"Butuh berapa waktu untuk menyembuhkan luka hatimu, sayang?
Butuh berapa waktu untuk menghilangkan mimpi burukmu?
Butuh berapa waktu untuk memupuskan ketakutanmu, sayang?
Butuh berapa waktu lagi?
Adakah yang lebih sabar dari aku?
Adakah yang lebih setia daripada aku?
Adakah yang lebih sudi untuk menunggu hingga kamu siap?
Adakah yang lebih mengerti daripada aku?
Setiap airmata yang jatuh, tanganku yang menghapusnya.
Setiap mimpi burukmu datang, aku yang ada untuk memelukmu.
Setiap pikiranmu mulai sibuk berlalu lalang, aku yang ada untuk menenangkanmu.
Setiap kata maafmu meluncur, aku selalu memaafkanmu.
lalu, adakah yang lebih dari aku?
Mungkin, aku dan kamu diciptakan hanya untuk selalu bersama.
Mungkin, aku dan kamu diciptakan hanya untuk sendiri.
Ku katakan, ikhlaskan saja sayang.
Ku katakan saja, lepaskan saja sayang.
Ku katakan, maafkan saja sayang."
Ku sentuh wajahnya yang pucat dibalik cermin dingin,
wajahku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar