Just an amateur writer ( fiksi dan monolog ).
"Bolehkah kuminta hatimu, tidak untuk sementara, tapi sampai akhir dunia?", ujarnya. Dia tersenyum, matanya berbinar menyilaukan, Indah... Tak dia sadari bahwa hatiku mulai terperangkap perlahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar