Kamis, 29 Agustus 2013

Pandemonium

Panas, terbakar..
Menggapai, berteriak..
Airmata, darah..

Api berkobar melecut tubuh-tubuh pendosa
Tak ada aroma hangus,
Tak ada Aroma terpanggang.

Jeritan membahana,
Tangan-tangan menggapai keluar
Seperti memohon,
Seperti mengemis.

Api berkobar melecut tubuh-tubuh pendosa.
Seperti hangus, nyaris tak berbentuk.
Tapi mereka tak kunjung mati.

Ampun..Ampun..
Tolong..tolong..
Tuhan..Tuhan..

Padahal dahulu mereka begitu angkuh.
Kepala mereka mendongak sombong,
menyusuri Tian di dunia,
menantang Tuhan.

Ampun Tuhan...
Tolong Tuhan..
Tuhannn...Tuhaaaannnn....

Jemari para pendosa menggapai,
seperti memohon, seperti mengemis,
diantara tubuh-tubuh yang tak kunjung mati.
Diantara lecutan api yang berkobar seperti sebuah tarian dosa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar