Selasa, 17 September 2013

The Sweetest Goodbye

Ayo kita berjalan sebentar saja,
hanya untuk menikmati malam,
sembari menenangkan hati yang seakan berdebar tidak menentu.
Menenangkan kegelisahan yang bergema dalam hati.

Ayo kita berjalan sebentar saja,
Tak usah kamu genggam erat jemariku,
Tak usah kamu berjalan berdampingan denganku,
walaupun Aku mengharapkan hal itu.

Ayo kita berjalan sebentar saja.
menikmati rembulan yang bersinar penuh,
Menyinari bumi malam ini,
Rembulan yang seakan melayang mengiringi langkah kita.

Ayo kita duduk disini sebentar saja,
hanya berdua.
Menikmati malam yang berlalu syahdu.
Diantara temaramnya sinar rembulan yang mengintip malu-malu.

Ayo kita duduk disini sebentar saja,
hanya kita berdua,
saling menatap satu dengan yang lain.
Seakan mencoba merenung akan kita berdua.

Ayo kita duduk disini,
hanya sebentar, hanya berdua.
Mencoba mengingat kembali semua alasan untuk mencintai,
untuk terus bersama.

Aku tersenyum, kamu pun menyambut senyumku.
Kita berdua bagaikan sebuah lukisan sepasang kekasih yang sedang jatuh cinta,
diantara sinar rembulan dan dua cangkir kopi,
romantis..syahdu.

Sebuah pelukan,
terasa seperti saat pertama cinta itu berbunga.
Aku dan kamu saling menatap,
tatapan dengan beribu makna.

"Terima Kasih..."
Hanya kata itu yang mampu terucap.
Dan kemudian kita berdua berlalu,
berjalan terpisah.
Tak ada lagi jemari yang dapat Aku genggam,
Tak ada lagi senyum yang dapat menghangatkan hatiku,
Tak ada lagi..kamu..
Dan hujan pun mulai turun,
seakan rembulan mengintip isi hatiku yang sepi.
sepi tanpa adanya dirimu lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar