Minggu, 29 Juni 2014

Diam Diam Jatuh Cinta

Ada yang tersimpan disana tanpa rasa jenuh,
tersimpan rapat tanpa ada celah untuk mengintip.
Tersimpan menjadi sebuah shymphony yang mengalun tanpa jeda.
walaupun itu hanya menjadi rahasia antara hati dan Tuhan.

Jumat, 20 Juni 2014

Pemuda Bersimpuh Sedih

Mereka berkata bahwa seorang pria itu tabu untuk menangis.
Mereka berkata bahwa seorang pria itu tabu untuk mengeluarkan airmata.
Tapi tidak bagi dia..tidak baginya..
Tubuhnya yang tegar terlihat begitu rapuh, menggigil saat airmatanya mengalir dari kedua buah matanya.
Pilu, penuh kesedihan.
Jemari tangannya yang kekar memegang erat seikat mawar putih. Hari ini, tepat seribu hari..tepat seribu hari.
Seharusnya hari ini dia tersenyum bahagia. Yah..seharusnya.
Hiruk pikuk manusia memenuhi jalan sore ini.
Langit berwarna jingga, matahari mulai tenggelam.
Seorang pemuda terlihat bersimpuh sedih ditengah kerumunan manusia.
Airmatanya berurai, seikat mawar putih berjatuhan dan kemudian memerah.
Seorang pemuda bersimpuh sedih, diantara genangan darah dan tubuh seorang wanita bergaun merah yang terbaring mati.
Seharusnya hari ini adalah hari bahagia mereka..
Seharusnya hari ini adalah hari bahagia bagi mereka.

The Beauty of Passion

Satu Imaji kembali bertandang di alam pikirku.
Imaji tentang kamu..
Imaji tentang dirimu..
Imajiku yang indah..tentang kamu..

Jemariku dan jemarimu bertemu,
Tubuhku dan tubuhmu bersatu dalam temaram cahaya lampu,
Bibirku dan bibirmu kemudian saling bersentuhan..
Lembut..basah..liar..

Jemarimu menggenggam erat helai demi helai rambutku yang tergerai halus dikulitku yang telanjang.
Aku tersenyum saat bibirmu mendaratkan kecupan lembut,
saat bibirmu mendaratkan gigitan-gigitan kecil ditubuhku yang telanjang.
Lembut..basah..liar..

Satu tepukan..dua tepukan..
Satu pecutan..dua lecutan..
Satu cengkraman..dua cengkraman..
Satu..dua..tiga..
Bergelora..liar..

Cengkram aku dengan jemarimu,
Rajai aku dengan segala api yang bergejolak di dirimu..
Dominasi diriku dengan segala kuasamu..
Lembut..basah..liar..indah..

Aku milikmu..Aku untukmu..
Kamu milikku..Kamu untukku..
Walau hanya dalam imaji..
Walau itu hanya dalam imajiku yang indah..
Imajiku yang indah..
tentang kamu..

Rabu, 18 Juni 2014

Cinta




Melecut,
Bersinar,
Bergelora,
Menari indah,
Hatiku..masih saja bergejolak..
Terbakar, belum bisa padam.

Senin, 16 Juni 2014

Semilir Angin Malam

Kabarnya, pemuda berhidung bangir itu sudah mempunyai kekasih.
Kabarnya, pemuda berhidung bangir itu menyayangi kekasihnya.
Kabarnya, pemuda berhidung bangir itu berbisik lembut kepada angin
hampir disetiap malamnya.
"Aku rindu..cinta."
Kabarnya, pemuda berhidung bangir itu menyayangi kekasihnya.
Namun kekasih pemuda berhidung bangir itu bukanlah cinta.
Kabarnya berkabar hingga ke telingaku,
"Aku bukan kekasihnya.", jawabku kepada angin semilir malam.
Kabarnya..kabarnya..

Wajah Tuhan dan Iblis

Ah, dia hanya meminjam sedikit wajah Tuhan untuk dikenakan.
Ah, dia juga meminjam sedikit wajah iblis untuk menghiasi hatinya.
Bahagiakah dirinya?
"Iya.", tuturnya.

Minggu, 15 Juni 2014

Untittled

Tidak ada kebebasan absolut,
Semua kebebasan mempunyai batasan.
Tidak ada kebebasan yang absolut,
Kebebasan yang absolut hanya menimbulkan kekacauan.

Kamis, 12 Juni 2014

The Past

PEMUDA

Ada seorang pemuda. Seorang pemuda dengan masa lalu. Dia masih saja memeluk masa lalunya, dia masih saja hidup di masa lalunya. Hingga rasa takut melekat liat didalam hati dan pikirnya. Masa lalu mengikatnya kian erat tanpa dia sadari. Tidak dia pilah kesalahannya, tidak dia lihat jalan didepannya. Yang dia lihat hanyalah jalan di belakang yang sudah berlalu. Yang dia lihat hanyalah lembaran usang yang mengikatnya liat dengan ketakutan dan kecewa.

Ada seorang pemuda, seorang pemuda dengan masa lalu. Hatinya selalu dipenuhi dengan kegelisahan tak berujung, pikinya dipenuhi oleh kabut masa lalunya. Tidak dia terima masa lalunya, tidak dia sadari bahwa masa lalu masih saja dia peluk dengan erat. Hingga kini, saat dia tak lagi muda, tubuhnya menua, rambutnya mulai memutih, masa lalu masih saja dia peluk dengan erat dengan segala penyesalan dan kekecewaan yang tidak pernah dia lepas.

Rasa takut dan kecewa membenamkannya kedalam kelam, masa lalu membenamkan dia dalam kelam, kehilangan nyali karena satu kalimat yang terus terngiang di pikirnya, "Semua wanita itu sama."


WANITA

Ada seorang wanita. Seorang wanita dengan masa lalu. Terkadang dia menoleh ke belakang, hanya untuk menertawakan masa lalunya, betapa lugu dirinya saat itu. Terkadang dia menoleh ke belakang, karena dia tahu, masa lalu tidak dapat dirubah, dihapus ataupun dijalani kembali. Masa lalu tidak berani untuk menyentuhnya, karena dia telah menerima masa lalunya. Tak dia perbolehkan masa lalu menghimpitnya dalam hampa dan luka. Tak dia perbolehnya masa lalu untuk memeluknya kembali, karena masa lalu hanyalah masa lalu, dan itu yang menjadinya sekarang.

Ada seorang wanita, seorang wanita dengan masa lalu. Masa lalu yang membuatnya belajar dan tegar, masa lalu yang membuatnya tersenyum saat dia menoleh ke belakang, masa lalu yang tak bisa menghentikan dirinya dengan ketakutan omong kosong dan kekecewaan yang sudah dia lupakan. Masa lalu yang sudah dia lepaskan untuk jalan kedepan dengan mantap dan penuh senyum di bibirnya.


**

Semua manusia itu sama, pernah merasakan sedih, kecewa, dan luka. Lalu untuk apa manusia harus terus melangkah dibalik kabut masa lalu, memeluk erat masa lalu dengan ketakutan dan kekecewaan untuk melangkah kedepan ?

Minggu, 01 Juni 2014

Bulan Purnama

Malam ini bulan purnama datang.
Malam ini malam pertama bulan purnama.
Sebuah satelit bumi yang melingkar bulat penuh,
bercahaya temaram menyinari bumi.

Malam ini bulan purnama datang.
Malam pertama bulan purnama.
Sinarnya lembut menyentuh bumi.
Sinarnya sedih, menyirami bumi.

Malam ini bulan purnama datang.
Malam pertama bulan purnama.
Berusaha untuk terus tetap tegar bersinar,
Diantara kobaran api yang melahap seisi desa.

Malam ini malam bulan purnama.
Riuhnya sirene dan lengkingan parau bagaikan melodi yang menyambutnya.
Wangi daging terbakar bagaikan parfum yang menyengat menyambut purnama.
Warna oranye, kemerahan disebuah desa bagaikan sebuah ritual persembahan untuk menyambutnya.

Malam ini malam bulan purnama.
Seorang gadis terduduk didepan kobaran api yang melahap desa.
Matanya menatap bulan purnama diatas sana.
Jemarinya yang kotor mencengkram sekotak korek api.
Tubuhnya yang lusuh terlihat mengejang, kemudian menangis.
Tungkai kakinya terlihat terikat dengan rantai besi.
"Kekasihku, kekasihku...", bibirnya tak henti mengumamkan kata itu.
"Kekasihku..kekasihku...", ujarnya pilu.

Malam ini bulan purnama datang.
Seorang gadis, Luna namanya.
Seisi desa berkata bahwa gadis itu gila karena teluh seorang pemuda.
Seorang gadis, Luna namanya.
Bibirnya terus saja menggumam,
"Kekasihku..kekasihku..Purnama.", gumamnya
dan kemudian Luna menari, diantara airmata dan kobaran api malam ini.

Malam ini bulan purnama datang,
Malam pertama bulan purnama,
Sinarnya sedih, menyirami bumi.
Diantara kobaran api yang melahap seisi desa.