Senin, 22 September 2014

13 Detik

Ada sebuah jam yang begitu dia sukai.
Sebuah jam yang memiliki mitos bahwa jam tersebut akan mendatangkan malapetaka atau kebahagiaan tergantung dari pemiliknya nanti.

Ada sebuah jam yang begitu dia sukai.
Sebuah jam yang bertahtakan batu hitam.
Bernuansa gelap, namun indah saat diterpa cahaya.
Sebuah jam begitu diinginkan olehnya.
Diinginkan untuk dimiliki seumur hidupnya.
Jam tersebut berdetak lembut, bergerak maju, terkadang bergerak mundur, tetapi kemudian kembali menunjukan waktu dunia semula.

Ada sebuah jam yang begitu ingin dia miliki.
Sebuah jam yang hanya berjarak 13 detik dari posisinya berada.
Pelan-pelan ujarnya.
13 detik kemudian berubah menjadi 13 menit.
13 menit berlalu menjadi 13 jam..13 hari..13 tahun...tetapi dia masih tetap berada diposisinya semula.
Pelan-pelan ujarnya.
Hingga kemudian jam tersebut berhenti berdetak lembut. Detaknya mulai riuh nyaring, geraknya tak beraturan, hingga kemudian benar-benar berhenti berdetak, berhenti bergerak, hanya statis.
Pemuda tersebut hanya bergumam "pelan-pelan saja. Berusaha mendapatkannya pelan-pelan"
Tetapi dia masih saja tetap berdiri diposisinya semula, tak sedikitpun melangkah maju.

Jarak 13 detik kemudian berubah menjadi 13 menit. 13 menit berlalu menjadi 13 jam..13 hari..13 tahun berlalu, tetapi dia masih tetap berada diposisinya semula. Menyia-nyiakan jarak 13 detiknya tanpa berjuang memiliki sebuah jam yang sangat ingin dia miliki seumur hidupnya.

Ada sebuah jam yang begitu dia sukai.
Sebuah jam yang kini hanya menjadi sebuah mitos belaka karena jarak 13 detiknya yang disia-siakan manusia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar