Sabtu, 13 Juli 2013

Distorsi

Wanitaku, Aku merindukanmu.
Wanitaku, Aku memimpikanmu.
Wanitaku, Aku berdoa untukmu.
Wanitaku..wahai wanitaku.
Jika Kamu adalah mentari, maka Aku adalah sang hujan.
Jika saja Kamu adalah mentari..
Tak pernah ada aromamu dalam secangkir kopi yang selalu Aku hirup.
Yang ada hanya bayanganmu terapung dalam setiap rintik hujan.
Tak ada lagu cinta yang sesuai dengan dirimu,
karena Kamu adalah melodi itu sendiri.
Wanitaku..
Jika saja Aku lelaki, Aku akan pergi menggenggam erat tanganmu.
Jika saja Aku lelaki...mungkin dunia akan memahaminya.

**
Rida menatap Vina dari kejauhan. Sekelumat distorsi menggema dihatinya.
Yah, Vina sudah menemukan seseorang yang baru. Rida sudah tahu itu, Rida sudah sadar akan hal itu.
Mungkin semua ini lebih baik, saat Vina memutuskan menjalin hubungan dengan lelaki. Toh apapun yang terjadi diantara Rida dan Vina tak akan menjadi mungkin.
Namun sekali lagi, hati mengalahkan logika.
"Biarkan saja rasa ini tetap ada disini, tersimpan erat disini, tanpa ada orang yang tahu. Biarkan saja rasa ini tetap ada disini, hingga Aku lelah dalam rasa cinta yang tak mungkin.", Batin Rida.

Rida berlalu, memegang erat hatinya, memegang erat hatinya yang sepertinya terluka.
Dunia tidak akan paham, dunia tak akan pernah paham.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar