Senin, 15 Desember 2014

Cerita Cinta Dari Cerita Seorang Sahabat

"Mengapa kita baru dipertemukan sekarang? Mengapa tidak sejak dulu hati kita bertemu."

"Bukankan dahulu kita terlalu asyik dengan kisah cinta klise yang belum dewasa ? Belum dipenuhi dengan rencana dan pemikiran yang dewasa.
Bukankah dahulu kita terlalu asyik mengejar angan tentang cinta yang terlalu klise dalam film percintaan picisan yang menjamur diluar sana ?
Bukankah dahulu kita terlalu sering berlari menghindar saat mendengar kata 'menikah', karena kita terlalu takut dan asyik dengan kebebasan tanpa tanggung jawab akan sebuah hubungan yang lebih jauh.
Bukankah cerita kita masing-masing yang kemudian mendewasakan kita, hingga sekarang kita dapat untuk berfikir kedepan dengan jelas?"

Selasa, 02 Desember 2014

Senin, 01 Desember 2014

Jiwa Baru Dipenghujung Tujuh Bulan yang Terlewati

Ada satu jiwa kecil yang sedang berkembang menunggu untuk melihat dunia. Usianya baru saja mencapai beberapa minggu. Kehadirannya tidak ditunggu, tidak diduga, tanpa rencana.
Kemana Ayahnya?
Dia pergi, mencari rahim baru untuk disenggamai dengan congkak.
Kemana Ayahnya?
Dia pergi menghilang tanpa kabar, mencari rahim baru yang dapat disenggamai dengan bebas.

Ada satu jiwa kecil yang sedang berkembang menunggu untuk melihat dunia. Usianya  hampir mencapai satu bulan. Kehadirannya tidak dengan rencana.
Kemana Ayahnya?
Biarkan saja dia pergi, tak pantas rasanya dia menjadi seorang Ayah.
Kemana Ayahnya?
Jangan tanyakan kembali prihal itu, karena dia hanya mencintai dirinya tanpa mampu mencintai lainnya.
Kemana Ayahnya?
Dia lari, tanpa kabar untuk mencari rahim baru yang terbungkus kerudung untuk dia senggamai berkali-kali dengan congkak.
Kemana Ayahnya?
Dia pergi tanpa kabar, pergi untuk mencintai..mencintai diri dan nafsunya sendiri.

Pelari tanpa Garis Finish

Bukankah lebih mudah untuk berlari dan mengabaikan, daripada berjalan dan kemudian menyelesaikan yang apa telah kamu mulai?
Bukankah, itu sesuatu hal yang terlalu kekanak-kanakan dan tidak bertanggung jawab?

Dan jika kamu berlari dan mengabaikan, hanya untuk menghancurkan, hanya untuk memenangkan ego-mu, maka teruskan saja kamu berlari, hingga ego-mu tidak dapat memberikan apa-apa lagi dalam hidupmu.