"Oh, I wish Superman is real."
"What?? Are you joking??"
"No, Im not Joking. I really wish that Superman is real."
"Oh my..that's a stupid wish ever. we dont need Superman. and people didn't need superheroes like them, darling."
"But why??"
"Human never feel satisfied. and people will get spoiled anyway."
Kemudian Aku berlalu.
Superman, mungkin jika Superman itu nyata, Aku akan mencari cara untuk membunuhnya.
Manusia tidak membutuhkan seorang Superman, Manusia tidak membutuhkan pahlawan berkekuatan super. Manusia tidak membutuhkan Superhero!!
Manusia itu rumit. Manusia itu mempunyai karakteristik yang tak akan pernah puas. Adanya Superman atau superhero itu tak akan menjadikan kejahatan hilang, karena hal itu tak mungkin hilang. Dan bahkan jika Superman atau superhero itu nyata, manusia hanya akan menjadi makhluk-makhluk manja. Lalu apa gunanya hukum, peraturan, prajurit, polisi? Bahkan saat saat aparat dan atributnya menjalankan tugas, manusia juga tak akan puas bukan?
Ini sama seperti saat manusia membuang sampah sembarangan dan menganggap bahwa 'Sudah ada orang yang bertugas untuk membersihkan sampah tersebut.'
Lalu saat Superman atau Superhero itu muncul, kesadaran manusia akan semakin menipis. Kesadaran bahwa mereka sendiri juga mempunyai tugas, bukan hanya untuk diri mereka sendiri, tetapi untuk kepentingan bersama. Yah, ini mungkin ini terdengar sangat konyol. Saat orang-orang menyerukan kebebasan, perlindungan hak, keamanan dan kenyamanan. Mereka lupa bahwa mereka juga harus ikut andil dalam menjaga dan membawa itu semua. Tak ada kebebasan yang absolut bukan?!
Aku tersenyum tipis melihat layar televisi menampilakan gambar orang-orang yang mengelu-elukan Superman.
"Well, Superman must die darling...we don't need Superman."
Dan Aku mematikan layar televisi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar