Rabu, 01 Januari 2020

Pangeran Berkuda Putih

Suatu waktu, Ibu berkata, "Jadi Perempuan itu tidak boleh terlalu pintar nak, nanti susah mendapatkan pasangan.".

Suatu waktu, Ibu juga berkata, " Jadi perempuan jangan berwatak keras seperti lelaki nak. Nanti tak ada lelaki yang mau mendekatimu.".

Suatu waktu, Ibu berkata, " Jadi perempuan tidak boleh terlihat makan terlalu banyak nak, nanti lelaki tak sudi mempersuntingmu.".

Suatu waktu Ibu berkata, " Jadi perempuan jangan serba melakukan semuanya sendiri nak, nanti ego lelaki akan terluka dan merasa dia tidak dibutuhkan olehmu.".

Hingga suatu waktu, Senja muak dengan kata-kata 'Jadi perempuan tidak boleh...nanti..'.

Terlalu banyak batasan untuk perempuan dengan alasan 'nanti lelaki tidak mau'.
Berapa kali saat Senja membutuhkan pertolongan, tak ada yang membantunya. Berapa kali Senja meminta tolong, tak ada yang mengulurkan tangan untuk membantunya.
Senja tahu bahwa dunia tidak seindah dongeng Disney. Tak akan ada Pangeran berkuda putih yang akan membantunya, sesulit apapun masalah yang Senja hadapi. Tak akan ada Pangeran berkuda putih yang akan mengulurkan tangannya untuk Senja saat Senja merasa sepi dan sendiri. Tak akan pernah ada Pangeran berkuda putih di dunia ini.
Oleh karena itu Senja melepaskan semua batasan-batasan.

Dan kini, Senja merasa bebas. Tak mengapa sendiri, karena bukankah menjadi wanita itu harus sekuat baja?!
Iya, tak mengapa sendirian. Karena wanita itu harus sekuat baja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar