Selasa, 26 November 2013

Black Lady II

Mencoba untuk menggapai..
Mencoba untuk menyentuh..
Mencoba untuk merayu..
Mencoba..mencoba..mencoba..

Semua ingin di beri perhatian.
Semua ingin di istimewakan.
Semua ingin mendobrak masuk.
Semua ingin terlihat ada dan hadir.

Ah...keparat kalian dengan semua retorika kalian.
Berhentilah untuk menggapai.
Berhentilah untuk mencoba, memohon, mengemis.
Dia bukan donatur yang memberikan hatinya untuk tujuan amal.

A Woman Without a Heart

Sudah pagi kah ?
Sudah siang kah ?
Sudah sore kah ?
Sudah malam kah ?

Jika ini pagi, mengapa tak ada matahari di ufuk timur ?
Jika ini siang, mengapa langit tak berwarna cerah seperti biasanya ?
Jika ini sore, mengapa tak ada semburat oranye yang berpedar di angkasa ?
Jika ini malam, mengapa bulan bintang tak menampakkan wujudnya ?

Ah, rupanya langit berwarna kelabu.
Tak juga terang apalagi gelap.
Ah, rupanya hujan turun dengan derasnya.
Mencumbui se-isi bumi dengan liarnya.
Dan rintik hujan jatuh bagaikan notasi yang terangkai merdu.
Aku pun bernyanyi dan menari bersama hujan.
Ini sempurna, sebuah melodi indah yang sempurna.

Kamis, 21 November 2013

Jejak

Berjalan saja di depan,
mungkin nanti dia akan mengikutimu suatu hari.
Berjalan saja di depan,
mungkin nanti dia akan berlari untuk mengejarmu suatu hari.

Melangkah saja di depan,
mungkinkah kamu akan menoleh ke arahnya ?
Melangkah saja di depan,
mungkinkah kamu akan berbalik menghampirinya,
mengamit jemarinya dan melangkah bersama disisinya ?

Eros

Seperti Aku berdiri di tepian jurang yang sangat dalam.
Memicu adrenalin ke puncaknya.
Memicu aliran darahku mengalir deras di arteri tubuhku.
Rasanya berdebar, begitu asyik.
Namun, Aku takut untuk terjatuh.
Tetapi dalam waktu yang bersamaan, Aku begitu tergoda untuk terjatuh.

Cahaya rembulan seperti mencoba menelisik hatiku.
Jurang ini terlihat bagai sebuah fatamorgana.
Tetapi terlalu nyata untuk sebuah fatamogana.
Apa ini..Apa ini ?
Terlalu indah untuk diabaikan.
Terlalu menggoda untuk diabaikan.
Terlalu mendebarkan untuk diabaikan.

Rupanya ini yang bernama cinta.
Ah..rupanya ini perasaan yang disebut cinta.
Aku jatuh cinta..
Akhirnya Aku dapat merasakan cinta.
Akhirnya Aku jatuh cinta.

Selasa, 19 November 2013

The Knight and A Witch

Ada seorang putri, putri dari kerajaan matahari. Wajahnya menawan, hatinya lembut dan rapuh bagaikan gula-gula kapas. Bibirnya berwarna merah muda, terlihat segar untuk dipagut.

"Aku ingin menjadi seorang ksatria.", ujarnya suatu ketika.

Kemudian Sang Putri membabat rambutnya yang hitam berkilau, melucuti gaunnya yang indah, menggantinya dengan baju besi dan sebilah pedang.

"Aku adalah seorang ksatria. Takdirku untuk menjadi seorang ksatria!!.", teriaknya kepada dunia.

Sang Putri kemudian berkelana, menunggang seekor kuda yang berpelana dari kulit beruang. Kepada orang-orang Dia berceloteh. Berceloteh bahwa dia adalah seorang ksatria tampan yang hebat dan mulia. Menghabiskan waktunya untuk membawa kebaikan, menghabiskan hidupnya untuk berkelana menyebar kebajikan, berjuang keras dalam hidupnya untuk menyelamatkan jiwa wanita-wanita yang teraniaya.

Hingga suatu ketika, Sang Putri Matahari jatuh cinta kepada seorang Putri dari kerajaan Rembulan.
Sang Putri Matahari mengingkari takdirnya bahwa dibalik baju besi dan pedang yang tersandang di pundaknya, Dia tetaplah seorang putri, seorang wanita.

"AKU KSATRIA !", ujarnya.
"AKU KSATRIA MATAHARI !!", jeritnya.
"AKU SEORANG PRIA !!", jeritnya kian kencang.

Lalu, Peri-peri hitam melai menari, mulai bernyanyi.

' Dewa memberimu rasa itu, maka terimalah. Tidak ada yang salah dengan itu, tidak ada yang salah dengan dirimu. Dengan menerima hal itu, kamu lebih tinggi dari siapapun..kamu menerima takdirmu..kamu mencintai dewa dan dirimu menerima apa yang Dewa beri.', dendang para peri hitam.

Sang Putri tersenyum, dan kemudian berbalik, mengejar Putri Rembulan.

Putri Rembulan menangis saat jiwa sucinya terenggut oleh Putri Matahari.
Tapi apa daya ?
Putri Rembulan terlalu terperdaya untuk pergi, terlalu malu untuk melepaskan diri dan berlalu.
Hingga akhirnya Putri Matahari mulai bosan, kemudian kembali berkelana. Berkel;ana dari wanita ke wanita lain. Berkelana dari satu pelukan ke pelukan lain. Wanita-wanita yang dapat Dia perdaya dengan baju besi dan bilah pedangnya.

Kemudian Dewa-dewa murka. Kutukan pun dijatuhkan kepada Sang Putri Matahari.
Para peri hitam  kembali berdatangan. Mereka kembali menari, kembali membisikan nyanyian untuk Putri Matahari.

' Tidak..Tidak..Ini bukan apa-apa wahai ksatria tampan. Ini sebuah petunjuk agar dirimu tetap seperti ini. Ini sebuah ujian dari para Dewa karena mereka sangat mencintaimu. Ini sebuah ujian untuk melihat tekadmu yang menerima takdirmu. Takdirmu sebagai seorang ksatria. Takdirmu sebagai seorang pria.'

Sang Putri tersenyum dan mengabaikan kutukan yang menggerogoti tubuhnya. Sang Putri terus berkelana dan menyebar kutukan yang dideranya kepada wanita-wanita lain. Tanpa sadar, Sang Putri mulai menghancurkan jiwa-jiwa murni, menyeret mereka dalam kegelapan.

Sang Putri tetap mendongak dengan angkuh. Masih berceloteh dan menceritakan dongeng kepada orang-orang. Dongeng tentang seorang ksatria tampan yang selalu berusaha keras untuk kebaikan, untuk menyelamatkan. Dongeng tentang dirinya sendiri.
Hingga akhirnya Sang Putri Matahari bertemu dengan seorang penyihir wanita.

"Aku jatuh cinta !!", ujarnya.

Sang Penyihir tersenyum dan kemudian berkata,
"Jiwaku gelap, tetapi jiwamu lebih gelap daripada jiwaku."

"Aku suci !! Aku ksatria yang bukan urusanmu jika para Dewa begitu mencintaiku karena Aku berani untuk menerima takdirku.", jeritnya gusar.

"Baju besi, sebilah pedang, berkelana, tak semerta menjadikanmy seorang ksatria. Karena tidak ada jiwa kesatria dalam dirimu.", ujar sang penyihir.

"AKU KSATRIA !!! Selamanya akan tetap menjadi seorang ksatria. Kamu hanyalah seorang penyihir yang arogan dan sombong.", jerit Putri Matahari kian gusar.

"Jika kamu seorang ksatria, kamu tidak mampu untuk berperang. Jika kamu seorang pria, kamu tidak mampu untuk membuahi.
Lalu, siapa yang arogan ? Siapa yang sombong ?
Bahkan untuk melindungi saja kamu tak mampu. Jiwamu gelap, menyebarkan kutukan.
Lalu apa yang kamu lindungi ?
Dirimu sendirikah ?
Lalu apa yang kamu syukuri ?
Kamu mengingkari takdirmu, jiwamu dengan berlindung dibalik baju besi serta sebilah pedang.", ejek Sang Penyihir.

"Terkutuklah kau penyihir !!! Cintaku percuma untukmu. Lebih baik Aku bersama orang-orang yang berjiwa suci, orang-orang yang menerimaku, orang-orang yang positif untukku.", jerit Putri Matahari geram.

"Silahkan. Orang-orang yang hanya akan menyeretmu jauh lebih dalam, jauh kedalam kegelapan. Selamat menikmati."

Sang Putri Matahari pergi sembari melontarkan kata caci maki kepada Sang Penyihir.

Peri-peri hitam kembali bermunculan. Mereka menari, Mereka bernyanyi.

'Wahai Ksatria Matahari,
Jangan engkau hiraukan penyihir terkutuk itu.
Penyihir kegelapan yang terbuang dalam lembah terlarang.
Selamanya dia akan terbuang disana.
Engkaulah kebenaran.
Engkaulah ksatria sejati.
Bahkan kami pun tahu itu..
Bahkan para Dewa pun mengakui itu.'

Vindicetis

Ini mataku dan kedua bola mataku, menatap tajam kearahmu.
Mencoba membaca, mencoba menyelidik, mencoba masuk ke lubuk hatimu.
Apa kamu membencinya ?
Apa kamu ingin mencungkilnya dengan kedua tanganmu ?

Ini bibirku. Bibir yang tak hanya bisa merayu, namun juga berbisa.
Bibir yang juga mampu mengeluarkan kata-kata pedas, menyakiti hatimu.
Robek saja bibirku, jika kamu muak.

Ini tanganku, tangan yang dapat membelaimu dengan kehangatan.
Tetapi, tangan ini juga dapat menyiksamu hingga kamu menggeliat tidak berdaya,
meregang, terkapar..MATI !!
Patahkan saja jika kamu membencinya.
Patahkan saja jika kamu membencinya !

Hati yang Berjelaga

Sepi..itu yang kalian pikir.
Sepi..itu yang kalian rasa.
Sepi..hatimu kah ?
Sepi..jiwamu kah ?

Butuh..pasangan ?
Perlu..manusia lain ?
Ingin..teman ?
 Lalu kalian membuka pintu,
 dan melangkah keluar untuk mencari.

Tetapi waktu berlalu, terlalu lama untuk disadari.
Rasa sepimu tak kunjung hilang..rasa sepimu tak kunjung sirna.
Saat kalian kembali ke peraduan, rasa sepi itu kembali menyergap.
Kemudian kalian berfikir,
"Apa yang sebenarnya Aku ingin ?"
"Apa yang sebenarnya Aku butuh ?"

Jumat, 15 November 2013

Diantara Jeda yang Panjang

Aku bosan terpasung dalam ruangan berwarna ini.
Aku bosan tak mampu untuk melangkah maju,
Tak mampu jua untuk melangkah mundur.
Bahkan untuk berdiri terdiam pun Aku sudah bosan.

Aku tak mampu merasakan peluhku sendiri.
Aku tak mampu merasakan dingin,
Aku tak mampu merasakan panas,
Mungkin indera perasaku mulai berkarat dan rusak.

Aku bosan terpasung di tempat ini.
Terlalu banyak kesatria ( tangguh ? ) yang mencoba membebaskan Aku,
Terlalu banyak kesatria ( tangguh ? ) yang angkuh datang tanpa sikap santun.
Tapi tak ada satupun yang mampu melepaskan pasunganku.

Apakah mereka Lelaki ?
Apakah mereka Perempuan ?
Seberapa usia mereka ?
Seberapa banyak mereka mengetahui ?

Dan kini sebuah jeda panjang menghantui.
Jemariku mulai berlumuran darah,
Buku-buku jemariku mulai terlihat hancur
diantara serpihan kulit dan darah yang tercecer
berusaha melepas pasunganku yang mengikat erat.

Ah, Aku bosan berada disini.
Begitu bosannya sehingga Aku lupa untuk merasakan,
Begitu bosannya sehingga Aku lupa bagaimana itu hidup.
Sepertinya hatiku mulai layu, berbulu dan mungkin sebentar lagi mati.
Kapan jeda panjang ini akan berakhir ?

Seorang Pemuda dan Sebuah Rahasia

Hujan masih saja turun malam ini,
Langit gelap menyembunyikan sang rembulan.
Langit gelap menyembunyikan para bintang.
Seperti seorang pemuda dan sebuah rahasia.

Dia menyembunyikan hatinya dibalik sebuah rahasia.
Rahasia tentang seorang gadis yang ada di hatinya.
Rahasia tentang cinta yang tak mungkin untuk direngkuhnya ( saat ini ).
Rahasia tentang cinta yang menggebu dibalik diamnya.

Rahasia dibalik rindu yang bergumul pelik dihatinya.
Rahasia yang tersembunyi ditengah keramaian,
Bahkan tak berani untuk Dia keluarkan di saat dirinya terduduk sendiri,
walau hanya sekelumit saja.

Sebuah rahasia yang tersembunyi pelik,
Rahasia yang tersembunyi sedikit perih.
Sebuah rahasia yang tersembunyi,
Bagaikan langit gelap yang menyembunyikan rembulan malam ini.

Mungkin nanti..
Mungkin nanti..
Begitu pikirnya..

Senin, 11 November 2013

Beri Aku Cerita.



Debu yang asing, udara yang asing, suasana yang asing..
Tapi hanya satu sosok yang tak pernah menjadi asing.
Sosok sebuah kenangan.

Rabu, 30 Oktober 2013

Pasar Malam



Ada Dewi Shinta di pasar malam. Sepertinya Sang Dewi sedang membuka pasar malam. Entahlah, mungkin seperti itu.
Dewi Shinta memasang banyak lampu yang berkerlip, berpijar indah. Dewi Shinta menyajikan banyak atraksi, dari komedi putar, pembacaan sajak, memainkan musik sederhana, bahkan sebuah sulap yang mempertontonkan kemahirannya berubah wujud.

"Ini hanya sebuah pasar malam, semua yang disajikan hanyalah untuk menarik pengunjung.", ujarnya.

Iya, yang Dewi Shinta lakukan hanyalah membuka sebuah pasar malam yang menyajikan banyak hal untuk menarik pengunjung. Pasar malam yang berlakon setiap malam, entah kapan akan berhenti, entah kapan akan berakhir.

Dewi Shinta menunjukkan wajahnya yang berparas ayu dengan tatapan naif, tangannya mengemis, memohon, agar para pengunjung terus bertahan di pasar malamnya. Tetapi hati dan pikirnya bergejolak arogan. Meninggikan dirinya, menganggap dirinya lebih suci dari siapapun, lebih gagah dari siapapun.
Pasar malam Sang Dewi berlakon setiap malam, entah kapan akan berhenti, entah kapan akan berakhir. Mungkin, pasar malam Sang Dewi akan berhenti saat Sang Rama datang ke pasar malamnya, mungkin pasar malam Sang Dewi akan berakhir saat sang Rama mengunjungi pasar malamnya.

Minggu, 27 Oktober 2013

Hujan di Pagi Hari

Bangunlah sayang, hari sudah pagi.
Bangunlah sayang, ku kecup keningmu dengan lembut.
Bangunlah sayang, ku buka tirai putih di sisi jendela.
Bangunlah sayang, ku buka perlahan daun jendela dan menikmati angin dingin yang menerpaku dengan lembut.

Bangunlah sayang, hari sudah pagi.
Bangunlah sayang, tak ada matahari bersinar pagi ini.
Bangunlah sayang, hujan turun pagi ini.
Bangunlah sayang, terlalu indah hujan pagi ini untuk kamu lewatkan dalam tidur.

Bangunlah sayang, hari sudah pagi
Bangunlah sayang, Aku menatap tubuhmu yang telanjang.
Angin memainkan rambutmu yang tergerai lembut diatas bantal.
Kulitmu yang indah, berwarna pucat terlihat menyatu sempurna diantara selimut berwarna merah yang mendominasi.
Bangunlah sayangku...
Aku mengecup kembali keningmu dan memeluk tubuhmu yang terbujur kaku diatas ranjang.
Bangunlah sayang, bangunlah..hari sudah pagi.

The Road

Mengintip dengan mata menyipit dari balik punggung lelaki tua yang duduk di depanku. Dapat terlihat lelaki tua ini duduk dengan tegak, mengendarai motor dengan hati-hati. Memperhatikan jalan di depannya dengan tekun, tanpa harus mencoba beraksi dengan kecepatan tinggi ataupun melanggar rambu seperti pengendara lainnya.
Aku kembali mengintip dengan mata menyipit dari punggung lelaki tua yang duduk di depanku.

Ada satu jalan didepan. Satu jalan dengan dua jalur. Jalur pertama, menuju ke tempat tujuanku. Kadang terhenti karena traffic light, kadang berbelok, kadang pula harus melambat karena ada halangan-halangan kecil yang muncul. Tetapi tetap saja Aku harus melewati jalan tersebut untuk mencapai tujuanku bukan ?!

Ada satu jalan didepan. Satu jalan dengan dua jalur. Jalur kedua, menuju kembali ke tempat awal, jalur untuk kembali ke titik awal. Tempat yang aman dan nyaman, tanpa Aku harus memikirkan banyak hal, tanpa Aku harus bersusah-payah, berpeluh, bertarung dengan teriknya matahari yang menyengat. Tempat dimana Aku dapat melindungi diriku, tanpa harus keluar dari sana.
Tetapi, bukankah itu sama saja Aku tidak dapat mencapai tujuanku ?
Karena Aku hanya kembali dan kemudian duduk di tempat yang paling nyaman di dunia.
Lalu, untuk apa Aku berpeluh, menghabiskan beberapa waktuku menempuh jalur pertama yang sebentar lagi mencapai tujuanku, jika akhirnya Aku memutuskan untuk berputar balik dan kembali ke tempat awal ? ke titik awal ?
Sia-sia bukan ?

Matahari menyengat dengan garang, menerpa wajahku yang mulai terbalut debu. Aku menghela nafas, mengirup udara yang terbaur dengan debu dan polusi. Aku menikmatinya, menikmati perjalananku siang ini menuju tempat tujuanku. Apapun itu, Aku akan menikmatinya..kehidupan.

Sabtu, 26 Oktober 2013

Anggap Saja



Anggap saja bibir kita bertemu malam itu, anggap saja kita bercinta di malam itu. Rasanya mungkin sama pada saat pandangan mata kita bertemu di malam itu. Bola mataku bertemu dengan bola matamu, berpandangan erat. Bercinta dalam pandangan, bercinta dalam pikiran, dan hatiku mulai dipenuhi dengan gelembung berwarna-warni. Indah, menggelitik, romantis.

Adrogantiam

Bibirku adalah milikku, tetapi bibirmu bukan milikmu. Itu milikku !!
Kamu tidak dapat menyentuh bibirku dengan sesukamu, tetapi Aku dapat menyentuh bibirmu dengan kuasaku.
Kamu tidak dapat mencium dan melumat bibirku dengan inginmu,
Tetapi Aku dapat menciumnya, melumatnya, bahkan menggigitnya saat Aku ingin.
Tubuhku adalah milikku, tetapi tubuhmu bukan milikmu. Itu milikku !!
Hatiku adalah milikku, tetapi hatimu bukan milikmu. Itu milikku !!
Semua hal yang ada di dirimu itu bukan milikmu, semua itu adalah milikku !!
Jika Kamu ingin memilikinya kembali, coba saja kamu racuni Aku.
Buat saja Aku mati, mungkin semuanya akan kembali menjadi milikmu.

Kamis, 24 Oktober 2013

Pasir


Biarkan butir-butir pasir menari di sela-sela jemari kakiku yang telanjang.
Biarkan saja jika ada pecahan kaca ataupun duri yang terinjak dan melukai jemari ini.
Biarkan saja jika jemari kaki ini terluka dan berdarah.
Aku akan tetap menikmatinya,
menikmati apapun yang terjadi diantara jemari kakiku yang telanjang diatas pasir.

Maneo




Berdiri diam,
tidak berjalan,
tidak berlari,
tidak pula merangkak.

Hanya diam,
berdiri disini, statis.
Menunggu seseorang untuk datang,
datang untuk mengulurkan tangannya ke arahku.

Setahun, dua tahun, tiga tahun,
waktu berjalan dinamis.
Sedangkan Aku masih berdiri statis.
Bukan hidupku, hanya hatiku yang berubah statis.
Mungkin sudah sekarat dan kemudian membeku.
Tapi tetap saja Aku berdiri disini, statis.
Menunggu,
terus menunggu,
tanpa tahu siapa yang ditunggu,
tanpa tau apa yang harus ditunggu.


Senin, 21 Oktober 2013

Conjure



Mari kita menari,
Menari dibawah sinar rembulan.
Mari kita berdansa,
Berdansa dibawah ribuan bintang.

Mari kita menari,
Mari kita berdansa.
Gerakan tubuhmu mengikuti irama.
Nikmati dan rasakan melodi dari suara gendang yang bertalu.

Ambilkan tali itu,
Ambilkan jarum itu,
Ambilkan boneka itu,
dan dendangkan mantra itu.

Nikmati..resapi..
Biarkan jemarimu mengikuti irama.
Salurkan amarahmu..
Luapkan emosimu..
Tertawalah..
Nikmatilah malam ini.
Dendangkan mantra itu..
Mantra untuknya.





Sosial



Satu ditambah satu sama dengan nol ?
Satu ditambah satu sama dengan satu ?
Satu ditambah satu, sama dengan dua ?
Satu ditambah satu sama dengan tiga ?
Satu ditambah satu sama dengan empat atau lebih ?
Satu ditambah satu sama dengan berapa ?
Dimana kesalahannya ?
Bagaimana menurutmu ?

Minggu, 20 Oktober 2013

Versus


Ini otak, ini hati.
Hanya ada satu otak,
Hanya ada satu hati.

Ini otak, ini hati.
Mana yang engkau dahulukan ?
Otak-mu kah ?
Hati-mu kah ?

Ini otak, ini hati.
Seimbangkan ?
Atau dahulukan salah satunya ?
Manakah yang engkau usahakan ?

Ah, baiklah..
Otak dan hati itu memang rumit.

Senin, 14 Oktober 2013

24 Jam Sehari

1440 menit..86400 detik
Terhitung setiap hari.
Apakah kurang ?
Apakah tidak cukup ?

1440 menit..86400 detik
Terhitung setiap harinya.
Beraktivitas dalam dunia,
menghabiskan waktu di dunia.
Apakah kurang ?
Apakah tidak cukup ?

Rutinitas kemudian membelenggu.
waktu kemudian memburu..
Kalian kemudian terjerat.
Kalian kemudian tersesat.
Sedangkan waktu yang tersisa hanya tak lebih dari sehari.
Malaikat maut tersenyum, menjemput kalian yang lupa akan waktu.

Wanita Pasar



Kulitnya berwarna coklat kemerahan akibat terbakar sinar mentari, keningnya basah oleh peluh, langkah kakinya melaju perlahan, otot-otot tangannya terlihat jelas diantara tangannya yang indah. Tangan yang seharusnya terhias dengan perhiasan serta pewarna kuku seperti wanita-wanita yang disebut feminis di luar sana.
Keranjang bambu yang besar terduduk manis diatas kepalanya. Terduduk manis bagaikan sebuah mahkota seorang ratu.
Kecantikan tetap terpancar di wajahnya. Kecantikan yang elok nan rupawan. Kecantikan murni seorang wanita, kecantikan yang sederhana, kecantikan yang tersirat diantara kekuatannya.
Mereka wanita, wanita dalam pasar.

Jumat, 11 Oktober 2013

Firestarter



Aku akan membakar tubuhmu,
Aku akan membakar hatimu,
Aku akan membakar pikiranmu.
Aku akan membakar setiap lekuk,
setiap sudut yang terpahat di tubuhmu.
Lihatlah Aku !!!
Terdiri dari api,
Terdiri dari atom-atom gas yang tereksitasi pada saat terjadi reaksi
exotermik antara bahan bakar dengan oksidator.
Tak hanya tubuhku saja,
Tetapi juga hatiku,
Pikiranku,
Hingga seluruh partikel yang tersusun sempurna dan membentuk tubuhku.

Lihatlah Aku !!
Hingga tanpa kamu sadari, keberadaanku akan membakar dirimu..
membakar tubuhmu, hatimu, pikiranmu.
Membakar setiap lekuk,
setiap sudut yang terpahat di tubuhmu.

Rabu, 09 Oktober 2013

Treasure



Ada sepasang disana, sepasang yang sama namun berbeda.
Sepasang, Kanan dan Kiri.
Jika salah satu menghilang,
Apa sebelah lagi harus ikut untuk dihilangkan ?
Ataukah disimpan walau tak mungkin untuk dipergunakan ?
Ada sepasang disana, sepasang yang saling melengkapi.
Jika sebelah menghilang atau rusak,
Apa yang sebelah lagi harus ikut dirusak ?
Ataukah dibuang ?
Ataukah disimpan, walaupun tak akan dipergunakan kembali ?

Selasa, 08 Oktober 2013

Bintang ( Jatuh ? )



Dimana rembulan ?
Ah sepertinya rembulan belum muncul, sepertinya rembulan belum tiba.
Matahari baru saja akan pergi, sinarnya yang kemerahan berpadu indah dengan warna langit yang kebiruan.
Dimana rembulan, Aku masih menunggu disini. Ditempat ini, ditempat yang sama setiap harinya.
Dimana rembulan ? Mengapa tak kunjung tiba ?
Aku menengadahkan wajahku, masih menanti datangnya rembulan.
Bukan sepi, bukan sedih, hanya ada damai.
Dimana rembulan, mengapa tak kunjung datang ?
Aku masih menunggu dengan hati yang berdebar.
Sedetik Aku merasa melihat sebuah bintang jatuh,
Bintang jatuh ? Ataukah aku berharap itu adalah sebuah bintang jatuh ?
Entahlah..Aku hanya ingin berharap di senja ini.
Berharap rembulan mulai tiba dengan sinar redupnya yang terkesan malu-malu.
Aku memejamkan mataku,
"Wahai bintang ( jatuh ? ) jika malam ini rembulan tak kunjung tiba, katakan kepadanya bahwa Aku merindukannya. Bahwa Aku selalu menunggunya ditempat yang sama. Dan Aku akan menunggu hingga waktu itu tiba untukku melihatnya bersinar, dalam hatiku, dalam hidupku."
Aku tersenyum, damai.

Zero

Aku adalah bilangan istimewa, bilangan yang sempurna.
Aku adalah sebuah bilangan yang jika kamu kalikan dengan bilangan lainnya, Aku tetaplah Aku.
Aku adalah sebuah bilangan yang jika kamu tambahkan dengan bilangan lainnya, akan menghasilkan bilangan sesuai dengan yang mereka ingin.
Aku adalah sebuah bilangan yang jika kamu kurangi, akan menghasilkan sesuatu yang negatif.
Aku adalah sebuah bilangan yang jika kamu bagi dengan bilangan lain, Aku tetap saja menjadi Aku.
Aku adalah sebuah bilangan yang jika kamu membagi bilangan lain dengan diriku, Aku tetap saja Aku.
Aku adalah sebuah bilangan yang jika kamu berusaha membaginya dengan bilangan yang sama dengan diriku, Aku akan menjadi tidak terhingga.
Aku istimewa, sebuah bilangan yang istimewa.
Aku sempurna, sebuah bilangan yang sempurna.

Bisik

Biarkan Aku mengeluarkan kegelapan hatimu yang paling dalam.
Biarkan Aku mengeluarkan semua hal yang buruk yang ada di dirimu.
Semua hal yang bahkan dirimu sendiri tak pernah dapat menduganya.
Biarkan Aku melihat semua sisi gelapmu.
Biarkan Aku melihat semua lukamu.
Biarkan Aku melihat semua dukamu.
Biarkan Aku melihat semua hal tentang dirimu.
Biarkan Aku..biarkan Aku..

Jumat, 04 Oktober 2013

Earth



Biarkan Aku bernafas, menghirup udara segar.
Biarkan Aku bernafas, menghirup udara luar.
Biarkan Aku bernafas, menghirup udara murni.
Biarkan Aku bernafas dengan bebas, dengan tenang.

Rabu, 02 Oktober 2013

Hide or Seek

Apa Aku mencarimu ?
Ataukah menantimu ?
Lalu, dimanakah dirimu ?
Bersembunyi di manakah dirimu ?
Mengapa tak kunjung tiba ?

Waktu berlalu, musim berganti.
Bulan demi bulan, hari demi hari.
Tak Aku temukan rupamu disini,
Tak jua ku temukan wajahmu dikeramaian.

Lalu, dimanakah dirimu ?
Bersembunyi dimanakah dirimu ?
Mengapa tak kunjung datang ?
Mengapa tak kunjung tiba ?

Apa Aku harus terus menunggu ?
Ataukah Aku harus terus mencarimu ?
Atau Aku harus berlari, mengejar dan menangkapmu ?
Wahai pasangan hidupku dimasa depan.

Selasa, 01 Oktober 2013

Dua Musim

Matahari berpijar, terik.
Matahari bersinar, hangat.
Matahari berbinar, menyilaukan.
Matahari..matahari..

Matahari tertutup awan kelabu,
Hujan pun turun.
Tetesan air hujan pun menari diatas bumi.
Harum, sejuk, indah.

Dua musim,
Musim panas dan musim hujan.
Berbeda, tetapi sama.
Sama tetapi berbeda.

Wujud Baru yang Tidak Sempurna



Ada sebuah vas yang jatuh dan pecah disana.

“Beli saja yang baru.” Itu yang orang-orang katakan.

“Tidak, Vas ini bagus dan mahal.”, jawabmu.

“Mungkin dulu vas itu bagus, mungkin dulu vas itu mahal. Tetapi sekarang sudah terjatuh dan pecah, hancur. Tidak ada harganya.”

“Ini masih ada harganya, masih ada nilainya.”, ujarmu.

Kemudian, kamu mengumpulkan pecahan demi pecahan dari vas yang sudah hancur tersebut. Mengumpulkan serpihan-serpihan kecilnya. Sesekali pecahan tersebut menusuk dijemarimu, sesekali serpihannya melukai jemarimu hingga berdarah. Sesekali pecahan dan serpihannya menyakiti jemarimu, tetapi kamu tak kunjung menyerah.
Saat pecahan dan serpihannya terkumpul, kamu mencoba merangkainya kembali. Namun pecahan dan serpihan tidak dapat menyatu dengan sempurna, tak dapat kembali ke wujud semula. Menyerahkah kamu ?

Kemudian kamu berfikir,
‘Ah, kenapa tidak ku lebur saja ini, Aku lebur menjadi sebuah wujud yang baru, sehingga semua kembali utuh.’

Kamu kemudian membawa pecahan dan serpihan untuk dilebur, tetapi kamu tidak melihat bahwa ada beberapa serpihan kecil yang tertinggal dilantai. Serpihan-serpihan yang tidak terlihat, serpihan-serpihan kecil yang terlupakan.

Sabtu, 28 September 2013

Motion

Malam ini hujan turun,
Langit terlihat kelabu,
Tanpa rembulan..
Tanpa bintang.

Mari kita bersenandung,
bersenandung sebuah lagu,
lagu yang menyayat hati
lagu yang sepi.

Malam ini hujan turun.
Tak ada rembulan, tak ada bintang.
Biarkan saja senandung sedih itu.
Biarkan saja airmata itu terjatuh.
Tak usah kau hapus.
Biarkan saja airmata itu terjatuh..
hanya untuk malam ini..
hanya untuk malam ini saja.

Rabu, 25 September 2013

Kupu Kupu Kecil



Satu Dua Tiga..
Datanglah seekor kupu-kupu kecil
datang dengan terbang mengepakkan sayapnya.
Sayapnya yang indah namun beracun.

Satu Dua Tiga..
Datanglah seekor kupu-kupu kecil.
datang dan kemudian hinggap di sekuntum bunga.
Bunga yang penuh dengan serbuk sari yang matang.

Satu Dua Tiga..
Datanglah seekor kupu-kupu kecil.
Datang dan kemudian menghisap sari-sari bunga..
Bunga yang penuh dengan serbuk sari yang matang.

Satu Dua Tiga..
Datanglah seekor kupu-kupu kecil.
Datang dan merampas bunga dari seekor lebah.
dan kemudian menghisap dengan rakus serbuk sari yang ada.

Satu Dua Tiga..
Datanglah seorang pelacur kecil..
Ah..maaf, seekor kupu-kupu kecil maksudku..
seekor kupu-kupu kecil maksudku.

Senin, 23 September 2013

Bangsawan

"Aku berdarah biru.", ucapnya dengan nada angkuh.

"Tolong ambilkan Aku pisau, biar Aku torehkan ditanganmu. Aku ingin tahu, apakah darahmu benar-benar berwarna biru.", jawabku dengan malas.

Dia menatapku dengan pandangan meremehkan, seakan-akan Aku adalah makhluk bodoh yang tidak mengerti akan maksud dari ucapannya. Senyumnya mengembang tipis, sinis. kemudian berkata,

"Aku bangsawan, bukan darahku yang benar-benar berwarna biru."

"Lalu, apa istimewanya menjadi bangsawan. Toh kamu tetaplah kamu.", jawabku.

"Tentu saja ini istimewa. Keluargaku dielu-elukan oleh masyarakat. Garis keturunanku istimewa, begitu istimewa, berharga. tidak seperti kalian, hanya kaum rakyat jelata.", ujarnya angkuh, sombong, meremehkan.

Aku memandangnya dengan tatapan heran, tatapan heran yang kemudian berubah menjadi rasa kasihan.

"Tak ada yang istimewa. Toh darahmu tetap saja merah. Toh kebangsawananmu tak akan menyelamatkan kamu dari kematian, penyakit, kesedihan, luka dan juga dosa. Lalu, untuk apa kamu banggakan?! Hanya karena segelintir orang mengelu-elukan keluargamu? Kebangsawananmu juga tidak akan membuatmu pintar tanpa belajar, tidak akan kamu bawa sampai mati."

Terlihat raut wajahnya merasa terhina.

"Aku tak akan menilai kamu dari status kebangsawananmu. Toh Aku bukan seorang penjilat. Aku menilai dirimu dari dirimu sendiri, dari pola pikirmu, dari karaktermu."

"Kamu hanya iri, karena Aku istimewa, karena Aku lebih tinggi darimu.", ujarnya kasar.

"Apa yang harus membuat Aku iri ? Toh kita masih sama-sama memakan nasi, kamu tidak memakan emas bukan ?! Bahkan pendidikanku jauh lebih tinggi dari dirimu. Apa gunanya Aku iri dengan hal seperti itu ? Ras, suku, warna kulit, status, kekayaan, tak akan membuatku iri. Aku tak ingin menjadi orang picik yang hanya melihat manusia dengan golongan-golongan tertentu. Coba lihat Aku, Aku pribumi, walaupun wajahku tidak terlihat seperti orang pribumi. Keluargaku multikultur, bercampur pula diantara agama yang berbeda. Bahkan kalau mau jujur, Ayahku pun seorang bangsawan. Aku bangga dengan itu ? Tidak, Aku tidak bangga. Tidak ada yang perlu dibanggakan. Aku hanya akan membanggakan apa yang Aku raih sendiri, apa yang Aku usahakan sendiri, bukan berdasarkan status, harta, ras, bangsa ataupun suku. Aku bangga karena Aku sendiri.", ujarku.

Wajahnya memerah menahan marah bercampur rasa malu, kemudian dia berlalu pergi.

Ah, manusia itu lucu bukan, tetapi manusia juga merupakan makhluk yang menarik.
Aku menggelengkan kepalaku dan kembali sibuk dengan secangkir teh hangat yang perlahan-lahan mulai dingin.
Yah, manusia itu makhluk yang lucu, tetapi juga sangat menarik.


Sabtu, 21 September 2013

Hal yang Seharusnya Tidak Dilakukan.

Jangan jual dirimu dalam nama cinta.
Jangan jajakan tubuhmu diatas nama cinta.
Jangan bodohi nuranimu karena sesuatu yang bernama cinta.

Tabu

Hal yang menyangkut anatomi khusus dalam tubuh dianggap menjadi tabu.
Penggunaan kata spesifik terhadap anatomi tubuh pun juga dianggap tabu, asusila, untuk diucap, ditulis maupun didengar.
Padahal apa yang salah dengan kata "Penis", "Vagina", "Sperma" serta "Ovum"??
Penggunaan kosakata itu, sesuai dalam konteks biologi atau kedokteran. Bukan penggunan kosakata yang berkonteks secara kasar.
Apa mungkin karena dalam banyak masyarakat, organ ini dianggap tabu untuk dibicarakan secara terbuka ? Sehingga walaupun dijabarkan dalam kosakata yang teratur, kosakata yang baik, kata-kata tersebut tetap dianggap vulgar, dan tetap tabu untuk ditulis, diucapkan dan dengar.

Jumat, 20 September 2013

Pertanyaan



Sebuah usaha untuk menjalani hidup yang baru ?
Atau sebuah usaha untuk bunuh diri secara perlahan ?
Sebuah usaha untuk meneruskan keturunan dan hidup ?
Atau sebuah usaha untuk mencoba melihat sebuah neraka dunia yang membunuh perlahan ?

Ice Cream


Ada dua piring ice cream di meja,
manakah yang ingin kamu pilih?
Ada dua piring ice cream di meja,
manakah yang kamu ingin?
Rasanya sama, hanya saja bentuknya berbeda.
Ada dua piring ice cream di meja.
Satu untukmu, dan satu lagi untukku.
Manakah yang kamu pilih, manakah yang kamu ingin?

Rabu, 18 September 2013

Ini Bukan Cinta

Mungkin ini bukan cinta..
Mungkin ini semua memang semu..
anggap saja ini hina..
anggap juga ini beku..

Racunmu memuai dalam nadiku..
Membuaiku dalam ketiadaan..
Kehampaan yang kaku..
Kesepian yang tak bertepi..

Lalu saat kerinduan mulai memberondong jiwaku kedalam jurang kenistaan..
Kemana Aku harus berlari menyelamatkan diri?
Kamu pergi..
Pergi bersama mimpi..

Kamu berkata ini cinta..
Aku katakan itu dusta..
Kamu berkata ini bahagia..
Aku katakan itu nestapa..

Tak bisakah kita menyatu?
Dalam setiap debaran yang terlewati..
Dalam setiap asa yang berlari..
Dalam setiap gairah yang membakar kita waktu itu?!

Lupakan semua emosi..
Lupakan semua ego..
Lupakan semua pertengkaran..
Lupakanlah semua tetes airmata yang jatuh saat engkau dan Aku mulai saling menyakiti..

Aku dan kamu..
Bercinta dalam ketiadaan..
Saat tubuhmu dan tubuhku menyatu dalam gelora..
Semuanya menghilang..
Hangus..

Kamu dan Aku..
Tak ada lagi tentang Kamu dan Aku..
Semua hanya tentang Kamu..
Semua hanya tentang Aku..

Dan kini..
Semua memudar..
Meninggalkan jelaga hitam..
Sehitam dirimu..
Sehitam diriku..

Repost from blackpearlandshadow 11 february 2012

Genitals

Sentuhlah kelaminmu sendiri,
berkali-kali,
berulang kali,
hingga kamu puas.

Sentuhlah klitorismu sendiri,
dengan jemarimu,
gunakan tanganmu,
berulang kali, hingga kamu puas.

Lalu, kamu berfikir,
"Mengapa Tuhan menciptakan manusia dengan sebuah alat kelamin?
Mengapa Tuhan menciptakan manusia dengan klitoris?
Mengapa Tuhan menciptakan manusia dengan adanya nafsu?"

Menemukan jawabannya kah kamu?

Pria dan wanita,
Penis dan vagina,
Sperma dan ovum,
Menyatu, besetubuh..bersenggama.
Sebuah ritual yang suci, yang melahirkan jiwa- jiwa baru.
Ritual suci ( yang harusnya ) dilakukan dengan pasangan ( yang terikat dalam pernikahan ).
Jika tidak mampu menjadikan semua itu halal, JANGAN BERSENGGAMA !

Selasa, 17 September 2013

The Sweetest Goodbye

Ayo kita berjalan sebentar saja,
hanya untuk menikmati malam,
sembari menenangkan hati yang seakan berdebar tidak menentu.
Menenangkan kegelisahan yang bergema dalam hati.

Ayo kita berjalan sebentar saja,
Tak usah kamu genggam erat jemariku,
Tak usah kamu berjalan berdampingan denganku,
walaupun Aku mengharapkan hal itu.

Ayo kita berjalan sebentar saja.
menikmati rembulan yang bersinar penuh,
Menyinari bumi malam ini,
Rembulan yang seakan melayang mengiringi langkah kita.

Ayo kita duduk disini sebentar saja,
hanya berdua.
Menikmati malam yang berlalu syahdu.
Diantara temaramnya sinar rembulan yang mengintip malu-malu.

Ayo kita duduk disini sebentar saja,
hanya kita berdua,
saling menatap satu dengan yang lain.
Seakan mencoba merenung akan kita berdua.

Ayo kita duduk disini,
hanya sebentar, hanya berdua.
Mencoba mengingat kembali semua alasan untuk mencintai,
untuk terus bersama.

Aku tersenyum, kamu pun menyambut senyumku.
Kita berdua bagaikan sebuah lukisan sepasang kekasih yang sedang jatuh cinta,
diantara sinar rembulan dan dua cangkir kopi,
romantis..syahdu.

Sebuah pelukan,
terasa seperti saat pertama cinta itu berbunga.
Aku dan kamu saling menatap,
tatapan dengan beribu makna.

"Terima Kasih..."
Hanya kata itu yang mampu terucap.
Dan kemudian kita berdua berlalu,
berjalan terpisah.
Tak ada lagi jemari yang dapat Aku genggam,
Tak ada lagi senyum yang dapat menghangatkan hatiku,
Tak ada lagi..kamu..
Dan hujan pun mulai turun,
seakan rembulan mengintip isi hatiku yang sepi.
sepi tanpa adanya dirimu lagi.

Seduction




Dia melucuti pakaiannya satu persatu,
Dia menunjukkan kulitnya yang kecoklatan indah sedikit demi sedikit,
Dia memperlihatkan tubuhnya yang telanjang perlahan demi perlahan.
Tetapi dia berkata, "Jangan sentuh Aku."

Dia mendekatkan tubuhnya perlahan,
Dia menyentuhkan bibirnya di cuping telingamu,
berbisik lembut,
bagaikan melodi indah yang bergaung dihatimu.

Dia memejamkan matanya,
Bibirnya yang ranum ada disana, setengah terbuka,
seakan menuntut untuk kamu lumat,
tapi kemudian dia berkata, "Jangan cium Aku."

Dia disana, berdiri dengan tubuh telanjangnya.
gerak geriknya menggoda, bibirnya merayu,
tangannya menyentuh tubuhmu perlahan demi perlahan,
matanya mengerling nakal,
seakan meminta untuk kamu sentuh,
seakan meminta hatimu seutuhnya,
seakan meminta tubuhmu untuk menyatu di tubuhnya.
Tetapi dia berkata, "Jangan setubuhi Aku!"

Wanita..
Wanita..

Sabtu, 14 September 2013

Aesthetics

Menikmati hangatnya sinar matahari yang berpijar menerpa tubuh.
Menikmati rintik hujan yang turun membasahi bumi..membasahi tubuh.
Menikmati angin yang berhembus, membelai tubuhku.
Menikmati rembulan yang mengintip malu-malu, bagaikan seseorang yang mencintai secara sembunyi-sembunyi.
Menikmati bintang yang berkerlip genit disetiap malam.
Semuanya bagaikan pelukan yang penuh cinta.
Indah..ini indah.
Matahari, Hujan, Angin, Rembulan, Bintang...
Alam...
semuanya terasa begitu indah,
Bagaikan lukisan yang sangat nyata dalam kedua mataku.
Indah..ini indah.
Indah..ini indah dan mempesona.
Lalu, untuk apa Aku bermimpi? Jika kenyataan jauh lebih indah daripada sebuah mimpi.

Kamis, 12 September 2013

Waktu

Waktu itu unik, waktu itu ajaib. Tetapi waktu tidak akan berjalan mundur, waktu hanya akan terus berjalan ke depan. begitu juga kalian.
Semangat, berdoa, melangkah kedepan dan kemudian berbahagialah.

Selasa, 10 September 2013

Avaricious

Manusia terkadang bersifat sangat tamak.
Bahkan dalam urusan hati dan perasaan, ketamakan mereka tak kunjung memudar.
Manusia terkadang bersifat sangat rakus.
Tak pernah merasa puas,
Bahkan dalam hal cinta pun mereka bisa menjadi sangat rakus.
Manusia terkadang bersifat sangat serakah.
Sehingga hidup mereka hanya bisa mengemis ( tanpa mereka sadari ).
Mengemis akan harta, mengemis akan cinta, mengemis akan popularitas, mengemis akan kecantikan, mengemis akan sebuah surga, mengemis kepada Tuhan.
Manusia...
Manusia..

Not Broken Anymore

Tolong ambilkan tissue, sepertinya airmataku akan meruak keluar.
Tolong ambilkan Aku tissue, sepertinya Aku ingin menangis.
Bukan, ini bukan airmata kesedihan. Hanya saja Aku butuh menangis.
Bukan, ini bukan airmata kesedihan. Ini hanya airmata kebahagiaan.
Bahagia karena Aku begitu dicintai.
Tolong ambilkan Aku tissue.

Minggu, 08 September 2013

Pleonasme

Hidup ?
Mati ?
Seperti hidup ?
Ataukah seperti mati ?
Ah...bukan..ternyata hanya sekarat..
hanya sekarat.

Senin, 02 September 2013

Telanjang, Bertelanjang, Seperti Telanjang

Apa yang kamu rasakan saat kekasihmu menggenggam jemarimu?
Apa yang kamu rasakan saat kamu menggenggam jemari kekasihmu?
Apa yang kamu rasakan saat berada bertelanjang dihadapan kekasihmu?
Berdebarkah?
Malukah?
Rikuhkah?

Lalu, Apa yang kamu rasakan saat bertelanjang dihadapan Tuhan-mu?
Telanjang, bertelanjang, seperti telanjang.
Bukan tubuhmu, tetapi hatimu, jiwamu, seluruh sari-pati dirimu.
Berdebarkah?
Malukah?
Rikuhkah?
Padahal Tuhan-mu mengetahui semua tangismu, dukamu, bahagiamu.
Padahal Tuhan-mu selalu tahu semua luka yang terlihat ditubuhmu,
bahkan tanpa kamu harus melucuti pakaianmu satu persatu,
bahkan tanpa kamu harus melucuti semua keluh kesahmu satu demi satu.
bahkan saat kamu berenang bahagia dalam dosa, tertawa dalam gumulan dosa,
Tuhan tidak sekalipun memejamkan mata-Nya.
Tidak sekalipun menatap kalian dengan perasaan malu.
Lalu, Apa yang kamu rasakan saat bertelanjang dihadapan Tuhan-mu?
Apa yang kamu rasakan saat bertelanjang dihadapan Tuhan-mu?

Jumat, 30 Agustus 2013

Poison

Secangkir racun yang hangat terhidang untukmu.
Secangkir racun hangat yang kamu pinta.
Secangkir racun hangat yang kamu cari.
Secangkir racun yang hangat karena nafsumu yang menggebu.

Minumlah perlahan,
Teguklah perlahan,
Nikmati panasnya menjalar di tenggorokanmu.
Nikmati prosesnya menjalar ditubuhmu.

Jangan kau cabik tubuhmu karena siksanya,
Jangan kau muntahkan itu sayang,
Nikmati saja..
Karena itu yang kau inginkan..
Karena itu yang kau pilih.

Secangkir racun hangat terhidang untukmu.
Secangkir racun hangat yang kau pilih.
Nikmati saja sayang..
Seperti Aku menikmati menatap tubuhmu yang mulai mengejang pilu..
Seperti Aku yang menikmati menatap tubuhmu yang mulai membiru..
Tersiksa..menerjang maut.

Bon Appetit Mon Cher

Kamis, 29 Agustus 2013

Pandemonium

Panas, terbakar..
Menggapai, berteriak..
Airmata, darah..

Api berkobar melecut tubuh-tubuh pendosa
Tak ada aroma hangus,
Tak ada Aroma terpanggang.

Jeritan membahana,
Tangan-tangan menggapai keluar
Seperti memohon,
Seperti mengemis.

Api berkobar melecut tubuh-tubuh pendosa.
Seperti hangus, nyaris tak berbentuk.
Tapi mereka tak kunjung mati.

Ampun..Ampun..
Tolong..tolong..
Tuhan..Tuhan..

Padahal dahulu mereka begitu angkuh.
Kepala mereka mendongak sombong,
menyusuri Tian di dunia,
menantang Tuhan.

Ampun Tuhan...
Tolong Tuhan..
Tuhannn...Tuhaaaannnn....

Jemari para pendosa menggapai,
seperti memohon, seperti mengemis,
diantara tubuh-tubuh yang tak kunjung mati.
Diantara lecutan api yang berkobar seperti sebuah tarian dosa.

Selasa, 27 Agustus 2013

Man Behind Silhouette




Dia berdiri disana, membelakangi cahaya. Dia berdiri tegak disana, mengintip tajam dari balik lensa.
Diantara Matahari yang tenggelam indah, tubuhnya bagaikan menyatu dan menjadi sebuah lukisan yang indah.
Diantara buku-buku jarinya yang tidak sempurna, jemarinya mampu menangkap keindahan yang sempurna.
Diantara buku-buku jarinya yang tak sempurna, yang terlihat hanyalah keindahan.
Jemarinya indah, karyanya pun indah.
Tak ada satu kata yang bisa menggambarkan tentang dirinya, kecuali keindahan.
Sebuah karunia yang hebat dari Maha Pencipta.



Sabtu, 24 Agustus 2013

Madu




Biarkan Aku merayumu,
Sedikit saja, hanya sedikit.
Sebentar saja, hanya sebentar.

Biarkan Aku menggodamu,
Sedikit saja, hanya sedikit.
Sebentar saja, hanya sebentar.

Aku merayumu,
Aku menggodamu,
hanya ingin seperti itu.
Hanya kepadamu saja.

Saat kamu terbiasa dengan rayuanku,
Terbiasa dengan godaanku,
Tanpa sadar Aku bersembunyi dihatimu.
Dan tanpa sadar, Kamu akan meninggalkan wanitamu..
Untukku.

Walaupun seberapa kuat perasaanmu kepadanya,
Aku sudah ada di hatimu,
bersembunyi disana..
dan menunggu.

Tidak, Aku tak perduli dengan wanitamu..
Karena Aku menginginkan dirimu.
Tidak, Aku tak menghargai kalian,
Karena yang Aku inginkan adalah 'kita'.

Rayuanku tak berisikan mimpi dan janji,
tak ada aroma picisan disana,
Rayuanku berisikan kenyataan.
Godaanku berisikan kemudaan.
Lalu, biarkan Aku menjadi pelarian nafsumu.

Hingga saat Kamu melihatku dalam nyata,
Menatap mataku,
Kamu akan tahu akan perasaanku yang menginginkanmu dalam kesedihan.
Mendambakanmu dalam dongeng wayangku.

Biarkan Aku merayumu,
Biarkan Aku menggodamu,
Sedikit saja, hanya sedikit.
Sebentar saja, hanya sebentar.



Ps : Hati itu rentan. Bahkan untuk seseorang yang mempunyai cinta yang begitu besar. Bahkan mampu menghacurkan sebuah pernikahan selama bertahun-tahun Bahkan mampu merubah seseorang wanita penggoda terlihat menjadi baik dan naif . Mampu merubah seorang wanita k-3 terlihat menjadi seorang dewi penyelamat. Hargai hubungan Anda dan hargailah hubungan orang lain. karena Hati manusia itu begitu rentan dan mudah berpaling.

Pradormitium



Biarkan dia tertidur lelap,
Biarkan saja matanya terpejam erat.
Biarkan saja..
entah sampai kapan..
entah sampai kapan.

Kamis, 22 Agustus 2013

Suci ?

Apa yang terjadi saat hati dan otakmu hanya berada di balik celana dan pelapis dada?
Hatimu dan otakmu hanya bisa menyentuh kemaluan dan payudara saja.
Lalu terasa hambar bukan?!
Inilah yang terjadi saat ini.
Kalian hanya membicarakan prihal nafsu belaka.
Karena hati dan otak kalian terbentur diantara kemaluan dan payudara yang membuncah indah.
dan kemudian prihal perasaan menjadi sebuah omong kosong.
Jiwa kalian menjadi menyedihkan dan kotor dan tak akan pernah menemukan kepuasan.
Aku mengasihi kalian wahai manusia,
Aku mengasihani kalian wahai manusia,
walaupun kalian terkadang terlihat menjijikan.

Sabtu, 17 Agustus 2013

Devil Love Song

Black like a coffee,
Dark like a night.
Red like a fire,
Im cunning, sly, dangerous and jelousy.
That's what human describe me.
Sin?
It's like a soul for me.

But it's getting tired day by day.
I wanna be loved,
I wanna be acceptable.
So look at me.

Embrace me,
Touch me,
Hold me,
Look at me.

But in the end, i'm scared
to scared to loved
to be loved
to scared to lose.

Forgive me GOD.

Jumat, 16 Agustus 2013

Rainy Day

The skies are crying.
And im standing there, watching.
I put my hand in the air, try to touch the rain.
It soft, beautifull but at the same time it looks so sad.

The skies are crying.
You standing there, across the street.
And im standing here, watching.
Just go and run darling.
I'll not run to you like the old time.
I'll just standing here, watching you disapear.

Kamis, 15 Agustus 2013

Lipstik


Aku kembali melangkah masuk kedalam rumah ini, rumah yang dahulu Aku huni. Masih terlihat seperti dulu.  Dinding kayu, lantai kayu, furniture yang mayoritas terdiri dari kayu menghiasi rumah ini. Aku memejamkan mata, menyesap udara yang sepertinya Aku rindukan.
Aku membuka mataku perlahan saat mendengar suara berdenting ditelingaku. Angin berhembus lembut, menyibakkan tirai dari pintu kaca belakang. Seorang gadis muda terlihat berjalan perlahan melewati tirai yang berhembus. Wajahnya bersinar murni, berseri, polos. Gaun putihnya ikut tersibak angin saat gadis itu melangkah. Gadis muda yang terlihat begitu naif, begitu suci, begitu rapuh.
Gadis muda itu berjalan perlahan, matanya terbuka, bibirnya tersenyum lembut, penuh kebahagiaan tetapi jemarinya yang mungil menggapai udara kosong didepannya, seakan terlihat sedang mencari arah. Dengan langkah kecilnya yang perlahan, bibirnya masih saja tersenyum.
Ah, gadis muda, bahkan kemudaannya terkesan bahwa rambut kemaluannya baru saja tumbuh, begitu murni..begitu polos.

Aku terkejut saat gadis muda itu tiba-tiba berlari kecil, kakinya terlihat seakan menari bersama angin yang masih membuai. Indah, terlihat begitu indah.
Suara gelak tawa menggelitik digendang telingaku, membawa sedikit rasa yang melembutkan hatiku.
Mataku menatap lekat kapadanya, tak mampu untuk berpaling, memperhatikan setiap gerik tubuhnya yang mempesona. Kemudaannya mempesonaku.

Gadis muda itu menghampiri seorang pria yang duduk sembari menyesap secangkir kopi hangat. Tangannya masih saja berusaha menggapai, meraba, dan saat jemari gadis muda menemuka sosok pria itu, senyum kembali mengembang di bibirnya. Jemarinya mebelai dengan lembut setiap lekuk wajah pria itu. Dahinya, matanya, hidungnya, bibirnya, dagunya, rambutnya, terlihat wajah gadis muda dipenuhi dengan ekspresi kepuasan yang membahagiakan. tetapi entah mengapa Aku merasa itu memuakan. Pria itu hanya menatapnya dengan datar, dan kemudian menepis jemari gadis itu dengan kasar kemudian berlalu.
Gadis muda terlihat berusaha mencari pria itu dan kemudian melangkah mengikuti suara langkahnya yang terdengar terburu. Tanpa sadar Aku mengikuti gadis muda itu, mengikuti kemana arah perginya tanpa suara.

Seorang gadis muda tersenyum saat menemukan pakaian yang dikenakan pria itu. Jemarinya membelai lembut dan kemudian memeluknya dengan perasaan bahagia. Pria itu berdiri didepannya, dan kemudian kembali menepisnya dengan kasar. Aku tersentak saat sekilas melihat ekspresi terluka di wajah gadis muda itu.
Entah berapa kali pria itu menepis gadis muda itu dengan kasar, saat gadis muda itu berusaha menggapainya.
Aku terlihat begitu muak, begitu marah.
Seberapa keras gadis muda itu berusaha mengejar pria itu, pria itu tetap tidak bergeming. memperlakukannya bagaikan sebuah boneka. Terkadang terlihat pria itu memeluk gadis muda dengan erat, terkadang terlihat pria itu menepis gadis muda dengan kasar.
Aku tak tahan dengan pemandangan yang ada didepanku.
Begitu naif gadis itu, begitu dungu gadis itu.
Rasa marah kian membuncah didalam hatiku, seketika Aku mencengkram tangannya yang kecil dan kemudian menyeretnya ke arah kamar mandi.
Aku menenggelamkan tubuhnya kedalam bak mandi yang penuh dengan air. Tubuhnya terlihat meronta, berusaha melawan cengkraman tanganku. Matanya yang jernih menatapku dengan tatapan bertanya diantara air yang menggenang, tetapi amarahku tak juga reda.
 "Sadarlah...Sadarlah...untuk apa kamu mencintai semurni itu, sedangkan kamu tidak dicintai!!!!", ujarku.
Airmata mengalir deras dari mataku. Rasa marah, muak, benci bergelut didalam tubuhku yang masih saja mencengkram gadis muda itu didalam air.
Dan kemudian Aku menarik tanganku dari dalam air saat gadis muda itu sudah tidak bergerak.
Aku terduduk dilantai kamar mandi, airmataku mengalir kian deras. Dengan tertatih Aku berusaha bangun dari dudukku. Aku menatap tubuh gadis muda yang sudah tidak bergerak didalam air. Tubuhnya perlahan mengabur, seakan tersapu air.
Aku menghapus airmataku perlahan, berdiri didepan kaca dan kemudian memoleskan lipstik di bibirku yang pucat. Terlihat refleksi wajah gadis muda itu didepan kaca. wajah yang tidak lagi terlihat polos, wajah yang tidak lagi terlihat murni, wajah yang tidak lagi muda. Wajahku...

Rabu, 14 Agustus 2013

Retak

Meja makan malam ini kembali mendingin. Hari ini tepatnya memasuki malam ke-5. Tak ada percakapan yang biasanya terdengar, tak ada senda gurau yang biasanya terlontar. Yang terhidang hanyalah suara denting garpu dan sendok yang beradu.
Seorang wanita duduk disebelahku, wajahnya masih terlihat cantik diantara helai-helai rambutnya yang memutih dan keriput-keriput mungilnya yang menghiasi. Di seberang meja makanku, duduk seorang pria yang masih terlihat gagah, walaupun usia tua mulai menggerogoti tubuhnya.
Mereka adalah sepasang jiwa yang bersengama dan mewujudkan jiwa baru yang berwujud Aku.
Mereka adalah sosok yang Aku kagumi sebagai sepasang jiwa yang bisa bertahan selama puluhan tahun.
Tetapi kini, mereka diam membisu, tak bertegur sapa ataupun bersenda gurau. Seakan tak perduli akan kehadiran masing-masing.

Meja makan malam ini bertambah dingin, saat mereka berkata bahwa mereka akan berpisah.
Tidak, bukan perasaan sedih yang ada. Tetapi perasaan hampa yang kemudian membeku.
dan seketika rumah ini terasa ikut membeku. kehangatan yang dulu ada lenyap satu persatu.
Aku tak ingin bertanya "mengapa" kepada mereka ataupun kepada Tuhan. Karena pertanyaan "mengapa" selalu menjadi hal yang melelahkan dan tak akan menjadi kepuasan.

Aku meninggalkan meja makan dengan perasaan kosong, otakku terasa kaku. Aku merebahkan tubuhku perlahan di atas ranjang dan menarik selimut, menutupi tubuhku yang menggigil. Berharap saat pagi menjelang semua ini hanyalah sebuah mimpi buruk.

Selasa, 06 Agustus 2013

Library Of Soul



Mind, Personality, Spirit and Sense..
Feelings, Thoughts, and Wishful thinking..
The whole inner life of human,
I can see it through my eyes. 

Kamis, 01 Agustus 2013

Persuasi


Matahari bersinar menghangatkan tubuhku. Aku yang berdiri disini, mencoba bercengkrama dengan alam. Menikmati surga yang tersaji di pelupuk mata.
"This is Fairy world.", gumamku.
Tempat ini bagaikan antidote untuk jiwa dan fikirku.
Aku memeluk tubuhku yang sedikit kedinginan. Aku merengkuh jiwaku yang bermeditasi dengan sendirinya.
Tempat ini begitu hidup, begitu murni dan penuh dengan aroma Fairy. Tempat ini begitu berbeda dengan dunia nyata yang Aku pijak selama ini. Dunia yang mati suri, dunia yang terlihat semarak dan hidup, akan tetapi penuh dengan jiwa-jiwa yang mati suri. Dunia yang penuh dengan hewan-hewan besi dengan penghuni yang berhati baja tetapi ber-otak imitasi. Dunia yang sibuk dengan Retorika busuk nan picisan.
Tempat ini mempunyai jiwa, mempunyai kehangatan, mempunyai kesejukan yang murni, sehingga Aku menyebutnya "Fairy World".
And this is my Fairy World..My Fairy world.

 

Senin, 29 Juli 2013

Adam dan Hawa


Mereka berkata Adam tercipta untuk Hawa.
Mereka berkata bahwa hanya ada satu Hawa untuk seorang Adam.
Tetapi Adam zaman sekarang hanya tergiur sosok Hawa yang molek, sosok Hawa yang mempunyai aroma seksualitas.
Tetapi Adam zaman sekarang, adalah Adam yang telah memakan buah terlarang, buah yang penuh dengan racun berbisa di bibirnya, hingga hatinya pun penuh akan racun kemunafikan belaka.

Mereka berkata Hawa tercipta untuk melengkapi Adam.
Mereka berkata bahwa hanya ada satu Adam untuk seorang Hawa.
Tetapi Hawa zaman sekarang hanya tergiur oleh janji dari racun yang terlontarkan oleh Adam.
Tetapi Hawa zaman sekarang, adalah Hawa yang menebarkan aroma seksualitas disetiap geriknya.
Tetapi Hawa zaman sekarang, adalah Hawa yang telah mencicipi buah terlarang, sehingga hati dan jiwanya terpenuhi oleh racun belaka.

Paranormal

Mereka mencoba untuk mereka hati, mereka mencoba untuk melihat masa depan, mereka mencoba untuk membaca masa lalu. Lalu mereka terbuai akan apa yang mereka lihat dan mereka dengar. Mereka kemudian mengira bahwa itu adalah kebenaran. Hingga mereka lupa, lupa akan garis Tuhan dengan Iblis lebih tipis daripada sehelai rambut.

Sabtu, 20 Juli 2013

Di Tengah Malam yang Membosankan

Hey mari kita bercengkrama sebentar saja.
Tidak!!! Jangan membicarakan tentang cinta. Itu sangat membosankan, pembicaraan tentang cinta itu sangatlah menjemukan.
Mari kita bercengkrama akan hal yang lain.
Bercengkrama tentang gairah.
Ah, jangan berfikir kotor.
Gairah itu bukan hanya tentang hal yang berbau seksualitas bukan?!
Jangan persempit makna gairah menjadi sebuah kata yang beraroma seksualitas.
Gairah itu adalah sesuatu yang dapat membuatmu hidup.
Gairah itu adalah hasrat, keinginan yang kuat.
Gairah itu ada dalam semua aspek kehidupan.
Saya mempunyai gairah hidup yang besar, tapi bukan dalam hal cinta.
Gairah untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang terkadang terasa diluar jangkauan manusia.
Yah, mungkin Saya seorang imajiner, seorang pemimpi yang besar.
Tetapi hal itu tak menjadikan kesalahan bukan?!
Gairah itu tetap menopang Saya untuk berusaha dan belajar.
Gairah itu tetap menopang Saya untuk hidup di dunia yang sukar untuk dipercaya saat ini.
Lalu, saat Saya sudah membicarakan tentang gairah yang Saya punya, Apakah Saya dapat bertanya tentang gairah yang kamu punya??

Kamis, 18 Juli 2013

Analogi Manusia dan Kaca

Manusia itu makhluk yang rapuh seperti kaca.
Terkadang terjatuh dan retak,
Terkadang terjatuh dan pecah,
Terkadang terjatuh dan kemudian hancur.
Tetapi kemudian, keretakan itu bisa diperbaiki,
Pecahan itu dapat di kumpulkan dan disatukan,
walaupun tak bisa kembali menjadi kaca yang sama.
Manusia itu makhluk yang rapuh seperti kaca.
Terkadang terjatuh dan kemudian hancur.
Tetapi kaca yang hancur itu bisa dikumpulkan..
dan dilebur menjadi bentuk yang berbeda.

Kota yang Mati Suri

Aku berjalan menyusuri kota Jakarta malam ini. Masih terlihat ramai, walau waktu mulai menunjukkan pukul 10 malam. Kerlip lampu gedung tinggi berpijar terang, mengalahkan kerlip bintang yang berpijar dilangit. Kerlip lampu kendaraan yang masih saja berlalu-lalang berpijar menyilaukan mata. Jakarta, kota yang seakan tidak pernah mati.

Aku terus menyusuri jalanan, tanpa arah. Hanya sekedar untuk menikmati kota ini, menikmati pemandangan yang terlihat begitu indah dan memabukkan ini. Hingga kemudian rasa lelah dan haus menghampiriku. Aku terdiam, berusaha mencari tempat untuk mengistirahatkan kakiku yang mulai terasa pegal. Ditengah nafasku yang terengah, mataku berusaha mencari mini market yang menjamur di kota ini. Dan tak beberapa lama, Aku menemukan apa yang Aku cari. Sebuah mini market yang buka 24 jam. Aku melangkahkan kakiku dengan cepat, bagaikan seorang musafir ditengah gurun yang tak sabar saat melihat Oase.

"Ahhh...."
Suaraku terdengar seperti lenguhan sapi saat air dingin dari botol minuman segar yang Aku beli dengan terburu di sebuah mini market, membasahi kerongkonganku yang sedari tadi terasa mencekat. Aku menghela nafas, lega karena terbebas dari rasa haus.
Aku kembali menatap jalanan ibukota yang masih saja ramai oleh suara-suara kendaraan dan klakson yang membahana memecah malam. Kemudian, sesuatu terasa menggelitik dihatiku saat melihat sebuah taman mungil yang berada di seberang jalan. Tak Aku sadari, kakiku melangkah menuju taman itu, seakan tersihir oleh rimbunnya pemandangan yang ada didepan mata.
Aku menikmati taman kecil ini, rerimbunan pohon, sinar lampu yang temaram dan udara yang sejuk.
Ini menenangkan.

Sedikit sunyi disini, walaupun sesekali suara-suara kendaraan masih bisa terdengar dari balik rerimbunan. Aku menyusuri taman ini perlahan. Terlihat sepasang muda-mudi disana sedang bercengkrama dengan mesra.
Yah, romantisme picisan yang menganggap bahwa mereka sedang jatuh cinta, di dunia mereka sendiri.
Senyum tipis menggelayut di bibirku yang menghitam karena pengaruh nikotin. Yah, tidak jelek juga saat mereka di mabuk kasmaran, terjerat dalam romansa yang entah nantinya akan mereka bawa kemana.
Aku menolehkan wajahku dengan perasaan sedikit iri. Iri akan kemesraan mereka, Iri karena waktu mudaku saat mengalami romansa itu sudah berakhir.

Aku kembali melangkahkan kakiku, menyusuri jalan setapak. Saat tak kuat lagi melangkah, Aku mendudukkan tubuhku yang kelelahan disebuah bangku taman yang mungil. Tak sengaja mataku menangkap dua sosok yang saling merapat. Aku terkejut saat menyadari dua sosok itu terlihat setengah telanjang. Aku mengusap mataku, berusaha meyakinkan apa yang Aku lihat.
Yah, mereka setengah telanjang bergulingan diantara rerumputan dan temaramnya lampu taman. Suara rintihan dan lenguhan sesekali terdengar di gendang telingaku. Mereka tetap saja bersenggama disana, liar, penuh nafsu dan tanpa malu.
Aku terperajat saat menyadari bahwa tak hanya mereka saja yang bersenggama disana. Ada beberapa pasangan lain yang juga melakukan hal yang sama tak beberapa jauh dari tempat mereka.
Tatapanku seketika mengabur, rasa mual dan jijik menjalar di tubuhku yang terasa kaku.
Tubuhku tersentak, dan kemudian berlari pergi.
Aku manusia, tetapi pemandangan itu seperti sebuah distorsi yang bergaung di otakku, distorsi yang mengganggu di mataku.

Nafasku terengah saat kakiku mulai berhenti berlari. Cahaya lampu dan deruman kendaraan kembali terdengar hiruk pikuk. Mataku menyipit saat lampu kendaraan yang berlalu lalang menyinari tubuhku yang masih saja dicumbui rasa terkejut.
Aku berusaha mengatur nafasku, perlahan.
Berusaha menepis distorsi yang masih mengganggu otak dan mataku.

Aku menoleh perlahan saat seseorang menepuk bahuku dengan lembut. Terlihat wanita yang menawan bagai bidadari berdiri disana. Senyum tipis menghiasi bibirnya yang ranum.
"Saya menjual cinta untuk malam ini, Apakah Anda tertarik untuk mencicipi cinta yang Saya tawarkan??", ujarnya.
Aku terpaku, dan menepis tangannya.
kemudian berlalu pergi.

Sesaat Aku menoleh kebelakang. Wanita itu terlihat menghampiri pria lainnya. Dia tersenyum genit dengan gerakan tubuh yang menggoda.
Aku terpaku, sadar bahwa tempat itu penuh dengan wanita-wanita yang mereka katakan bahwa mereka menjual cinta, walau hanya semalam.

Aku kembali mendengus, dan memalingkan wajahku. Rasa jijik dan mual kembali menyerang.
Aku kembali melangkahkan kakiku.
Bukan hal ini yang Aku ingin lihat, begitu gumamku.

Aku menemukan sebuah warung tenda yang terlihat sepi pengunjung. Rasa mual dan jijik masih saja terasa menderu di tubuhku. Aku butuh minuman hangat, untuk meredakan rasa mual ini. Ku periksa kantongku, masih ada uang yang cukup untuk sekedar membeli sekedar teh hangat dan makanan-makanan kecil.

Saat Aku menunggu teh hangat pesananku terhidang, Aku terhibur oleh nyanyian dari suara mungil yang dilantunkan oleh anak kecil yang menepukkan kaleng kecil didepanku. Saat nyayiannya terhenti, dia menatapku dengan tatapan polos. Aku menarik tangannya dan berujar lembut.
"Berapa usiamu nak?"
"Delapan tahun Pak.", jawabnya.
"Sudah sekolah?", tanyaku kembali.
"Belum pak."
"Dimana orangtuamu?", selidikku.
Dia terdiam sesaat dan kemudian menjawab dengan malu.
"Saya tidak punya bapak. sedangkan ibu saya sedang bekerja disana.", ujarnya lirih sembari menunjuk kearah taman yang Aku susuri tadi.
Aku tertegun.
"Apa pekerjaan ibumu?"
"Ibu bekerja dengan hebat, karena Ibu saya bekerja menjual cinta disetiap malamnya. Kata Ibu, dunia kekurangan cinta.", Ujarnya lirih.

Aku kembali tertegun. Menatap anak itu dengan lembut dan membelai rambutnya perlahan. Sinar matanya terlihat masih murni, belum dikotori oleh dunia.
Aku menghela nafas dan kemudian merogoh kantongku. Matanya terlihat berbinar dengan senyuman yang mengembang di wajahnya saat aku memberikan beberapa lembar uang ribuan dan sebungkus makanan untuknya.

Selesai aku menyeruput teh hangatku, mulutku masih saja terasa pahit.
Aku beranjak dan membayar minuman dan makananku.
Seketika Aku rindu akan rumah.

**
Dirga menyusupkan tubuhnya yang lelah kebalik selimut. Pikirnya masih saja terbayang akan apa yang Ia alami tadi.
"Kota ini indah dan memabukkan, terlihat tak pernah mati. Tetapi ternyata dipenuhi oleh jiwa-jiwa yang mati suri. Terlena oleh gemerlapnya dunia, tetapi semu...keindahan yang semu."

Selasa, 16 Juli 2013

Psyche

Apa yang ada di hati, seharusnya itu hanya tetap di simpan saja di sana, walaupun itu sebuah rasa yang bernama rindu.

Berkah dari Iblis

Jika "Lupa" adalah kutukan dari Iblis untukmu, pernahkah Kalian berfikir bahwa terkadang "Lupa" juga merupakan berkah dari Iblis untuk kalian, wahai manusia??

Secret Affair

Kamu sesosok yang hanya akan ada saat Dia membutuhkan kesenangan.
Kamu sesosok yang hanya akan ada dalam semu, dalam bayang. Tak akan Dia tunjukkan adanya dirimu di kehidupan nyatanya. Tak akan Dia menyebut namamu dalam dunia nyatanya. Kamu akan tetap menjadi semu, tak kasat mata. Dia tak akan bisa selalu ada saat Kamu bersedih karena merindu, Dia tak akan menghapus air matamu saat Kamu terbalut amarah, Dia tak akan menenangkan hatimu saat Kamu terbungkus cemburu. Kamu tak bisa menjadi yang pertama, karena Kamu hanyalah sesosok yang tak kasat mata bagi dunianya.

Repost from aundyhutagalungblog.wordpress.com/2012/04/11/secret-affair/

Minggu, 14 Juli 2013

Blues



there's a scissors in my hand
it sharp
and i'm infatuated..
and i start to count..
one..
two..
three..
...

no..
i'm not in pain..
not in a sorrow..
i'm just infatuated.

Human Being

Kita sama..tetapi selalu terlihat berbeda..
Kita terlihat berbeda..tapi seharusnya tak menjadi berbeda..
Darahku merah..tulangku putih..begitu juga dengan dirimu..
lalu..mengapa kita menjadi berbeda??

yang aku tahu,
kita berpijak diatas tanah yang sama..
berdiri dibawah langit yang sama..
mempunyai warna darah yang sama..
warna tulang yang sama..
walaupun, warna kulit kita berbeda, jenis rambut kita berbeda..
agama kita berbeda..pengetahuan yang berbeda..serta bahasa yang berbeda..
yang membuatku menganggap bahwa kita memang berbeda
hanyalah pola pikir yang aku dan kamu miliki..

Semua manusia itu sama..
yang berbeda hanyalah pola pikirnya..
hanya itu saja yang membuat kita terlihat berbeda antar satu dengan lainnya.

Sabtu, 13 Juli 2013

The Death

Betapa manusia membenci kesedihan, betapa manusia membenci kematian, bahkan terkadang mereka menantang kematian.
Manusia-manusia berjiwa kerdil pun kembali menatap jalang kematian. Mulut mereka tak hentinya merutuki kematian, berusaha melawan kematian, berusaha melawan waktu, berusaha melawan usia, dan mereka berusaha untuk menjadi abadi.
Sehingga mereka lupa, melupakan sesuatu hal..karena jiwanya yang kerdil, karena hatinya yang sempit dan otaknya yang gagal untuk mencerna bahwa kematian, waktu dan usia adalah sebuah berkah.

Distorsi

Wanitaku, Aku merindukanmu.
Wanitaku, Aku memimpikanmu.
Wanitaku, Aku berdoa untukmu.
Wanitaku..wahai wanitaku.
Jika Kamu adalah mentari, maka Aku adalah sang hujan.
Jika saja Kamu adalah mentari..
Tak pernah ada aromamu dalam secangkir kopi yang selalu Aku hirup.
Yang ada hanya bayanganmu terapung dalam setiap rintik hujan.
Tak ada lagu cinta yang sesuai dengan dirimu,
karena Kamu adalah melodi itu sendiri.
Wanitaku..
Jika saja Aku lelaki, Aku akan pergi menggenggam erat tanganmu.
Jika saja Aku lelaki...mungkin dunia akan memahaminya.

**
Rida menatap Vina dari kejauhan. Sekelumat distorsi menggema dihatinya.
Yah, Vina sudah menemukan seseorang yang baru. Rida sudah tahu itu, Rida sudah sadar akan hal itu.
Mungkin semua ini lebih baik, saat Vina memutuskan menjalin hubungan dengan lelaki. Toh apapun yang terjadi diantara Rida dan Vina tak akan menjadi mungkin.
Namun sekali lagi, hati mengalahkan logika.
"Biarkan saja rasa ini tetap ada disini, tersimpan erat disini, tanpa ada orang yang tahu. Biarkan saja rasa ini tetap ada disini, hingga Aku lelah dalam rasa cinta yang tak mungkin.", Batin Rida.

Rida berlalu, memegang erat hatinya, memegang erat hatinya yang sepertinya terluka.
Dunia tidak akan paham, dunia tak akan pernah paham.

Aries



Red like a fire,
I'm Brave,
I'm ambigous.
I'm ambitious.
I'll burn you with my love,
I'll burn you with my lust,
I'll burn you with my passion.
Im perfect creature on earth..
I'm Aries.

Kamis, 11 Juli 2013

Time

Seharusnya bukan waktu yang menyiksa manusia dengan kejam.
Seharusnya bukan waktu yang memperkosa manusia dengan brutal.

Stalker

Dan kemudian otak mereka tak berhenti untuk berfikir tentang apa yang ingin mereka fikir.
Dan alam fikir mereka menjerat semakin erat, berputar dan menghasilkan sebuah delusi.
Dan mereka semakin tersiksa saat semuanya yang mereka kira mulai memudar.
Dan kemudian mereka akan mati tenggelam dalam delusi yang muncul dalam otak bebal mereka.
Mereka akan mati dalam rasa keingin-tahuan mereka yang tinggi.

Sabtu, 06 Juli 2013

Happiness Factory



Selamat datang wahai Manusia...
Selamat datang di Pabrik Kebahagiaan.
Kami bukan hanya menjual kebahagiaan,
bahkan kami menciptakan kebahagiaan untuk kalian semua.
Kami menciptakan mimpi dan harapan.
Kami menciptakan gelora dan gairah,
Kami menciptakan warna dan sedikit sentuhan dari percikan cinta,
serta, Kami menciptakan birahi dan juga nafsu untuk kalian.

Selamat datang wahai Manusia..Selamat datang di Pabrik kami.
Pabrik yang akan membuai kalian kedalam tempat yang kalian pikir itu surga.
Pabrik yang bisa membutakan nurani kalian dalam sekejab.
Sebuah Pabrik yang penuh dengan kerlip cahaya memabukkan,
membahagiakan kalian ( sementara ).
Langkahkan kaki-mu kemari wahai Manusia.
Lupakan saja Tuhan, dan mari kita berbahagia.
Lupakan saja dirimu sendiri wahai Manusia,
dan masuklah ke Pabrik Kebahagiaan kami.
Kalian bisa membawa Tuhan kalian untuk ikut serta kemari.
Untuk menutupi wajah kalian, jika kalian malu.
Itu bukan masalah bagi kami, karena kami tetap akan memberikan kebahagiaan untuk kalian.
Hingga saat kebahagiaan yang kami ciptakan mulai merasuk ketubuh kalian, merasuk melalui pori-pori tubuh kalian,
Kalian akan merasakan kebahagiaan yang tidak bisa terbayangkan.
Dan kalian, wahai Manusia, akan tenggelam ( mati ) dalam kebahagiaan yang kalian inginkan.
Saat waktu itu tiba, maka berakhirlah tugas kami memberi kebahagiaan untuk kalian.

Sudikah kalian untuk mengunjungi Pabrik Kebahagiaan kami, wahai Manusia..
Dan kami akan menyambut dengan hangat..
"Welcome to Our Factory."


Senin, 01 Juli 2013

Human Error

"Ah iya, saya lupa bahwa manusia itu adalah makhuk yang terkadang suka mencampuri urusan orang lain, dan terkadang manusia hanya tahu untuk berkomentar tanpa tahu tentang kebenarannya. Manusia juga terkadang suka mengeluh tanpa tahu bersyukur. Dan terkadang, manusia terlihat sebegitu menyedihkannya."

For The Empty Soul

Bermimpilah wahai manusia, bukan hanya bermimpi didalam tidurmu,
Bermimpilah wahai manusia, bermimpilah didalam bangunmu.
Bermimpilah wahai manusia, dan buatlah mimpimu bermakna,
Bermimpilah wahai manusia, bermimpi akan membuatmu terus hidup.
Bermimpilah wahai manusia, dan kemudian wujudkan mimpimu tersebut.
Buatlah dirimu bangga..buatlah dirimu bermakna.

Minggu, 23 Juni 2013

Frozen Flower



Hatiku beku, tak bisa lagi Aku merasakan cinta. seperti saat ini, melihat dirinya yang berdiri dihadapanku, menggenggam jemariku dengan erat. Bola matanya menatap mataku dengan binar yang menakjubkan. Aku hanya bisa berdiri disana, terpaku..terdiam...bibirku kelu.
Kata-kata yang terucap dari bibirnya terdengar bagaikan sebuah bisikan..rancu..
Yang bisa Aku tangkap hanyalah sebuah kalimat, "Aku mencintaimu dengan sangat."
Dan Aku masih saja terpaku, bibirku kelu, otak ku terasa kaku.
Ketika tubuhnya mendekat dan mendekap tubuhku dengan erat, mencium bibirku dengan lembut, tubuhku merasakan hangat tubuhnya. Tubuhku bereaksi, tetapi tidak dengan hatiku. Yang ada hanya kosong, tak ada getaran yang dulu Aku rasakan saat bersama dirinya. Tak ada gejolak dari gairah yang membara di dalam sini. Hanya ada kehampaan yang tak bertepi, dan bibirku masih saja terasa kelu.

**
Andai saja janji tidak pernah terucap, janji yang hanya untuk seseorang. Janji yang terucap karena lelah yang terasa di dalam hati. Sebuah janji yang terus saja tergenggam erat, meski rasa cinta itu tak bisa terasa lagi.
Lumintang duduk terdiam, menatap Maliq yang terlelap diatas ranjang. Bola mata Lumintang menatap tubuh Maliq yang telanjang di atas ranjang, menyusuri lekuk demi lekuk tubuh Maliq yang terlelap bagai bayi. Entah sudah berapa malam Lumintang selalu terbangun di waktu yang sama, melakukan hal yang sama. Hanya duduk terdiam disamping ranjang, menatap tubuh Maliq yang terlelap. Bukan sebuah ketakutan yang Lumintang rasakan, bukan sebuah ketakutan akan kehilangan Maliq kembali. Hanya saja otaknya terus saja bekerja. berusaha meyakinkan dirinya, bahwa yang Lumintang jalani bukanlah sebuah mimpi, tetapi sebuah kenyataan.
Tetapi, mengapa setiap detik yang berlalu, setiap jam, hari, minggu, bulan dan tahun yang berlalu, Lumintang tak bisa merasakan, merasakan apa yang harusnya menghangatkan hatinya. Hatinya tetap tidak bergetar, tetap tidak bergejolak. Tak ada gairah yang terasa, tak ada percikan disana. Yang terasa hanyalah kosong. Sedangkan setiap Maliq menatapnya, terlihat binar indah disana, gejolak disana, terlihat gelora disana, terlihat percikan disana..terlihat indah, keindahan yang tak bisa menjangkau hatinya yang seakan mati.
Semua ini bagaikan mimpi yang tak berjiwa, kosong, hampa..

Tidak, Lumintang tidak pernah mencintai seseorang lagi setelah keberadaan Maliq. Lumintang sudah berjanji untuk mencintainya, walaupun seberapa berat dan menyakitkan berada disisi Maliq, walaupun betapa hancur hatinya karena menunggu seorang Maliq. Dan kemudian sebuah janji terucap kala itu, Janji untuk selalu untuk Maliq, menunggunya untuk kembali kepadanya, setelah semua petualangan Maliq berakhir. Walau orang-orang berkata janji hanyalah sebuah janji, sebuah janji bodoh yang tak harus Lumintang genggam sedemikian erat.
Mungkin mereka tak bisa mengerti, untuk seorang Lumintang, janji itu suci, janji itu tak mungkin dipatahkan oleh siapapun. Namun, ternyata hatinya pun membatu, saat Lumintang menghentikan hatinya untuk belajar mencintai kembali, Maliq muncul dihadapannya dan meminta janjinya.
"Aku bosan berpetualang ditumpukkan wanita-wanita jalang itu sayang, Aku kembali kepadamu..kembali kepadamu untuk mewujudkan mimpi kita berdua. janji kita berdua.", begitu ujar Maliq.

Suara rintik hujan terdengar lembut membasahi jendela kamar, dan Lumintang masih saja duduk terdiam, memandangi tubuh Maliq yang terlelap. Hanya suara rintik hujan dan detik jam yang memenuhi ruangan. Dan kemudian hujan turun dengan deras membasahi bumi. Tubuh Lumintang menggigil kedinginan, rasa lelah dan lemah menjalar ditubuhnya yang terlihat begitu rapuh.
Lumintang beranjak dari duduknya dan kemudian bergelung dibalik pelukan Maliq. Hangat tubuh Maliq menghangatkan tubuhnya, tetapi entah mengapa hatinya tetap saja terasa dingin, terasa kosong.

**
Matahari menatap malu-malu dari balik jendela pagi ini. Lumintang berdiri disisi jendela, menatap alam yang masih basah oleh hujan semalam. Sunyi, sepi, tak ada gelak tawa yang terdengar seperti biasa. Lumintang memalingkan wajahnya perlahan, menatap tumpukan pakaian di atas ranjang. Tumpukan pakaian yang disusunnya sedemikian rupa. Perlahan Lumintang melangkah dan membelai lembut pakaian itu satu demi satu, membelai lembut ranjang dimana tempat biasanya dirinya berlindung dibawah kehangatan tubuh Maliq. Ditatapnya buku yang biasa Maliq bacakan untuknya, sebagai dongeng sebelum Lumintang tertidur. Kemudian jemari Lumintang membelai lembut photo Maliq yang tersenyum lembut. Entah mengapa hati Lumintang ikut bergetar dengan lembut.
"Apa ini?", pikir Lumintang.
Lumintang berjalan perlahan menuju cermin. Ditatap refleksi dirinya saat ini. Wajahnya yang berkeriput, rambutnya yang sudah memutih.
Ah...iya...waktu tak terasa berlalu saat kita berada di negeri mimpi bukan?!
Hingga 30 tahun berlalu, tanpa terasa.
Angannya kembali membawanya ke masa lalu, masa dimana saat Maliq masih ada disini. memeluknya dengan erat dari belakang didepan cermin. membelai lembut rambutnya, dari waktu ke waktu. Membisikkan kata cinta dan betapa cantiknya Lumintang, walaupun usia tua menggerogoti tubuhnya.
Lumintang memeluk photo Maliq dengan erat.
Hari ini sepi, hari ini sunyi.
Tak akan ada gelak tawa Maliq lagi disetiap harinya.
Semilir angin bertiup lembut memasuki kamar, menerpa rambut Lumintang yang memutih.
Semilir angin bertiup dengan lembut, seakan membawa suara Maliq yang berbisik lembut ditelinga Lumintang..
"Aku mencintaimu Lumintang, sampai kapanpun Aku tetap mencintaimu.".
Airmata Lumintang mengalir dengan deras, hatinya yang membeku pun kemudian mencair.

Minggu, 16 Juni 2013

Surat untuk Ibu

Ibu, tak tahukah engkau, betapa Aku menantikan saat itu?
Saat Aku dapat melihat wajahmu, melihat senyummu, saat Aku dapat menyentuh dirimu, saat Aku dapat tertidur dipelukanmu yang hangat.
Ibu,Aku dapat merasakan perasaanmu dari sini,
Perasaan sedihmu, bahagiamu, resahmu, amarahmu.
Tak sabar rasanya Aku berada disana untuk menemanimu disetiap harinya.
Ibu, Apakah kamu tahu, bahwa manusia tidak bisa memilih siapa anak maupun orang tua mereka. siapa pasangan mereka, karena itu sudah di takdirkan oleh Tuhan?!
Begitupun juga denga ndiriku.
Aku tidak pernah memilih untuk menjadi anakmu, tetapi Aku tahu bahwa sejak saat ada, Aku mencintaimu, menyayangimu dengan tulus

Ibu, walaupun engkau memilih untuk meniadakanku, menyakitiku, bahkan sebelum engkau melihat rupaku, Aku masih tetap menyayangimu dengan tulus.
Ibu, mungkin saat ini belum saatnya Aku ada dalam pelukanmu, menemani harimu dan menjagamu.
Ibu, jika Aku adalah bentuk sebuah dosamu, bentuk dari kesalahanmu, bentuk dari ketakutanmu, dan engkau menghukum diriku dengan cara seperti ini..menggugurkan Aku, yang bahkan tidak engkau coba untuk mempertahankannya. Lalu, Apakah harus mengutuk segala perbuatanmu yang membunuhku, bahkan disaat Aku belum pernah melihat apa itu dunia, disaat Aku mulai hidup dan berkembang di dalam dirimu.
Ibu, tidakkah engkau merasakan kesakitanku?
Tidakkah engkau merasakan sakitku?
Tidakkah engkau merasakan dukaku?
Tidakkah engkau mencintaiku?
Tidakkah engkau merasakan bahwa Aku masih berbentuk sebuah jiwa murni yang hanya inginkan hidup untuk menjadi anakmu??

Apakah Aku hanyalah sebuah kesalahan?
Apakah Aku hanyalah sebuah bentuk dari penyesalan?
Apakah Aku hanyalah bentuk dari ketakutanmu??
Apakah Aku hanyalah bentuk dari sebuah dosamu?? Ibu??


Note : Please stop illegal ABORTION !!!

Sabtu, 08 Juni 2013

Love in A Summer Day



Mentari pagi mengintip malu-malu dari balik jendela kamarku. Membangunkanku yang masih mengantuk. Aku menggeliat perlahan di atas ranjang, menguap dan mengusap wajahku yang tergelitik oleh sinar mentari pagi.
"It's a good day..i hope so..".
Aku menggerakkan tubuhku perlahan dari atas ranjang, dan berjalan menuju jendela kamarku. Ku buka tirai perlahan, mentari begitu terlihat ceria pagi ini. Bias sinarnya menggelitik tubuhku, terasa begitu hangat, seakan bumi ini penuh dengan kehangatan cinta.
"It's summer girl..", ujarku kepada diriku sendiri.
Seketika Aku tersenyum dan memejamkan mataku, menikmati hangatnya sinar mentari pagi.
Aku melangkahkan kakiku menuju teras rumah. Laut terlihat begitu bercahaya dengan indah. Semilir angin membelai lembut wajahku, dan sinar mentari masih saja menerpa tubuhku dengan sinarnya yang hangat. Aku meregangkan tubuhku perlahan, dan kemudian melangkahkan kakiku menyusuri pantai.
"Ini surga!!".
Aku tersenyum lembut saat semilir angin menghantarkan aroma nikmat yang Aku kenal. Aroma kopi..Aroma kopi yang memabukkan.
Aku menoleh saat secangkir kopi hitam hangat muncul di depanku, Seseorang yang Aku cinta tersenyum hangat , sehangat dunia saat ini, mengantarkan kopi pertamaku pagi ini.
"Good morning bee..", ujarnya lembut sembari mengecup lembut keningku.
"Good morning bee..thank's for the coffee.", ujarku sembari mengecup lembut bibirnya.

It's summer day..a perfect morning in a summer day.

Rabu, 05 Juni 2013

Fairy World



Saat hujan mulai reda, butir-butir air berjatuhan lembut dari pucuk dedaunan. Aku menghela nafas dalam, "Ya Tuhan, Aku tersesat.", batinku.
Aku memejamkan mataku perlahan dan menarik nafas, berusaha menenangkan hatiku yang mulai resah. Sayup-sayup, gendang telingaku mendengar nyanyian, betapa merdunya, membuai hatiku dalam perasaan yang damai. kemudian cuping hidungku mencium wewangian manis yang membuat air liurku berlomba memenuhi rongga mulutku.
Aku membuka mata perlahan, dan kemudian terpesona oleh apa yang tertangkap oleh indera pengelihatanku.
Betapa indahnya, betapa mempesonanya. Tanpa sadar Aku berdecak kagum.
Pelangi membentang, langit terlihat begitu berseri, dedaunan seakan bersinar oleh butir-butir air, bunga-bunga bermekaran dengan indah, dan peri-peri mengepakkan sayapnya seakan menari sembari bernyanyi. Aku tersenyum, menikmati pemandangan di depan mataku. Indah dan mempesona.
Seketika Aku tersentak, terkejut saat peri-peri itu terbang menghampiriku. Mereka menggodaku dengan sayapnya yang terlihat rapuh, dengan nyanyian mereka yang merdu, mereka menggodaku, mengajakku untuk ikut berpesta dengan mereka, berpesta menikmati keindahan alam.
Betapa memabukkan dunia ini, penuh dengan keindahan, penuh dengan kebahagiaan. Andai saja Aku terus bisa berada di sini.
Aku melihat peri-peri itu terus saja bernyanyi, terbang kesana-kemari sembari menebar serbuk bunga, menebar kehidupan di tempat ini. Burung-burung pun ikut bernyanyi gembira, sang kodok tak hentinya bersuara dengan irama yang indah, kupu-kupu terbang dengan gembira, mencoba untuk meminum sari manis dari bunga-bunga yang seakan berdasa, bergemerincing dengan merdu.
Aku kembali berdecak dengan kagum.
Seketika Aku terkejut saat tumbuhan sekelilingku mulai layu, pepohonan mulai mengering, burung-burung berjatuhan, pelangi mulai menghilang, kupu-kupu kehilangan sayapnya, kodok-kodok mulai berhamburan kesana-kemari, dan peri-peri itu mulai kehilangan sayapnya, berjatuhan satu persatu, mereka berjatuhan dan mati hanya dalam sekejap mata.
Aku tercengang, dalam sekejap surga ini menghilang..dalam sekejap semuanya menghilang.
Kemudian Aku mendengar suara isak tangis yang menyayat hati. Aku berjalan perlahan, berusaha mencari asal tangisan tersebut. Aku mendapati peri yang menangis dengan sayapnya yang mengering, mengerikan. Tanganku menggapainya perlahan dan membelainya dengan lembut.
"Apa yang terjadi pada kalian semua? Mengapa surga ini menghilang dalam sekejap mata?", ujarku.
"Manusia..semua ulah manusia.", ujarnya, diantara tubuhnya yang sekarat.
"Aku tak mengerti..?!".
"Manusia membuat dunia kami menghilang, manusia membuat kami menghilang dan musnah. Karena keserakahan manusia surga kami menghilang. Manusia, makhluk egois yang menganggap bumi ini hanya milik mereka. Mereka menebang pohon sesuka hatinya, membuang limbah ke air kehidupan kami, menyingkirkan setiap unsur-unsur alam yang harusnya mereka ikut jaga. Kini, tak ada lagi pelang, tak ada lagi kunang-kunang, tak ada lagi pesta kehidupan kami. Manusia melupakan kami, Manusia memusnahkan kami.", ujarnya terisak.
Aku terdiam memandang tubuh mungil peri itu dalam telapak tanganku. Seketika bibirku kelu saat melihat peri itu mulai layu, mengering dan mati. Semilir angin bertiup lembut, namun tanpa ada aroma manis, tanpa ada lantunan lagu, tanpa ada irama yang menyenangkan, menerbangkan tubuh peri yang mengering dan mati.
Aku menghela nafasku, terasa berat dan sesak. Aku memejamkan mataku perlahan, dan mencoba menghirup udara sebanyak yang Aku mampu. Yang terasa hanyalah kosong.
Suara dentuman dan klakson mulai terdengar bising ditelingaku, nafasku kembali terasa sesak. aku membuka mataku yang terpejam, memandang jalanan yang padat oleh hewan-hewan besi yang berlalu lalang di depanku. Langit begitu terlihat kelabu, Tak ada pelangi yang menghiasi, yang Aku lihat hanya kerlip lampu ibukota. Tak ada udara manis yang memenuhi pemandangan ini, yang ada hanya udara penuh dengan wewangian busuk oleh polusi. Aku tercengang, ini duniaku..dunia yang sangat jauh berbeda dengan surga itu.
"Aku telah kembali..", desahku.
Kemudian Aku melangkahkan kakiku, menyusuri jalanan yang kering dan berdebu..yang ada hanya kosong..yang ada hanyalah hampa.