Betapa manusia membenci kesedihan, betapa manusia membenci kematian, bahkan terkadang mereka menantang kematian.
Manusia-manusia berjiwa kerdil pun kembali menatap jalang kematian. Mulut mereka tak hentinya merutuki kematian, berusaha melawan kematian, berusaha melawan waktu, berusaha melawan usia, dan mereka berusaha untuk menjadi abadi.
Sehingga mereka lupa, melupakan sesuatu hal..karena jiwanya yang kerdil, karena hatinya yang sempit dan otaknya yang gagal untuk mencerna bahwa kematian, waktu dan usia adalah sebuah berkah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar