Secangkir racun yang hangat terhidang untukmu.
Secangkir racun hangat yang kamu pinta.
Secangkir racun hangat yang kamu cari.
Secangkir racun yang hangat karena nafsumu yang menggebu.
Minumlah perlahan,
Teguklah perlahan,
Nikmati panasnya menjalar di tenggorokanmu.
Nikmati prosesnya menjalar ditubuhmu.
Jangan kau cabik tubuhmu karena siksanya,
Jangan kau muntahkan itu sayang,
Nikmati saja..
Karena itu yang kau inginkan..
Karena itu yang kau pilih.
Secangkir racun hangat terhidang untukmu.
Secangkir racun hangat yang kau pilih.
Nikmati saja sayang..
Seperti Aku menikmati menatap tubuhmu yang mulai mengejang pilu..
Seperti Aku yang menikmati menatap tubuhmu yang mulai membiru..
Tersiksa..menerjang maut.
Bon Appetit Mon Cher
Jumat, 30 Agustus 2013
Kamis, 29 Agustus 2013
Pandemonium
Panas, terbakar..
Menggapai, berteriak..
Airmata, darah..
Api berkobar melecut tubuh-tubuh pendosa
Tak ada aroma hangus,
Tak ada Aroma terpanggang.
Jeritan membahana,
Tangan-tangan menggapai keluar
Seperti memohon,
Seperti mengemis.
Api berkobar melecut tubuh-tubuh pendosa.
Seperti hangus, nyaris tak berbentuk.
Tapi mereka tak kunjung mati.
Ampun..Ampun..
Tolong..tolong..
Tuhan..Tuhan..
Padahal dahulu mereka begitu angkuh.
Kepala mereka mendongak sombong,
menyusuri Tian di dunia,
menantang Tuhan.
Ampun Tuhan...
Tolong Tuhan..
Tuhannn...Tuhaaaannnn....
Jemari para pendosa menggapai,
seperti memohon, seperti mengemis,
diantara tubuh-tubuh yang tak kunjung mati.
Diantara lecutan api yang berkobar seperti sebuah tarian dosa.
Selasa, 27 Agustus 2013
Man Behind Silhouette
Dia berdiri disana, membelakangi cahaya. Dia berdiri tegak disana, mengintip tajam dari balik lensa.
Diantara Matahari yang tenggelam indah, tubuhnya bagaikan menyatu dan menjadi sebuah lukisan yang indah.
Diantara buku-buku jarinya yang tidak sempurna, jemarinya mampu menangkap keindahan yang sempurna.
Diantara buku-buku jarinya yang tak sempurna, yang terlihat hanyalah keindahan.
Jemarinya indah, karyanya pun indah.
Tak ada satu kata yang bisa menggambarkan tentang dirinya, kecuali keindahan.
Sebuah karunia yang hebat dari Maha Pencipta.
Sabtu, 24 Agustus 2013
Madu
Biarkan Aku merayumu,
Sedikit saja, hanya sedikit.
Sebentar saja, hanya sebentar.
Biarkan Aku menggodamu,
Sedikit saja, hanya sedikit.
Sebentar saja, hanya sebentar.
Aku merayumu,
Aku menggodamu,
hanya ingin seperti itu.
Hanya kepadamu saja.
Saat kamu terbiasa dengan rayuanku,
Terbiasa dengan godaanku,
Tanpa sadar Aku bersembunyi dihatimu.
Dan tanpa sadar, Kamu akan meninggalkan wanitamu..
Untukku.
Walaupun seberapa kuat perasaanmu kepadanya,
Aku sudah ada di hatimu,
bersembunyi disana..
dan menunggu.
Tidak, Aku tak perduli dengan wanitamu..
Karena Aku menginginkan dirimu.
Tidak, Aku tak menghargai kalian,
Karena yang Aku inginkan adalah 'kita'.
Rayuanku tak berisikan mimpi dan janji,
tak ada aroma picisan disana,
Rayuanku berisikan kenyataan.
Godaanku berisikan kemudaan.
Lalu, biarkan Aku menjadi pelarian nafsumu.
Lalu, biarkan Aku menjadi pelarian nafsumu.
Hingga saat Kamu melihatku dalam nyata,
Menatap mataku,
Kamu akan tahu akan perasaanku yang menginginkanmu dalam kesedihan.
Mendambakanmu dalam dongeng wayangku.
Biarkan Aku merayumu,
Biarkan Aku menggodamu,
Sedikit saja, hanya sedikit.
Sebentar saja, hanya sebentar.
Ps : Hati itu rentan. Bahkan untuk seseorang yang mempunyai cinta yang begitu besar. Bahkan mampu menghacurkan sebuah pernikahan selama bertahun-tahun Bahkan mampu merubah seseorang wanita penggoda terlihat menjadi baik dan naif . Mampu merubah seorang wanita k-3 terlihat menjadi seorang dewi penyelamat. Hargai hubungan Anda dan hargailah hubungan orang lain. karena Hati manusia itu begitu rentan dan mudah berpaling.
Pradormitium
Biarkan dia tertidur lelap,
Biarkan saja matanya terpejam erat.
Biarkan saja..
entah sampai kapan..
entah sampai kapan.
Kamis, 22 Agustus 2013
Suci ?
Apa yang terjadi saat hati dan otakmu hanya berada di balik celana dan pelapis dada?
Hatimu dan otakmu hanya bisa menyentuh kemaluan dan payudara saja.
Lalu terasa hambar bukan?!
Inilah yang terjadi saat ini.
Kalian hanya membicarakan prihal nafsu belaka.
Karena hati dan otak kalian terbentur diantara kemaluan dan payudara yang membuncah indah.
dan kemudian prihal perasaan menjadi sebuah omong kosong.
Jiwa kalian menjadi menyedihkan dan kotor dan tak akan pernah menemukan kepuasan.
Aku mengasihi kalian wahai manusia,
Aku mengasihani kalian wahai manusia,
walaupun kalian terkadang terlihat menjijikan.
Hatimu dan otakmu hanya bisa menyentuh kemaluan dan payudara saja.
Lalu terasa hambar bukan?!
Inilah yang terjadi saat ini.
Kalian hanya membicarakan prihal nafsu belaka.
Karena hati dan otak kalian terbentur diantara kemaluan dan payudara yang membuncah indah.
dan kemudian prihal perasaan menjadi sebuah omong kosong.
Jiwa kalian menjadi menyedihkan dan kotor dan tak akan pernah menemukan kepuasan.
Aku mengasihi kalian wahai manusia,
Aku mengasihani kalian wahai manusia,
walaupun kalian terkadang terlihat menjijikan.
Sabtu, 17 Agustus 2013
Devil Love Song
Black like a coffee,
Dark like a night.
Red like a fire,
Im cunning, sly, dangerous and jelousy.
That's what human describe me.
Sin?
It's like a soul for me.
But it's getting tired day by day.
I wanna be loved,
I wanna be acceptable.
So look at me.
Embrace me,
Touch me,
Hold me,
Look at me.
But in the end, i'm scared
to scared to loved
to be loved
to scared to lose.
Forgive me GOD.
Dark like a night.
Red like a fire,
Im cunning, sly, dangerous and jelousy.
That's what human describe me.
Sin?
It's like a soul for me.
But it's getting tired day by day.
I wanna be loved,
I wanna be acceptable.
So look at me.
Embrace me,
Touch me,
Hold me,
Look at me.
But in the end, i'm scared
to scared to loved
to be loved
to scared to lose.
Forgive me GOD.
Jumat, 16 Agustus 2013
Rainy Day
The skies are crying.
And im standing there, watching.
I put my hand in the air, try to touch the rain.
It soft, beautifull but at the same time it looks so sad.
The skies are crying.
You standing there, across the street.
And im standing here, watching.
Just go and run darling.
I'll not run to you like the old time.
I'll just standing here, watching you disapear.
And im standing there, watching.
I put my hand in the air, try to touch the rain.
It soft, beautifull but at the same time it looks so sad.
The skies are crying.
You standing there, across the street.
And im standing here, watching.
Just go and run darling.
I'll not run to you like the old time.
I'll just standing here, watching you disapear.
Kamis, 15 Agustus 2013
Lipstik
Aku kembali melangkah masuk kedalam rumah ini, rumah yang dahulu Aku huni. Masih terlihat seperti dulu. Dinding kayu, lantai kayu, furniture yang mayoritas terdiri dari kayu menghiasi rumah ini. Aku memejamkan mata, menyesap udara yang sepertinya Aku rindukan.
Aku membuka mataku perlahan saat mendengar suara berdenting ditelingaku. Angin berhembus lembut, menyibakkan tirai dari pintu kaca belakang. Seorang gadis muda terlihat berjalan perlahan melewati tirai yang berhembus. Wajahnya bersinar murni, berseri, polos. Gaun putihnya ikut tersibak angin saat gadis itu melangkah. Gadis muda yang terlihat begitu naif, begitu suci, begitu rapuh.
Gadis muda itu berjalan perlahan, matanya terbuka, bibirnya tersenyum lembut, penuh kebahagiaan tetapi jemarinya yang mungil menggapai udara kosong didepannya, seakan terlihat sedang mencari arah. Dengan langkah kecilnya yang perlahan, bibirnya masih saja tersenyum.
Ah, gadis muda, bahkan kemudaannya terkesan bahwa rambut kemaluannya baru saja tumbuh, begitu murni..begitu polos.
Aku terkejut saat gadis muda itu tiba-tiba berlari kecil, kakinya terlihat seakan menari bersama angin yang masih membuai. Indah, terlihat begitu indah.
Suara gelak tawa menggelitik digendang telingaku, membawa sedikit rasa yang melembutkan hatiku.
Mataku menatap lekat kapadanya, tak mampu untuk berpaling, memperhatikan setiap gerik tubuhnya yang mempesona. Kemudaannya mempesonaku.
Gadis muda itu menghampiri seorang pria yang duduk sembari menyesap secangkir kopi hangat. Tangannya masih saja berusaha menggapai, meraba, dan saat jemari gadis muda menemuka sosok pria itu, senyum kembali mengembang di bibirnya. Jemarinya mebelai dengan lembut setiap lekuk wajah pria itu. Dahinya, matanya, hidungnya, bibirnya, dagunya, rambutnya, terlihat wajah gadis muda dipenuhi dengan ekspresi kepuasan yang membahagiakan. tetapi entah mengapa Aku merasa itu memuakan. Pria itu hanya menatapnya dengan datar, dan kemudian menepis jemari gadis itu dengan kasar kemudian berlalu.
Gadis muda terlihat berusaha mencari pria itu dan kemudian melangkah mengikuti suara langkahnya yang terdengar terburu. Tanpa sadar Aku mengikuti gadis muda itu, mengikuti kemana arah perginya tanpa suara.
Seorang gadis muda tersenyum saat menemukan pakaian yang dikenakan pria itu. Jemarinya membelai lembut dan kemudian memeluknya dengan perasaan bahagia. Pria itu berdiri didepannya, dan kemudian kembali menepisnya dengan kasar. Aku tersentak saat sekilas melihat ekspresi terluka di wajah gadis muda itu.
Entah berapa kali pria itu menepis gadis muda itu dengan kasar, saat gadis muda itu berusaha menggapainya.
Aku terlihat begitu muak, begitu marah.
Seberapa keras gadis muda itu berusaha mengejar pria itu, pria itu tetap tidak bergeming. memperlakukannya bagaikan sebuah boneka. Terkadang terlihat pria itu memeluk gadis muda dengan erat, terkadang terlihat pria itu menepis gadis muda dengan kasar.
Aku tak tahan dengan pemandangan yang ada didepanku.
Begitu naif gadis itu, begitu dungu gadis itu.
Rasa marah kian membuncah didalam hatiku, seketika Aku mencengkram tangannya yang kecil dan kemudian menyeretnya ke arah kamar mandi.
Aku menenggelamkan tubuhnya kedalam bak mandi yang penuh dengan air. Tubuhnya terlihat meronta, berusaha melawan cengkraman tanganku. Matanya yang jernih menatapku dengan tatapan bertanya diantara air yang menggenang, tetapi amarahku tak juga reda.
"Sadarlah...Sadarlah...untuk apa kamu mencintai semurni itu, sedangkan kamu tidak dicintai!!!!", ujarku.
Airmata mengalir deras dari mataku. Rasa marah, muak, benci bergelut didalam tubuhku yang masih saja mencengkram gadis muda itu didalam air.
Dan kemudian Aku menarik tanganku dari dalam air saat gadis muda itu sudah tidak bergerak.
Aku terduduk dilantai kamar mandi, airmataku mengalir kian deras. Dengan tertatih Aku berusaha bangun dari dudukku. Aku menatap tubuh gadis muda yang sudah tidak bergerak didalam air. Tubuhnya perlahan mengabur, seakan tersapu air.
Aku menghapus airmataku perlahan, berdiri didepan kaca dan kemudian memoleskan lipstik di bibirku yang pucat. Terlihat refleksi wajah gadis muda itu didepan kaca. wajah yang tidak lagi terlihat polos, wajah yang tidak lagi terlihat murni, wajah yang tidak lagi muda. Wajahku...
Rabu, 14 Agustus 2013
Retak
Meja makan malam ini kembali mendingin. Hari ini tepatnya memasuki malam
ke-5. Tak ada percakapan yang biasanya terdengar, tak ada senda gurau
yang biasanya terlontar. Yang terhidang hanyalah suara denting garpu dan
sendok yang beradu.
Seorang wanita duduk disebelahku, wajahnya masih terlihat cantik diantara helai-helai rambutnya yang memutih dan keriput-keriput mungilnya yang menghiasi. Di seberang meja makanku, duduk seorang pria yang masih terlihat gagah, walaupun usia tua mulai menggerogoti tubuhnya.
Mereka adalah sepasang jiwa yang bersengama dan mewujudkan jiwa baru yang berwujud Aku.
Mereka adalah sosok yang Aku kagumi sebagai sepasang jiwa yang bisa bertahan selama puluhan tahun.
Tetapi kini, mereka diam membisu, tak bertegur sapa ataupun bersenda gurau. Seakan tak perduli akan kehadiran masing-masing.
Meja makan malam ini bertambah dingin, saat mereka berkata bahwa mereka akan berpisah.
Tidak, bukan perasaan sedih yang ada. Tetapi perasaan hampa yang kemudian membeku.
dan seketika rumah ini terasa ikut membeku. kehangatan yang dulu ada lenyap satu persatu.
Aku tak ingin bertanya "mengapa" kepada mereka ataupun kepada Tuhan. Karena pertanyaan "mengapa" selalu menjadi hal yang melelahkan dan tak akan menjadi kepuasan.
Aku meninggalkan meja makan dengan perasaan kosong, otakku terasa kaku. Aku merebahkan tubuhku perlahan di atas ranjang dan menarik selimut, menutupi tubuhku yang menggigil. Berharap saat pagi menjelang semua ini hanyalah sebuah mimpi buruk.
Seorang wanita duduk disebelahku, wajahnya masih terlihat cantik diantara helai-helai rambutnya yang memutih dan keriput-keriput mungilnya yang menghiasi. Di seberang meja makanku, duduk seorang pria yang masih terlihat gagah, walaupun usia tua mulai menggerogoti tubuhnya.
Mereka adalah sepasang jiwa yang bersengama dan mewujudkan jiwa baru yang berwujud Aku.
Mereka adalah sosok yang Aku kagumi sebagai sepasang jiwa yang bisa bertahan selama puluhan tahun.
Tetapi kini, mereka diam membisu, tak bertegur sapa ataupun bersenda gurau. Seakan tak perduli akan kehadiran masing-masing.
Meja makan malam ini bertambah dingin, saat mereka berkata bahwa mereka akan berpisah.
Tidak, bukan perasaan sedih yang ada. Tetapi perasaan hampa yang kemudian membeku.
dan seketika rumah ini terasa ikut membeku. kehangatan yang dulu ada lenyap satu persatu.
Aku tak ingin bertanya "mengapa" kepada mereka ataupun kepada Tuhan. Karena pertanyaan "mengapa" selalu menjadi hal yang melelahkan dan tak akan menjadi kepuasan.
Aku meninggalkan meja makan dengan perasaan kosong, otakku terasa kaku. Aku merebahkan tubuhku perlahan di atas ranjang dan menarik selimut, menutupi tubuhku yang menggigil. Berharap saat pagi menjelang semua ini hanyalah sebuah mimpi buruk.
Selasa, 06 Agustus 2013
Library Of Soul
Mind, Personality, Spirit and Sense..
Feelings, Thoughts, and Wishful thinking..
The whole inner life of human,
I can see it through my eyes.
Kamis, 01 Agustus 2013
Persuasi
Matahari bersinar menghangatkan tubuhku. Aku yang berdiri disini, mencoba bercengkrama dengan alam. Menikmati surga yang tersaji di pelupuk mata.
"This is Fairy world.", gumamku.
Tempat ini bagaikan antidote untuk jiwa dan fikirku.
Aku memeluk tubuhku yang sedikit kedinginan. Aku merengkuh jiwaku yang bermeditasi dengan sendirinya.
Tempat ini begitu hidup, begitu murni dan penuh dengan aroma Fairy. Tempat ini begitu berbeda dengan dunia nyata yang Aku pijak selama ini. Dunia yang mati suri, dunia yang terlihat semarak dan hidup, akan tetapi penuh dengan jiwa-jiwa yang mati suri. Dunia yang penuh dengan hewan-hewan besi dengan penghuni yang berhati baja tetapi ber-otak imitasi. Dunia yang sibuk dengan Retorika busuk nan picisan.
Tempat ini mempunyai jiwa, mempunyai kehangatan, mempunyai kesejukan yang murni, sehingga Aku menyebutnya "Fairy World".
And this is my Fairy World..My Fairy world.
Langganan:
Postingan (Atom)
