Kamu?
Ku sebut dalam doaku.
Selalu?
Bahkan dalam diam maupun dalam keramaian.
Jatuh hati?
Entah bagaimana kamu menyebutnya.
Sampai?
Semampuku.
Mampu?
Menunggu waktu ( tidak dengan resah ) hanya dengan sabar.
Karena?
Ku ingin kamu bukan hanya kebetulan yang singgah sementara, bukan hanya kebetulan yang menjadi sebuah ketidak-mungkinan.
Rasa?
Kusebut saja bahwa hati bisa kamu genggam selamanya. Tanpa ada akhir walau dunia tidak lagi sama.
Kesempatan?
Tak ada kesempatan kedua, ku hanya ingin menjadi halal bagimu dan kamu menjadi halal bagiku.
Harap?
Dalam dunia setelah hidup itu kita masih bergandeng tangan dan saling jatuh hati.
Ah, omong kosong!
Senin, 03 Agustus 2015
Langit dan Bumi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar