"Pahit.", ujarmu sembari memuntahkan apa yang ku suap kepadamu.
"Hatiku.", ujarku lirih.
"Aku tak menyukainya.", katanya sembari meludah.
"Bukankah dulu kau pernah meminta hatiku?", Aku tersenyum tipis.
"Hatimu membosankan, terlalu pahit dan getir untukku. Ah, sudahlah. Akan ku cari hati yang lebih manis dan menarik daripada hatimu.", ujarnya.
Kemudian dia pergi,
Dan tak pernah kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar