Malam ini bulan purnama datang.
Malam ini malam pertama bulan purnama.
Sebuah satelit bumi yang melingkar bulat penuh,
bercahaya temaram menyinari bumi.
Malam ini bulan purnama datang.
Malam pertama bulan purnama.
Sinarnya lembut menyentuh bumi.
Sinarnya sedih, menyirami bumi.
Malam ini bulan purnama datang.
Malam pertama bulan purnama.
Berusaha untuk terus tetap tegar bersinar,
Diantara kobaran api yang melahap seisi desa.
Malam ini malam bulan purnama.
Riuhnya sirene dan lengkingan parau bagaikan melodi yang menyambutnya.
Wangi daging terbakar bagaikan parfum yang menyengat menyambut purnama.
Warna oranye, kemerahan disebuah desa bagaikan sebuah ritual persembahan untuk menyambutnya.
Malam ini malam bulan purnama.
Seorang gadis terduduk didepan kobaran api yang melahap desa.
Matanya menatap bulan purnama diatas sana.
Jemarinya yang kotor mencengkram sekotak korek api.
Tubuhnya yang lusuh terlihat mengejang, kemudian menangis.
Tungkai kakinya terlihat terikat dengan rantai besi.
"Kekasihku, kekasihku...", bibirnya tak henti mengumamkan kata itu.
"Kekasihku..kekasihku...", ujarnya pilu.
Malam ini bulan purnama datang.
Seorang gadis, Luna namanya.
Seisi desa berkata bahwa gadis itu gila karena teluh seorang pemuda.
Seorang gadis, Luna namanya.
Bibirnya terus saja menggumam,
"Kekasihku..kekasihku..Purnama.", gumamnya
dan kemudian Luna menari, diantara airmata dan kobaran api malam ini.
Malam ini bulan purnama datang,
Malam pertama bulan purnama,
Sinarnya sedih, menyirami bumi.
Diantara kobaran api yang melahap seisi desa.
Malam ini malam pertama bulan purnama.
Sebuah satelit bumi yang melingkar bulat penuh,
bercahaya temaram menyinari bumi.
Malam ini bulan purnama datang.
Malam pertama bulan purnama.
Sinarnya lembut menyentuh bumi.
Sinarnya sedih, menyirami bumi.
Malam ini bulan purnama datang.
Malam pertama bulan purnama.
Berusaha untuk terus tetap tegar bersinar,
Diantara kobaran api yang melahap seisi desa.
Malam ini malam bulan purnama.
Riuhnya sirene dan lengkingan parau bagaikan melodi yang menyambutnya.
Wangi daging terbakar bagaikan parfum yang menyengat menyambut purnama.
Warna oranye, kemerahan disebuah desa bagaikan sebuah ritual persembahan untuk menyambutnya.
Malam ini malam bulan purnama.
Seorang gadis terduduk didepan kobaran api yang melahap desa.
Matanya menatap bulan purnama diatas sana.
Jemarinya yang kotor mencengkram sekotak korek api.
Tubuhnya yang lusuh terlihat mengejang, kemudian menangis.
Tungkai kakinya terlihat terikat dengan rantai besi.
"Kekasihku, kekasihku...", bibirnya tak henti mengumamkan kata itu.
"Kekasihku..kekasihku...", ujarnya pilu.
Malam ini bulan purnama datang.
Seorang gadis, Luna namanya.
Seisi desa berkata bahwa gadis itu gila karena teluh seorang pemuda.
Seorang gadis, Luna namanya.
Bibirnya terus saja menggumam,
"Kekasihku..kekasihku..Purnama.", gumamnya
dan kemudian Luna menari, diantara airmata dan kobaran api malam ini.
Malam ini bulan purnama datang,
Malam pertama bulan purnama,
Sinarnya sedih, menyirami bumi.
Diantara kobaran api yang melahap seisi desa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar