"Ayo kita pulang."
"Pulang kemana?"
"Kerumahku."
"Untuk apa?"
"Aku ingin mengenalkan kamu kepada orangtuaku. Aku ingin mengatakan kepada mereka, kamu adalah gadis yang ingin aku jadikan halal untukku."
Gadis dalam mimpi tertawa, "leluconmu bagus.", ujarnya.
"Kau tau, didalam agamaku berkata untuk menikah itu tidak boleh dijadikan lelucon.", ujar tukang kopi.
Gadis dalam mimpi terdiam.
"Aku punya mimpi untuk menjadikanmu pasanganku, istriku, sahabatku, ibu dari anak-anakku. Dan, aku tidak ingin itu semua hanya menjadi mimpi."
Gadis dalam mimpi menatap tukang kopi.
"Kau sadar bahwa pertemuan kita saat ini hanya mimpi?."
"Iya..."
"Kalau begitu, bangun. Lalu cari aku, temukan aku. Lalu ucapkan namaku dan kata-katamu tadi dihadapanku."
"Apakah aku boleh mengucapkan namamu saat ini?"
"Ucapkanlah..", ujar gadis dalam mimpi tersenyum.
Tukang kopi menatap wajah gadis dalam mimpi. Jemarinya membelai lembut rambut gadis perlahan.
"Kau...gadisku.".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar