"Aku mencintaimu, itu urusanku. Bagaimana engkau kepadaku, itu adalah urusanmu."
Kutipan Notes Tera Errau dari Pidi Baiq ini terdengar manis saat diucap tukang kopi. Matanya berbicara tulus.
Gadis kopi tertegun, ini seperti Deja-vu.
Masa lampau, gadis kopi sepertinya pernah melihat tatapan setulus itu.
Sesaat gadis kopi tersadar, selama ini dia terlalu sering melihat bentuk cinta yang begitu egois.
Gadis kopi tersenyum tipis, hanya saja hatinya sudah terlalu mengering. Tak mampu tergerak, walau hanya sekedar untuk tergelitik.
Gadis kopi dan tukang kopi duduk bersisian menikmati riuhnya pasar jajanan malam itu. Mereka punya rasa yang berbeda, hati yang berbeda. Hanya saja, biarkan saat ini seperti ini. Biarlah itu menjadi urusan mereka masing-masing.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar