Akhirnya aku terlepas dari deadline setan yang memaksaku
menyelesaikan buku2ku. Aku menatap langit dari jendela kamarku.
Menghembuskan nikotin yang memenuhi rongga mulutku..perlahan.
Kosong,
itu yang kurasakan. Aku sadar bahwa terlalu sering aku mengurung diri
dikamarku, keluar sesekali hanya untuk berbelanja dan membayar
tagihan2ku. Temanku hanya buku, computer dan rokok, mungkin Hendra,
editorku yang tampan dapat ku sebut teman karena dia sering
menghubungiku walaupun itu hanya untuk menanyakan kapan tulisanku
selesai.
Tempo hari bundaku menghubungiku, seperti biasa, dia
mengingatkan usiaku yang beranjak 32 tahun yang seharusnya sudah
memikirkan untuk menikah. Ahhh....jemu aku mendengarnya.
Ku
palingkan pandanganku ke rak buku yang tertata rapi. Buku-bukuku..selama
aku menulis dalam kegilaan yang membuahkan 4 buku best seller, belum
sempat aku membacanya kembali. Ku raih buku yg ku buat pertama kali, aku
tersenyum. Ini kisah tentang anak remaja yang tumbuh di keluarga
feodal, yang berhasil mewujudkan mimpinya untuk menjadi seorang penulis
walau ditentang keluarganya. Mungkin tak ada yang tahu, bahwa kisah ini
adalah tentang aku.
Aku tersenyum....mengingat masa kecilku dan perjuanganku untuk meraih cita2ku.
Ku
meletakkan bukuku kembali, aku tertegun menatap buku2ku. Seharusnya aku
bahagia, itu pikirku saat aku berhasil meraih mimpiku. Tapi mengapa
kini aku merasa kesepian, seakan ada rongga yang memenuhi hati dan
jiwaku. Ada yang kurang dalam hidupku, tapi aku tak mengerti apa itu.
Kuraih
buku terakhirku..buku yang berisi imajiku tentang kisah cinta. Klise
memang, karena bagiku cinta itu hanyalah permainan bodoh yang memuakkan.
Aku
melangkahkan kakiku menuju jendela dan duduk ditepinya. aku mulai
membaca perlahan demi perlahan. Aku begidik, sebentuk pertanyaan
menyeruak diotakku.. apakah cinta itu ??
Buku ini bagai imaji keji
yang tercipta karena permintaan penerbitku. Butuh lebih dr 1 tahun,
waktu yang aku habiskan untuk menyelesaikannya. Dan butuh waktu 89 hari
untuk mengumpulkan informasi tentang perasaan itu. Bodoh memang..tapi
penerbitku berkata bahwa cerita ttg cinta akan menjadi hal yg segar
untuk bukuku.
Kubuka lembar terakhir buku ini, hati ku menggeliat liat. Kisah ini indah..mendebarkan tapi semu.
Tak akan aku menyentuh cinta lagi.
Pikirku..
Katakan
saja aku bodoh, toh aku tak perduli. Aku hanya memegang janjiku untuk
seseorang yang bahkan mungkin sudah melupakan aku. Aku tetap tak
perduli.
Ku langkahkan kakiku menuju lemari usang yang tak pernah aku buka selama 6thn.
Baju..kemeja..scraft..ku sentuh perlahan..aku rindu..sangat merindukannya..sentuhannya..kecupannya..kata2 manisnya..belaiannya..
Arggghhh...aku banting daun pintu lemari usangku.
Semua hanya ada kenangan ttgnya..
Bukan cinta..hanya sayang yang tak bertepi.
Hanya ada dia..
Selalu dia..
Sayangku..
Ku tepis semua kenangan yang menggeliat sekarat diotakku.
Aku langkahkan kakiku menuju peraduanku.
Waktunya beristirahat..
Hilangkan semua penatku.
Dan aku pun terlelap.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar