Ada Dewi Shinta di pasar malam. Sepertinya Sang Dewi sedang membuka pasar malam. Entahlah, mungkin seperti itu.
Dewi Shinta memasang banyak lampu yang berkerlip, berpijar indah. Dewi Shinta menyajikan banyak atraksi, dari komedi putar, pembacaan sajak, memainkan musik sederhana, bahkan sebuah sulap yang mempertontonkan kemahirannya berubah wujud.
"Ini hanya sebuah pasar malam, semua yang disajikan hanyalah untuk menarik pengunjung.", ujarnya.
Iya, yang Dewi Shinta lakukan hanyalah membuka sebuah pasar malam yang menyajikan banyak hal untuk menarik pengunjung. Pasar malam yang berlakon setiap malam, entah kapan akan berhenti, entah kapan akan berakhir.
Dewi Shinta menunjukkan wajahnya yang berparas ayu dengan tatapan naif, tangannya mengemis, memohon, agar para pengunjung terus bertahan di pasar malamnya. Tetapi hati dan pikirnya bergejolak arogan. Meninggikan dirinya, menganggap dirinya lebih suci dari siapapun, lebih gagah dari siapapun.
Pasar malam Sang Dewi berlakon setiap malam, entah kapan akan berhenti, entah kapan akan berakhir. Mungkin, pasar malam Sang Dewi akan berhenti saat Sang Rama datang ke pasar malamnya, mungkin pasar malam Sang Dewi akan berakhir saat sang Rama mengunjungi pasar malamnya.




