Senin, 01 Desember 2014

Jiwa Baru Dipenghujung Tujuh Bulan yang Terlewati

Ada satu jiwa kecil yang sedang berkembang menunggu untuk melihat dunia. Usianya baru saja mencapai beberapa minggu. Kehadirannya tidak ditunggu, tidak diduga, tanpa rencana.
Kemana Ayahnya?
Dia pergi, mencari rahim baru untuk disenggamai dengan congkak.
Kemana Ayahnya?
Dia pergi menghilang tanpa kabar, mencari rahim baru yang dapat disenggamai dengan bebas.

Ada satu jiwa kecil yang sedang berkembang menunggu untuk melihat dunia. Usianya  hampir mencapai satu bulan. Kehadirannya tidak dengan rencana.
Kemana Ayahnya?
Biarkan saja dia pergi, tak pantas rasanya dia menjadi seorang Ayah.
Kemana Ayahnya?
Jangan tanyakan kembali prihal itu, karena dia hanya mencintai dirinya tanpa mampu mencintai lainnya.
Kemana Ayahnya?
Dia lari, tanpa kabar untuk mencari rahim baru yang terbungkus kerudung untuk dia senggamai berkali-kali dengan congkak.
Kemana Ayahnya?
Dia pergi tanpa kabar, pergi untuk mencintai..mencintai diri dan nafsunya sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar