Minggu, 28 April 2013

Cold Blooded

Aku dapat merasakan darahku mengalir dengan deras di setiap pembuluh darahku.
Aku dapat merasakan jantungku berdenyut dengan kencang.
Kemudian Aku tersadar bahwa Aku Hidup.
Lalu, dimanakah dirimu?
Saat Aku mulai bisa bernafas dan hidup, tak Aku temukan dirimu, bahkan bayanganmu pun tak jua tampak.
Aku beranjak dari perlahan, semua terasa begitu kaku. Sulit rasanya bergerak, tetapi Aku tetap berusaha, hanya untuk menemukan dimana dirimu..Tuanku.
Aku terjatuh, tak sanggup rasanya untuk berdiri. Tetapi Aku tak boleh menyerah. Aku menyeret tubuhku perlahan. Aku ingin menunjukkan kepada Tuan-ku, Aku yang selalu kamu sebut ciptaan-mu, kini telah hidup, sesuai dengan apa yang Tuan-ku inginkan.
Aku menyeret tubuhku perlahan melalui lorong yang terasa sangat panjang. Aku dapat merasakan dengusan halus dari hidungku. Seketika Aku menghentikan tubuhku saat mendengar suara Tuan-ku yang tertawa dengan aneh dari balik pintu.
Aku memaksakan tubuhku untuk berdiri. Jantungku berdegup kian kencang, seakan jantung ini siap untuk meledak kapan saja. Aku membuka daun pintu yang ada didepanku perlahan. kemudian tubuhku kaku.
Aku melihat wajah Tuan-ku disana, penuh dengan peluh. Wajah dengan ekspresi yang tak pernah dia perlihatkan didepanku. Tubuhku bergetar dengan hebat, Apakah ini yang disebut dengan perasaan 'Bahagia'?
"T..t..tu..an...", hanya kata itu yang dapat keluar dari bibirku.
Tuan-ku menoleh, dan kemudian raut wajahnya berubah.
Aku tertegun, saat Aku berusaha untuk melangkah untuk menyentuhnya, Aku tersadar bahwa Tuan-ku tidak sendiri. Tuan-ku berada disana, penuh dengan peluh yang bercucuran, tanpa sehelai benang pun, menyentuh seorang wanita yang juga bertelanjang bulat dengan raut wajah penuh dengan dosa, penuh dengan peluh. Tubuh mereka bagaikan menyatu, seperti api..
Seketika Aku mendengar seseorang menjerit. Dalam sekejab, Aku melihat tubuh wanita itu mengejang dan meraih pakaiannya,  raut wajahnya berubah menjadi wajah yang penuh dengan ketakutan. Dan kemudian, Wanita itu berlari keluar dari kamar. Tuan-ku terpaku, meraih pakaiannya dan kemudian berlari mengejar wanita itu.
Aku masih berdiri dengan terpaku.
"Tuan..jangan tinggalkan Aku..", kata itu tak sanggup terucapkan oleh diriku.
Dan Aku masih saja berdiri terpaku.
Apakah tidak salah dengan apa yang Aku lihat?
Apakah ada yang salah dengan apa yang tadi Aku dengar?
Monster??
Kata itu bergaung dikepalaku.
Monster???
Kata itu, kata yang terlontar dari wanita itu, saat dia berlari keluar.
Aku berjalan tertatih menuju ranjang, ranjang dimana Tuan-ku menyatu dengan wanita tersebut.
Aku terkejut saat melihat sesosok aneh berdiri disana. Dan kemudian, aku tersadar bahwa itu adalah bayangan diriku.
Aku berjalan, tertatih..dan kemudian tertegun memandang refleksi diriku sendiri.
Aku menyentuh wajahku..tubuhku..tanganku..kulitku perlahan.
begitu berbeda dengan apa yang Aku lihat dari wanita tadi.
Mataku yang besar, kulitku yang berwarna pucat kehijauan, rambutku yang kering..tubuhku yang penuh dengan jahitan.
Aku tertegun entah berapa lama didepan refleksi diriku.
Tuan-ku tak jua kembali.
Seketika Aku merasakan sesuatu menetes dari kedua mataku.
Aku..masih ingat saat mulai dapat melihat, disana hanya ada Tuan-ku dan Aku.
Betapa cantiknya diriku..
Betapa sempurnanya Aku nanti..
Betapa Tuan-ku begitu mencintaiku, karena Aku adalah ciptaannya yang begitu berharga.
Begitu tampannya Tuan-ku saat mulai menciptakan diriku, menyatukan tubuhku satu demi satu..
Namun, saat Aku dapat bergerak..hidup..Tuan-ku mengabaikanku..meninggalkan Aku sendiri.
"Tuan-ku menciptakan Aku..menciptakan monster yang bernama Aku.", dan Aku hanya dapat mendengar suara raungan pilu dari mulutku..raungan pilu yang memecah kesunyian malam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar