Minggu, 16 Juni 2013

Surat untuk Ibu

Ibu, tak tahukah engkau, betapa Aku menantikan saat itu?
Saat Aku dapat melihat wajahmu, melihat senyummu, saat Aku dapat menyentuh dirimu, saat Aku dapat tertidur dipelukanmu yang hangat.
Ibu,Aku dapat merasakan perasaanmu dari sini,
Perasaan sedihmu, bahagiamu, resahmu, amarahmu.
Tak sabar rasanya Aku berada disana untuk menemanimu disetiap harinya.
Ibu, Apakah kamu tahu, bahwa manusia tidak bisa memilih siapa anak maupun orang tua mereka. siapa pasangan mereka, karena itu sudah di takdirkan oleh Tuhan?!
Begitupun juga denga ndiriku.
Aku tidak pernah memilih untuk menjadi anakmu, tetapi Aku tahu bahwa sejak saat ada, Aku mencintaimu, menyayangimu dengan tulus

Ibu, walaupun engkau memilih untuk meniadakanku, menyakitiku, bahkan sebelum engkau melihat rupaku, Aku masih tetap menyayangimu dengan tulus.
Ibu, mungkin saat ini belum saatnya Aku ada dalam pelukanmu, menemani harimu dan menjagamu.
Ibu, jika Aku adalah bentuk sebuah dosamu, bentuk dari kesalahanmu, bentuk dari ketakutanmu, dan engkau menghukum diriku dengan cara seperti ini..menggugurkan Aku, yang bahkan tidak engkau coba untuk mempertahankannya. Lalu, Apakah harus mengutuk segala perbuatanmu yang membunuhku, bahkan disaat Aku belum pernah melihat apa itu dunia, disaat Aku mulai hidup dan berkembang di dalam dirimu.
Ibu, tidakkah engkau merasakan kesakitanku?
Tidakkah engkau merasakan sakitku?
Tidakkah engkau merasakan dukaku?
Tidakkah engkau mencintaiku?
Tidakkah engkau merasakan bahwa Aku masih berbentuk sebuah jiwa murni yang hanya inginkan hidup untuk menjadi anakmu??

Apakah Aku hanyalah sebuah kesalahan?
Apakah Aku hanyalah sebuah bentuk dari penyesalan?
Apakah Aku hanyalah bentuk dari ketakutanmu??
Apakah Aku hanyalah bentuk dari sebuah dosamu?? Ibu??


Note : Please stop illegal ABORTION !!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar