Senin, 14 Oktober 2013

Wanita Pasar



Kulitnya berwarna coklat kemerahan akibat terbakar sinar mentari, keningnya basah oleh peluh, langkah kakinya melaju perlahan, otot-otot tangannya terlihat jelas diantara tangannya yang indah. Tangan yang seharusnya terhias dengan perhiasan serta pewarna kuku seperti wanita-wanita yang disebut feminis di luar sana.
Keranjang bambu yang besar terduduk manis diatas kepalanya. Terduduk manis bagaikan sebuah mahkota seorang ratu.
Kecantikan tetap terpancar di wajahnya. Kecantikan yang elok nan rupawan. Kecantikan murni seorang wanita, kecantikan yang sederhana, kecantikan yang tersirat diantara kekuatannya.
Mereka wanita, wanita dalam pasar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar