Senin, 29 Juli 2013

Adam dan Hawa


Mereka berkata Adam tercipta untuk Hawa.
Mereka berkata bahwa hanya ada satu Hawa untuk seorang Adam.
Tetapi Adam zaman sekarang hanya tergiur sosok Hawa yang molek, sosok Hawa yang mempunyai aroma seksualitas.
Tetapi Adam zaman sekarang, adalah Adam yang telah memakan buah terlarang, buah yang penuh dengan racun berbisa di bibirnya, hingga hatinya pun penuh akan racun kemunafikan belaka.

Mereka berkata Hawa tercipta untuk melengkapi Adam.
Mereka berkata bahwa hanya ada satu Adam untuk seorang Hawa.
Tetapi Hawa zaman sekarang hanya tergiur oleh janji dari racun yang terlontarkan oleh Adam.
Tetapi Hawa zaman sekarang, adalah Hawa yang menebarkan aroma seksualitas disetiap geriknya.
Tetapi Hawa zaman sekarang, adalah Hawa yang telah mencicipi buah terlarang, sehingga hati dan jiwanya terpenuhi oleh racun belaka.

Paranormal

Mereka mencoba untuk mereka hati, mereka mencoba untuk melihat masa depan, mereka mencoba untuk membaca masa lalu. Lalu mereka terbuai akan apa yang mereka lihat dan mereka dengar. Mereka kemudian mengira bahwa itu adalah kebenaran. Hingga mereka lupa, lupa akan garis Tuhan dengan Iblis lebih tipis daripada sehelai rambut.

Sabtu, 20 Juli 2013

Di Tengah Malam yang Membosankan

Hey mari kita bercengkrama sebentar saja.
Tidak!!! Jangan membicarakan tentang cinta. Itu sangat membosankan, pembicaraan tentang cinta itu sangatlah menjemukan.
Mari kita bercengkrama akan hal yang lain.
Bercengkrama tentang gairah.
Ah, jangan berfikir kotor.
Gairah itu bukan hanya tentang hal yang berbau seksualitas bukan?!
Jangan persempit makna gairah menjadi sebuah kata yang beraroma seksualitas.
Gairah itu adalah sesuatu yang dapat membuatmu hidup.
Gairah itu adalah hasrat, keinginan yang kuat.
Gairah itu ada dalam semua aspek kehidupan.
Saya mempunyai gairah hidup yang besar, tapi bukan dalam hal cinta.
Gairah untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang terkadang terasa diluar jangkauan manusia.
Yah, mungkin Saya seorang imajiner, seorang pemimpi yang besar.
Tetapi hal itu tak menjadikan kesalahan bukan?!
Gairah itu tetap menopang Saya untuk berusaha dan belajar.
Gairah itu tetap menopang Saya untuk hidup di dunia yang sukar untuk dipercaya saat ini.
Lalu, saat Saya sudah membicarakan tentang gairah yang Saya punya, Apakah Saya dapat bertanya tentang gairah yang kamu punya??

Kamis, 18 Juli 2013

Analogi Manusia dan Kaca

Manusia itu makhluk yang rapuh seperti kaca.
Terkadang terjatuh dan retak,
Terkadang terjatuh dan pecah,
Terkadang terjatuh dan kemudian hancur.
Tetapi kemudian, keretakan itu bisa diperbaiki,
Pecahan itu dapat di kumpulkan dan disatukan,
walaupun tak bisa kembali menjadi kaca yang sama.
Manusia itu makhluk yang rapuh seperti kaca.
Terkadang terjatuh dan kemudian hancur.
Tetapi kaca yang hancur itu bisa dikumpulkan..
dan dilebur menjadi bentuk yang berbeda.

Kota yang Mati Suri

Aku berjalan menyusuri kota Jakarta malam ini. Masih terlihat ramai, walau waktu mulai menunjukkan pukul 10 malam. Kerlip lampu gedung tinggi berpijar terang, mengalahkan kerlip bintang yang berpijar dilangit. Kerlip lampu kendaraan yang masih saja berlalu-lalang berpijar menyilaukan mata. Jakarta, kota yang seakan tidak pernah mati.

Aku terus menyusuri jalanan, tanpa arah. Hanya sekedar untuk menikmati kota ini, menikmati pemandangan yang terlihat begitu indah dan memabukkan ini. Hingga kemudian rasa lelah dan haus menghampiriku. Aku terdiam, berusaha mencari tempat untuk mengistirahatkan kakiku yang mulai terasa pegal. Ditengah nafasku yang terengah, mataku berusaha mencari mini market yang menjamur di kota ini. Dan tak beberapa lama, Aku menemukan apa yang Aku cari. Sebuah mini market yang buka 24 jam. Aku melangkahkan kakiku dengan cepat, bagaikan seorang musafir ditengah gurun yang tak sabar saat melihat Oase.

"Ahhh...."
Suaraku terdengar seperti lenguhan sapi saat air dingin dari botol minuman segar yang Aku beli dengan terburu di sebuah mini market, membasahi kerongkonganku yang sedari tadi terasa mencekat. Aku menghela nafas, lega karena terbebas dari rasa haus.
Aku kembali menatap jalanan ibukota yang masih saja ramai oleh suara-suara kendaraan dan klakson yang membahana memecah malam. Kemudian, sesuatu terasa menggelitik dihatiku saat melihat sebuah taman mungil yang berada di seberang jalan. Tak Aku sadari, kakiku melangkah menuju taman itu, seakan tersihir oleh rimbunnya pemandangan yang ada didepan mata.
Aku menikmati taman kecil ini, rerimbunan pohon, sinar lampu yang temaram dan udara yang sejuk.
Ini menenangkan.

Sedikit sunyi disini, walaupun sesekali suara-suara kendaraan masih bisa terdengar dari balik rerimbunan. Aku menyusuri taman ini perlahan. Terlihat sepasang muda-mudi disana sedang bercengkrama dengan mesra.
Yah, romantisme picisan yang menganggap bahwa mereka sedang jatuh cinta, di dunia mereka sendiri.
Senyum tipis menggelayut di bibirku yang menghitam karena pengaruh nikotin. Yah, tidak jelek juga saat mereka di mabuk kasmaran, terjerat dalam romansa yang entah nantinya akan mereka bawa kemana.
Aku menolehkan wajahku dengan perasaan sedikit iri. Iri akan kemesraan mereka, Iri karena waktu mudaku saat mengalami romansa itu sudah berakhir.

Aku kembali melangkahkan kakiku, menyusuri jalan setapak. Saat tak kuat lagi melangkah, Aku mendudukkan tubuhku yang kelelahan disebuah bangku taman yang mungil. Tak sengaja mataku menangkap dua sosok yang saling merapat. Aku terkejut saat menyadari dua sosok itu terlihat setengah telanjang. Aku mengusap mataku, berusaha meyakinkan apa yang Aku lihat.
Yah, mereka setengah telanjang bergulingan diantara rerumputan dan temaramnya lampu taman. Suara rintihan dan lenguhan sesekali terdengar di gendang telingaku. Mereka tetap saja bersenggama disana, liar, penuh nafsu dan tanpa malu.
Aku terperajat saat menyadari bahwa tak hanya mereka saja yang bersenggama disana. Ada beberapa pasangan lain yang juga melakukan hal yang sama tak beberapa jauh dari tempat mereka.
Tatapanku seketika mengabur, rasa mual dan jijik menjalar di tubuhku yang terasa kaku.
Tubuhku tersentak, dan kemudian berlari pergi.
Aku manusia, tetapi pemandangan itu seperti sebuah distorsi yang bergaung di otakku, distorsi yang mengganggu di mataku.

Nafasku terengah saat kakiku mulai berhenti berlari. Cahaya lampu dan deruman kendaraan kembali terdengar hiruk pikuk. Mataku menyipit saat lampu kendaraan yang berlalu lalang menyinari tubuhku yang masih saja dicumbui rasa terkejut.
Aku berusaha mengatur nafasku, perlahan.
Berusaha menepis distorsi yang masih mengganggu otak dan mataku.

Aku menoleh perlahan saat seseorang menepuk bahuku dengan lembut. Terlihat wanita yang menawan bagai bidadari berdiri disana. Senyum tipis menghiasi bibirnya yang ranum.
"Saya menjual cinta untuk malam ini, Apakah Anda tertarik untuk mencicipi cinta yang Saya tawarkan??", ujarnya.
Aku terpaku, dan menepis tangannya.
kemudian berlalu pergi.

Sesaat Aku menoleh kebelakang. Wanita itu terlihat menghampiri pria lainnya. Dia tersenyum genit dengan gerakan tubuh yang menggoda.
Aku terpaku, sadar bahwa tempat itu penuh dengan wanita-wanita yang mereka katakan bahwa mereka menjual cinta, walau hanya semalam.

Aku kembali mendengus, dan memalingkan wajahku. Rasa jijik dan mual kembali menyerang.
Aku kembali melangkahkan kakiku.
Bukan hal ini yang Aku ingin lihat, begitu gumamku.

Aku menemukan sebuah warung tenda yang terlihat sepi pengunjung. Rasa mual dan jijik masih saja terasa menderu di tubuhku. Aku butuh minuman hangat, untuk meredakan rasa mual ini. Ku periksa kantongku, masih ada uang yang cukup untuk sekedar membeli sekedar teh hangat dan makanan-makanan kecil.

Saat Aku menunggu teh hangat pesananku terhidang, Aku terhibur oleh nyanyian dari suara mungil yang dilantunkan oleh anak kecil yang menepukkan kaleng kecil didepanku. Saat nyayiannya terhenti, dia menatapku dengan tatapan polos. Aku menarik tangannya dan berujar lembut.
"Berapa usiamu nak?"
"Delapan tahun Pak.", jawabnya.
"Sudah sekolah?", tanyaku kembali.
"Belum pak."
"Dimana orangtuamu?", selidikku.
Dia terdiam sesaat dan kemudian menjawab dengan malu.
"Saya tidak punya bapak. sedangkan ibu saya sedang bekerja disana.", ujarnya lirih sembari menunjuk kearah taman yang Aku susuri tadi.
Aku tertegun.
"Apa pekerjaan ibumu?"
"Ibu bekerja dengan hebat, karena Ibu saya bekerja menjual cinta disetiap malamnya. Kata Ibu, dunia kekurangan cinta.", Ujarnya lirih.

Aku kembali tertegun. Menatap anak itu dengan lembut dan membelai rambutnya perlahan. Sinar matanya terlihat masih murni, belum dikotori oleh dunia.
Aku menghela nafas dan kemudian merogoh kantongku. Matanya terlihat berbinar dengan senyuman yang mengembang di wajahnya saat aku memberikan beberapa lembar uang ribuan dan sebungkus makanan untuknya.

Selesai aku menyeruput teh hangatku, mulutku masih saja terasa pahit.
Aku beranjak dan membayar minuman dan makananku.
Seketika Aku rindu akan rumah.

**
Dirga menyusupkan tubuhnya yang lelah kebalik selimut. Pikirnya masih saja terbayang akan apa yang Ia alami tadi.
"Kota ini indah dan memabukkan, terlihat tak pernah mati. Tetapi ternyata dipenuhi oleh jiwa-jiwa yang mati suri. Terlena oleh gemerlapnya dunia, tetapi semu...keindahan yang semu."

Selasa, 16 Juli 2013

Psyche

Apa yang ada di hati, seharusnya itu hanya tetap di simpan saja di sana, walaupun itu sebuah rasa yang bernama rindu.

Berkah dari Iblis

Jika "Lupa" adalah kutukan dari Iblis untukmu, pernahkah Kalian berfikir bahwa terkadang "Lupa" juga merupakan berkah dari Iblis untuk kalian, wahai manusia??

Secret Affair

Kamu sesosok yang hanya akan ada saat Dia membutuhkan kesenangan.
Kamu sesosok yang hanya akan ada dalam semu, dalam bayang. Tak akan Dia tunjukkan adanya dirimu di kehidupan nyatanya. Tak akan Dia menyebut namamu dalam dunia nyatanya. Kamu akan tetap menjadi semu, tak kasat mata. Dia tak akan bisa selalu ada saat Kamu bersedih karena merindu, Dia tak akan menghapus air matamu saat Kamu terbalut amarah, Dia tak akan menenangkan hatimu saat Kamu terbungkus cemburu. Kamu tak bisa menjadi yang pertama, karena Kamu hanyalah sesosok yang tak kasat mata bagi dunianya.

Repost from aundyhutagalungblog.wordpress.com/2012/04/11/secret-affair/

Minggu, 14 Juli 2013

Blues



there's a scissors in my hand
it sharp
and i'm infatuated..
and i start to count..
one..
two..
three..
...

no..
i'm not in pain..
not in a sorrow..
i'm just infatuated.

Human Being

Kita sama..tetapi selalu terlihat berbeda..
Kita terlihat berbeda..tapi seharusnya tak menjadi berbeda..
Darahku merah..tulangku putih..begitu juga dengan dirimu..
lalu..mengapa kita menjadi berbeda??

yang aku tahu,
kita berpijak diatas tanah yang sama..
berdiri dibawah langit yang sama..
mempunyai warna darah yang sama..
warna tulang yang sama..
walaupun, warna kulit kita berbeda, jenis rambut kita berbeda..
agama kita berbeda..pengetahuan yang berbeda..serta bahasa yang berbeda..
yang membuatku menganggap bahwa kita memang berbeda
hanyalah pola pikir yang aku dan kamu miliki..

Semua manusia itu sama..
yang berbeda hanyalah pola pikirnya..
hanya itu saja yang membuat kita terlihat berbeda antar satu dengan lainnya.

Sabtu, 13 Juli 2013

The Death

Betapa manusia membenci kesedihan, betapa manusia membenci kematian, bahkan terkadang mereka menantang kematian.
Manusia-manusia berjiwa kerdil pun kembali menatap jalang kematian. Mulut mereka tak hentinya merutuki kematian, berusaha melawan kematian, berusaha melawan waktu, berusaha melawan usia, dan mereka berusaha untuk menjadi abadi.
Sehingga mereka lupa, melupakan sesuatu hal..karena jiwanya yang kerdil, karena hatinya yang sempit dan otaknya yang gagal untuk mencerna bahwa kematian, waktu dan usia adalah sebuah berkah.

Distorsi

Wanitaku, Aku merindukanmu.
Wanitaku, Aku memimpikanmu.
Wanitaku, Aku berdoa untukmu.
Wanitaku..wahai wanitaku.
Jika Kamu adalah mentari, maka Aku adalah sang hujan.
Jika saja Kamu adalah mentari..
Tak pernah ada aromamu dalam secangkir kopi yang selalu Aku hirup.
Yang ada hanya bayanganmu terapung dalam setiap rintik hujan.
Tak ada lagu cinta yang sesuai dengan dirimu,
karena Kamu adalah melodi itu sendiri.
Wanitaku..
Jika saja Aku lelaki, Aku akan pergi menggenggam erat tanganmu.
Jika saja Aku lelaki...mungkin dunia akan memahaminya.

**
Rida menatap Vina dari kejauhan. Sekelumat distorsi menggema dihatinya.
Yah, Vina sudah menemukan seseorang yang baru. Rida sudah tahu itu, Rida sudah sadar akan hal itu.
Mungkin semua ini lebih baik, saat Vina memutuskan menjalin hubungan dengan lelaki. Toh apapun yang terjadi diantara Rida dan Vina tak akan menjadi mungkin.
Namun sekali lagi, hati mengalahkan logika.
"Biarkan saja rasa ini tetap ada disini, tersimpan erat disini, tanpa ada orang yang tahu. Biarkan saja rasa ini tetap ada disini, hingga Aku lelah dalam rasa cinta yang tak mungkin.", Batin Rida.

Rida berlalu, memegang erat hatinya, memegang erat hatinya yang sepertinya terluka.
Dunia tidak akan paham, dunia tak akan pernah paham.

Aries



Red like a fire,
I'm Brave,
I'm ambigous.
I'm ambitious.
I'll burn you with my love,
I'll burn you with my lust,
I'll burn you with my passion.
Im perfect creature on earth..
I'm Aries.

Kamis, 11 Juli 2013

Time

Seharusnya bukan waktu yang menyiksa manusia dengan kejam.
Seharusnya bukan waktu yang memperkosa manusia dengan brutal.

Stalker

Dan kemudian otak mereka tak berhenti untuk berfikir tentang apa yang ingin mereka fikir.
Dan alam fikir mereka menjerat semakin erat, berputar dan menghasilkan sebuah delusi.
Dan mereka semakin tersiksa saat semuanya yang mereka kira mulai memudar.
Dan kemudian mereka akan mati tenggelam dalam delusi yang muncul dalam otak bebal mereka.
Mereka akan mati dalam rasa keingin-tahuan mereka yang tinggi.

Sabtu, 06 Juli 2013

Happiness Factory



Selamat datang wahai Manusia...
Selamat datang di Pabrik Kebahagiaan.
Kami bukan hanya menjual kebahagiaan,
bahkan kami menciptakan kebahagiaan untuk kalian semua.
Kami menciptakan mimpi dan harapan.
Kami menciptakan gelora dan gairah,
Kami menciptakan warna dan sedikit sentuhan dari percikan cinta,
serta, Kami menciptakan birahi dan juga nafsu untuk kalian.

Selamat datang wahai Manusia..Selamat datang di Pabrik kami.
Pabrik yang akan membuai kalian kedalam tempat yang kalian pikir itu surga.
Pabrik yang bisa membutakan nurani kalian dalam sekejab.
Sebuah Pabrik yang penuh dengan kerlip cahaya memabukkan,
membahagiakan kalian ( sementara ).
Langkahkan kaki-mu kemari wahai Manusia.
Lupakan saja Tuhan, dan mari kita berbahagia.
Lupakan saja dirimu sendiri wahai Manusia,
dan masuklah ke Pabrik Kebahagiaan kami.
Kalian bisa membawa Tuhan kalian untuk ikut serta kemari.
Untuk menutupi wajah kalian, jika kalian malu.
Itu bukan masalah bagi kami, karena kami tetap akan memberikan kebahagiaan untuk kalian.
Hingga saat kebahagiaan yang kami ciptakan mulai merasuk ketubuh kalian, merasuk melalui pori-pori tubuh kalian,
Kalian akan merasakan kebahagiaan yang tidak bisa terbayangkan.
Dan kalian, wahai Manusia, akan tenggelam ( mati ) dalam kebahagiaan yang kalian inginkan.
Saat waktu itu tiba, maka berakhirlah tugas kami memberi kebahagiaan untuk kalian.

Sudikah kalian untuk mengunjungi Pabrik Kebahagiaan kami, wahai Manusia..
Dan kami akan menyambut dengan hangat..
"Welcome to Our Factory."


Senin, 01 Juli 2013

Human Error

"Ah iya, saya lupa bahwa manusia itu adalah makhuk yang terkadang suka mencampuri urusan orang lain, dan terkadang manusia hanya tahu untuk berkomentar tanpa tahu tentang kebenarannya. Manusia juga terkadang suka mengeluh tanpa tahu bersyukur. Dan terkadang, manusia terlihat sebegitu menyedihkannya."

For The Empty Soul

Bermimpilah wahai manusia, bukan hanya bermimpi didalam tidurmu,
Bermimpilah wahai manusia, bermimpilah didalam bangunmu.
Bermimpilah wahai manusia, dan buatlah mimpimu bermakna,
Bermimpilah wahai manusia, bermimpi akan membuatmu terus hidup.
Bermimpilah wahai manusia, dan kemudian wujudkan mimpimu tersebut.
Buatlah dirimu bangga..buatlah dirimu bermakna.