewi Shinta di pasar malam. Sepertinya Sang Dewi sedang membuka pasar malam. Entahlah, mungkin seperti itu.
Dewi Shinta memasang banyak lampu yang berkerlip, berpijar indah. Dewi Shinta menyajikan banyak atraksi, dari komedi putar, pembacaan sajak, memainkan musik sederhana, bahkan sebuah sulap yang mempertontonkan kemahirannya berubah wujud.

"Ini hanya sebuah pasar malam, semua yang disajikan hanyalah untuk menarik pengunjung.", ujarnya.

Iya, yang Dewi Shinta lakukan hanyalah membuka sebuah pasar malam yang menyajikan banyak hal untuk menarik pengunjung. Pasar malam yang berlakon setiap malam, entah kapan akan berhenti, entah kapan akan berakhir.

Dewi Shinta menunjukkan wajahnya yang berparas ayu dengan tatapan naif, tangannya mengemis, memohon, agar para pengunjung terus bertahan di pasar malamnya. Tetapi hati dan pikirnya bergejolak arogan. Meninggikan dirinya, menganggap dirinya lebih suci dari siapapun, lebih gagah dari siapapun.
Pasar malam Sang Dewi berlakon setiap malam, entah kapan akan berhenti, entah kapan akan berakhir. Mungkin, pasar malam Sang Dewi akan berhenti saat Sang Rama datang ke pasar malamnya, mungkin pasar malam Sang Dewi akan berakhir saat sang Rama mengunjungi pasar malamnya.

Minggu, 27 Oktober 2013

Hujan di Pagi Hari

Bangunlah sayang, hari sudah pagi.
Bangunlah sayang, ku kecup keningmu dengan lembut.
Bangunlah sayang, ku buka tirai putih di sisi jendela.
Bangunlah sayang, ku buka perlahan daun jendela dan menikmati angin dingin yang menerpaku dengan lembut.

Bangunlah sayang, hari sudah pagi.
Bangunlah sayang, tak ada matahari bersinar pagi ini.
Bangunlah sayang, hujan turun pagi ini.
Bangunlah sayang, terlalu indah hujan pagi ini untuk kamu lewatkan dalam tidur.

Bangunlah sayang, hari sudah pagi
Bangunlah sayang, Aku menatap tubuhmu yang telanjang.
Angin memainkan rambutmu yang tergerai lembut diatas bantal.
Kulitmu yang indah, berwarna pucat terlihat menyatu sempurna diantara selimut berwarna merah yang mendominasi.
Bangunlah sayangku...
Aku mengecup kembali keningmu dan memeluk tubuhmu yang terbujur kaku diatas ranjang.
Bangunlah sayang, bangunlah..hari sudah pagi.

The Road

Mengintip dengan mata menyipit dari balik punggung lelaki tua yang duduk di depanku. Dapat terlihat lelaki tua ini duduk dengan tegak, mengendarai motor dengan hati-hati. Memperhatikan jalan di depannya dengan tekun, tanpa harus mencoba beraksi dengan kecepatan tinggi ataupun melanggar rambu seperti pengendara lainnya.
Aku kembali mengintip dengan mata menyipit dari punggung lelaki tua yang duduk di depanku.

Ada satu jalan didepan. Satu jalan dengan dua jalur. Jalur pertama, menuju ke tempat tujuanku. Kadang terhenti karena traffic light, kadang berbelok, kadang pula harus melambat karena ada halangan-halangan kecil yang muncul. Tetapi tetap saja Aku harus melewati jalan tersebut untuk mencapai tujuanku bukan ?!

Ada satu jalan didepan. Satu jalan dengan dua jalur. Jalur kedua, menuju kembali ke tempat awal, jalur untuk kembali ke titik awal. Tempat yang aman dan nyaman, tanpa Aku harus memikirkan banyak hal, tanpa Aku harus bersusah-payah, berpeluh, bertarung dengan teriknya matahari yang menyengat. Tempat dimana Aku dapat melindungi diriku, tanpa harus keluar dari sana.
Tetapi, bukankah itu sama saja Aku tidak dapat mencapai tujuanku ?
Karena Aku hanya kembali dan kemudian duduk di tempat yang paling nyaman di dunia.
Lalu, untuk apa Aku berpeluh, menghabiskan beberapa waktuku menempuh jalur pertama yang sebentar lagi mencapai tujuanku, jika akhirnya Aku memutuskan untuk berputar balik dan kembali ke tempat awal ? ke titik awal ?
Sia-sia bukan ?

Matahari menyengat dengan garang, menerpa wajahku yang mulai terbalut debu. Aku menghela nafas, mengirup udara yang terbaur dengan debu dan polusi. Aku menikmatinya, menikmati perjalananku siang ini menuju tempat tujuanku. Apapun itu, Aku akan menikmatinya..kehidupan.

Sabtu, 26 Oktober 2013

Anggap Saja



Anggap saja bibir kita bertemu malam itu, anggap saja kita bercinta di malam itu. Rasanya mungkin sama pada saat pandangan mata kita bertemu di malam itu. Bola mataku bertemu dengan bola matamu, berpandangan erat. Bercinta dalam pandangan, bercinta dalam pikiran, dan hatiku mulai dipenuhi dengan gelembung berwarna-warni. Indah, menggelitik, romantis.

Adrogantiam

Bibirku adalah milikku, tetapi bibirmu bukan milikmu. Itu milikku !!
Kamu tidak dapat menyentuh bibirku dengan sesukamu, tetapi Aku dapat menyentuh bibirmu dengan kuasaku.
Kamu tidak dapat mencium dan melumat bibirku dengan inginmu,
Tetapi Aku dapat menciumnya, melumatnya, bahkan menggigitnya saat Aku ingin.
Tubuhku adalah milikku, tetapi tubuhmu bukan milikmu. Itu milikku !!
Hatiku adalah milikku, tetapi hatimu bukan milikmu. Itu milikku !!
Semua hal yang ada di dirimu itu bukan milikmu, semua itu adalah milikku !!
Jika Kamu ingin memilikinya kembali, coba saja kamu racuni Aku.
Buat saja Aku mati, mungkin semuanya akan kembali menjadi milikmu.

Kamis, 24 Oktober 2013

Pasir


Biarkan butir-butir pasir menari di sela-sela jemari kakiku yang telanjang.
Biarkan saja jika ada pecahan kaca ataupun duri yang terinjak dan melukai jemari ini.
Biarkan saja jika jemari kaki ini terluka dan berdarah.
Aku akan tetap menikmatinya,
menikmati apapun yang terjadi diantara jemari kakiku yang telanjang diatas pasir.

Maneo




Berdiri diam,
tidak berjalan,
tidak berlari,
tidak pula merangkak.

Hanya diam,
berdiri disini, statis.
Menunggu seseorang untuk datang,
datang untuk mengulurkan tangannya ke arahku.

Setahun, dua tahun, tiga tahun,
waktu berjalan dinamis.
Sedangkan Aku masih berdiri statis.
Bukan hidupku, hanya hatiku yang berubah statis.
Mungkin sudah sekarat dan kemudian membeku.
Tapi tetap saja Aku berdiri disini, statis.
Menunggu,
terus menunggu,
tanpa tahu siapa yang ditunggu,
tanpa tau apa yang harus ditunggu.


Senin, 21 Oktober 2013

Conjure



Mari kita menari,
Menari dibawah sinar rembulan.
Mari kita berdansa,
Berdansa dibawah ribuan bintang.

Mari kita menari,
Mari kita berdansa.
Gerakan tubuhmu mengikuti irama.
Nikmati dan rasakan melodi dari suara gendang yang bertalu.

Ambilkan tali itu,
Ambilkan jarum itu,
Ambilkan boneka itu,
dan dendangkan mantra itu.

Nikmati..resapi..
Biarkan jemarimu mengikuti irama.
Salurkan amarahmu..
Luapkan emosimu..
Tertawalah..
Nikmatilah malam ini.
Dendangkan mantra itu..
Mantra untuknya.





Sosial



Satu ditambah satu sama dengan nol ?
Satu ditambah satu sama dengan satu ?
Satu ditambah satu, sama dengan dua ?
Satu ditambah satu sama dengan tiga ?
Satu ditambah satu sama dengan empat atau lebih ?
Satu ditambah satu sama dengan berapa ?
Dimana kesalahannya ?
Bagaimana menurutmu ?

Minggu, 20 Oktober 2013

Versus


Ini otak, ini hati.
Hanya ada satu otak,
Hanya ada satu hati.

Ini otak, ini hati.
Mana yang engkau dahulukan ?
Otak-mu kah ?
Hati-mu kah ?

Ini otak, ini hati.
Seimbangkan ?
Atau dahulukan salah satunya ?
Manakah yang engkau usahakan ?

Ah, baiklah..
Otak dan hati itu memang rumit.

Senin, 14 Oktober 2013

24 Jam Sehari

1440 menit..86400 detik
Terhitung setiap hari.
Apakah kurang ?
Apakah tidak cukup ?

1440 menit..86400 detik
Terhitung setiap harinya.
Beraktivitas dalam dunia,
menghabiskan waktu di dunia.
Apakah kurang ?
Apakah tidak cukup ?

Rutinitas kemudian membelenggu.
waktu kemudian memburu..
Kalian kemudian terjerat.
Kalian kemudian tersesat.
Sedangkan waktu yang tersisa hanya tak lebih dari sehari.
Malaikat maut tersenyum, menjemput kalian yang lupa akan waktu.

Wanita Pasar



Kulitnya berwarna coklat kemerahan akibat terbakar sinar mentari, keningnya basah oleh peluh, langkah kakinya melaju perlahan, otot-otot tangannya terlihat jelas diantara tangannya yang indah. Tangan yang seharusnya terhias dengan perhiasan serta pewarna kuku seperti wanita-wanita yang disebut feminis di luar sana.
Keranjang bambu yang besar terduduk manis diatas kepalanya. Terduduk manis bagaikan sebuah mahkota seorang ratu.
Kecantikan tetap terpancar di wajahnya. Kecantikan yang elok nan rupawan. Kecantikan murni seorang wanita, kecantikan yang sederhana, kecantikan yang tersirat diantara kekuatannya.
Mereka wanita, wanita dalam pasar.

Jumat, 11 Oktober 2013

Firestarter



Aku akan membakar tubuhmu,
Aku akan membakar hatimu,
Aku akan membakar pikiranmu.
Aku akan membakar setiap lekuk,
setiap sudut yang terpahat di tubuhmu.
Lihatlah Aku !!!
Terdiri dari api,
Terdiri dari atom-atom gas yang tereksitasi pada saat terjadi reaksi
exotermik antara bahan bakar dengan oksidator.
Tak hanya tubuhku saja,
Tetapi juga hatiku,
Pikiranku,
Hingga seluruh partikel yang tersusun sempurna dan membentuk tubuhku.

Lihatlah Aku !!
Hingga tanpa kamu sadari, keberadaanku akan membakar dirimu..
membakar tubuhmu, hatimu, pikiranmu.
Membakar setiap lekuk,
setiap sudut yang terpahat di tubuhmu.

Rabu, 09 Oktober 2013

Treasure



Ada sepasang disana, sepasang yang sama namun berbeda.
Sepasang, Kanan dan Kiri.
Jika salah satu menghilang,
Apa sebelah lagi harus ikut untuk dihilangkan ?
Ataukah disimpan walau tak mungkin untuk dipergunakan ?
Ada sepasang disana, sepasang yang saling melengkapi.
Jika sebelah menghilang atau rusak,
Apa yang sebelah lagi harus ikut dirusak ?
Ataukah dibuang ?
Ataukah disimpan, walaupun tak akan dipergunakan kembali ?

Selasa, 08 Oktober 2013

Bintang ( Jatuh ? )



Dimana rembulan ?
Ah sepertinya rembulan belum muncul, sepertinya rembulan belum tiba.
Matahari baru saja akan pergi, sinarnya yang kemerahan berpadu indah dengan warna langit yang kebiruan.
Dimana rembulan, Aku masih menunggu disini. Ditempat ini, ditempat yang sama setiap harinya.
Dimana rembulan ? Mengapa tak kunjung tiba ?
Aku menengadahkan wajahku, masih menanti datangnya rembulan.
Bukan sepi, bukan sedih, hanya ada damai.
Dimana rembulan, mengapa tak kunjung datang ?
Aku masih menunggu dengan hati yang berdebar.
Sedetik Aku merasa melihat sebuah bintang jatuh,
Bintang jatuh ? Ataukah aku berharap itu adalah sebuah bintang jatuh ?
Entahlah..Aku hanya ingin berharap di senja ini.
Berharap rembulan mulai tiba dengan sinar redupnya yang terkesan malu-malu.
Aku memejamkan mataku,
"Wahai bintang ( jatuh ? ) jika malam ini rembulan tak kunjung tiba, katakan kepadanya bahwa Aku merindukannya. Bahwa Aku selalu menunggunya ditempat yang sama. Dan Aku akan menunggu hingga waktu itu tiba untukku melihatnya bersinar, dalam hatiku, dalam hidupku."
Aku tersenyum, damai.

Zero

Aku adalah bilangan istimewa, bilangan yang sempurna.
Aku adalah sebuah bilangan yang jika kamu kalikan dengan bilangan lainnya, Aku tetaplah Aku.
Aku adalah sebuah bilangan yang jika kamu tambahkan dengan bilangan lainnya, akan menghasilkan bilangan sesuai dengan yang mereka ingin.
Aku adalah sebuah bilangan yang jika kamu kurangi, akan menghasilkan sesuatu yang negatif.
Aku adalah sebuah bilangan yang jika kamu bagi dengan bilangan lain, Aku tetap saja menjadi Aku.
Aku adalah sebuah bilangan yang jika kamu membagi bilangan lain dengan diriku, Aku tetap saja Aku.
Aku adalah sebuah bilangan yang jika kamu berusaha membaginya dengan bilangan yang sama dengan diriku, Aku akan menjadi tidak terhingga.
Aku istimewa, sebuah bilangan yang istimewa.
Aku sempurna, sebuah bilangan yang sempurna.

Bisik

Biarkan Aku mengeluarkan kegelapan hatimu yang paling dalam.
Biarkan Aku mengeluarkan semua hal yang buruk yang ada di dirimu.
Semua hal yang bahkan dirimu sendiri tak pernah dapat menduganya.
Biarkan Aku melihat semua sisi gelapmu.
Biarkan Aku melihat semua lukamu.
Biarkan Aku melihat semua dukamu.
Biarkan Aku melihat semua hal tentang dirimu.
Biarkan Aku..biarkan Aku..

Jumat, 04 Oktober 2013

Earth



Biarkan Aku bernafas, menghirup udara segar.
Biarkan Aku bernafas, menghirup udara luar.
Biarkan Aku bernafas, menghirup udara murni.
Biarkan Aku bernafas dengan bebas, dengan tenang.

Rabu, 02 Oktober 2013

Hide or Seek

Apa Aku mencarimu ?
Ataukah menantimu ?
Lalu, dimanakah dirimu ?
Bersembunyi di manakah dirimu ?
Mengapa tak kunjung tiba ?

Waktu berlalu, musim berganti.
Bulan demi bulan, hari demi hari.
Tak Aku temukan rupamu disini,
Tak jua ku temukan wajahmu dikeramaian.

Lalu, dimanakah dirimu ?
Bersembunyi dimanakah dirimu ?
Mengapa tak kunjung datang ?
Mengapa tak kunjung tiba ?

Apa Aku harus terus menunggu ?
Ataukah Aku harus terus mencarimu ?
Atau Aku harus berlari, mengejar dan menangkapmu ?
Wahai pasangan hidupku dimasa depan.

Selasa, 01 Oktober 2013

Dua Musim

Matahari berpijar, terik.
Matahari bersinar, hangat.
Matahari berbinar, menyilaukan.
Matahari..matahari..

Matahari tertutup awan kelabu,
Hujan pun turun.
Tetesan air hujan pun menari diatas bumi.
Harum, sejuk, indah.

Dua musim,
Musim panas dan musim hujan.
Berbeda, tetapi sama.
Sama tetapi berbeda.

Wujud Baru yang Tidak Sempurna



Ada sebuah vas yang jatuh dan pecah disana.

“Beli saja yang baru.” Itu yang orang-orang katakan.

“Tidak, Vas ini bagus dan mahal.”, jawabmu.

“Mungkin dulu vas itu bagus, mungkin dulu vas itu mahal. Tetapi sekarang sudah terjatuh dan pecah, hancur. Tidak ada harganya.”

“Ini masih ada harganya, masih ada nilainya.”, ujarmu.

Kemudian, kamu mengumpulkan pecahan demi pecahan dari vas yang sudah hancur tersebut. Mengumpulkan serpihan-serpihan kecilnya. Sesekali pecahan tersebut menusuk dijemarimu, sesekali serpihannya melukai jemarimu hingga berdarah. Sesekali pecahan dan serpihannya menyakiti jemarimu, tetapi kamu tak kunjung menyerah.
Saat pecahan dan serpihannya terkumpul, kamu mencoba merangkainya kembali. Namun pecahan dan serpihan tidak dapat menyatu dengan sempurna, tak dapat kembali ke wujud semula. Menyerahkah kamu ?

Kemudian kamu berfikir,
‘Ah, kenapa tidak ku lebur saja ini, Aku lebur menjadi sebuah wujud yang baru, sehingga semua kembali utuh.’

Kamu kemudian membawa pecahan dan serpihan untuk dilebur, tetapi kamu tidak melihat bahwa ada beberapa serpihan kecil yang tertinggal dilantai. Serpihan-serpihan yang tidak terlihat, serpihan-serpihan kecil yang terlupakan.