Sabtu, 12 Mei 2018

Kenang Tukang Kopi Tentang Gadis Kopi

Kau ingat pertama kali kita bertemu?
Aku hanya bisa menatapmu dalam, mengagumi bola matamu yang pekat dan teduh.
Binar matamu yang mempesona bahkan saat kamu hanya melihatku yang berceloteh ataupun bernyanyi dengan gitar tuaku.
Indah.
Kurasa tak pernah ku melihat bola mata seindah itu.
Aku tenggelam ke dalam bola matamu.

Bahkan disaat resahnya hatiku menghadapi hari, matamu mampu membuatku tenang.

Aku jatuh cinta padamu,
sejak pertama kali kita bertemu.
Dan kamu tahu itu.

Hanya saja, hatimu terlalu sulit untuk ku peluk.
Hanya saja, hatimu terlalu sulit untuk ku genggam.
Hingga aku tak ingin lagi mencoba menggenggam hatimu.
Ku biarkan kamu bebas pergi kemanapun kamu mau, dan aku akan tetap ada disampingmu menemanimu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar