Minggu, 02 Agustus 2015

I ( roni )

Trina sebenarnya masih ingat sewaktu kelaminnya disusupi berulang kali, waktu itu dia mendesah kenikmatan. Tapi saat beberapa bulan lelakinya mulai bosan dan meninggalkannya, Trina menangis, menjerit, berteriak bahwa kelaminnya disusupi secara paksa berbulan-bulan. Kelaminnya diperkosa berbulan-bulan.
Padahal sewaktu kelaminnya disusupi, ada asas konsensual diantara dia dan lelakinya. Padahal sewaktu kelaminnya disusupi berbulan-bulan, dia mendesah kenikmatan dan lupa akan dosa. Cinta katanya. Itu karena cinta katanya.

Lalu mengapa sekarang saat lelakinya bosan dan pergi meninggalkannya, Dia menangis menjerit, berteriak bahwa kelaminnya diperkosa berbulan-bulan. Dia bilang itu juga karena cinta dan tak bisa kehilangan.
Ah, ini bukan kisah tragis, tapi kebodohan, apa bisa disebut sebagai ironi?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar