Selasa, 01 Oktober 2013

Wujud Baru yang Tidak Sempurna



Ada sebuah vas yang jatuh dan pecah disana.

“Beli saja yang baru.” Itu yang orang-orang katakan.

“Tidak, Vas ini bagus dan mahal.”, jawabmu.

“Mungkin dulu vas itu bagus, mungkin dulu vas itu mahal. Tetapi sekarang sudah terjatuh dan pecah, hancur. Tidak ada harganya.”

“Ini masih ada harganya, masih ada nilainya.”, ujarmu.

Kemudian, kamu mengumpulkan pecahan demi pecahan dari vas yang sudah hancur tersebut. Mengumpulkan serpihan-serpihan kecilnya. Sesekali pecahan tersebut menusuk dijemarimu, sesekali serpihannya melukai jemarimu hingga berdarah. Sesekali pecahan dan serpihannya menyakiti jemarimu, tetapi kamu tak kunjung menyerah.
Saat pecahan dan serpihannya terkumpul, kamu mencoba merangkainya kembali. Namun pecahan dan serpihan tidak dapat menyatu dengan sempurna, tak dapat kembali ke wujud semula. Menyerahkah kamu ?

Kemudian kamu berfikir,
‘Ah, kenapa tidak ku lebur saja ini, Aku lebur menjadi sebuah wujud yang baru, sehingga semua kembali utuh.’

Kamu kemudian membawa pecahan dan serpihan untuk dilebur, tetapi kamu tidak melihat bahwa ada beberapa serpihan kecil yang tertinggal dilantai. Serpihan-serpihan yang tidak terlihat, serpihan-serpihan kecil yang terlupakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar