Malam ini sang Ratu terbangun karena memimpikan cermin.
Cermin yang sengaja dia jauhkan dari hidupnya.
Cermin yang dulu ada menemaninya,
untuk berkaca, untuk bercerita.
Malam ini sang Ratu terbangun karena memimpikan cermin.
Ada perasaan aneh yang menggelitik di lubuk hatinya.
Rindukah ? atau sepikah ?
hanya karena cermin muncul di mimpinya ?
Malam ini sang Ratu memimpikan cermin.
Hatinya yang tenang, kini mulai beriak dan berbuih tanpa henti.
Suara cermin bagaikan menggema dalam otaknya.
"HENTIKAN !!! ", ujarnya kepada dirinya sendiri.
Cermin kini sudah mempunyai tuan yang baru, bukan ?
Ini yang baik, ini yang terbaik. Karena sang Ratu tidak merasa ada kebaikan di dalam dirinya.
Cermin memang harus pergi, cermin memang harus dengan tuan yang baru.
Karena sang Ratu tahu, cermin lebih baik tanpanya.
Sihir, penyihir..tak ada kebaikan dalam diri sang Ratu.
Keberadaannya hanya akan nanti menyesatkan cermin, begitu pikirnya.
Kemudian, untuk terakhir kalinya, sang Ratu bergumam,
"Cermin..cermin..siapakah yang paling cantik di negeri ini ?
Cermin..cermin..siapakah yang paling kamu cintai di negeri ini ? "
Tidak ada komentar:
Posting Komentar