Kamis, 12 Juni 2014

The Past

PEMUDA

Ada seorang pemuda. Seorang pemuda dengan masa lalu. Dia masih saja memeluk masa lalunya, dia masih saja hidup di masa lalunya. Hingga rasa takut melekat liat didalam hati dan pikirnya. Masa lalu mengikatnya kian erat tanpa dia sadari. Tidak dia pilah kesalahannya, tidak dia lihat jalan didepannya. Yang dia lihat hanyalah jalan di belakang yang sudah berlalu. Yang dia lihat hanyalah lembaran usang yang mengikatnya liat dengan ketakutan dan kecewa.

Ada seorang pemuda, seorang pemuda dengan masa lalu. Hatinya selalu dipenuhi dengan kegelisahan tak berujung, pikinya dipenuhi oleh kabut masa lalunya. Tidak dia terima masa lalunya, tidak dia sadari bahwa masa lalu masih saja dia peluk dengan erat. Hingga kini, saat dia tak lagi muda, tubuhnya menua, rambutnya mulai memutih, masa lalu masih saja dia peluk dengan erat dengan segala penyesalan dan kekecewaan yang tidak pernah dia lepas.

Rasa takut dan kecewa membenamkannya kedalam kelam, masa lalu membenamkan dia dalam kelam, kehilangan nyali karena satu kalimat yang terus terngiang di pikirnya, "Semua wanita itu sama."


WANITA

Ada seorang wanita. Seorang wanita dengan masa lalu. Terkadang dia menoleh ke belakang, hanya untuk menertawakan masa lalunya, betapa lugu dirinya saat itu. Terkadang dia menoleh ke belakang, karena dia tahu, masa lalu tidak dapat dirubah, dihapus ataupun dijalani kembali. Masa lalu tidak berani untuk menyentuhnya, karena dia telah menerima masa lalunya. Tak dia perbolehkan masa lalu menghimpitnya dalam hampa dan luka. Tak dia perbolehnya masa lalu untuk memeluknya kembali, karena masa lalu hanyalah masa lalu, dan itu yang menjadinya sekarang.

Ada seorang wanita, seorang wanita dengan masa lalu. Masa lalu yang membuatnya belajar dan tegar, masa lalu yang membuatnya tersenyum saat dia menoleh ke belakang, masa lalu yang tak bisa menghentikan dirinya dengan ketakutan omong kosong dan kekecewaan yang sudah dia lupakan. Masa lalu yang sudah dia lepaskan untuk jalan kedepan dengan mantap dan penuh senyum di bibirnya.


**

Semua manusia itu sama, pernah merasakan sedih, kecewa, dan luka. Lalu untuk apa manusia harus terus melangkah dibalik kabut masa lalu, memeluk erat masa lalu dengan ketakutan dan kekecewaan untuk melangkah kedepan ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar