Rembulan bersinar temaram dibalik awan kelabu. Aku terduduk sendiri menatap langit yang sedemikian luas. Andai jemariku mampu untuk menyentuh langit, mungkin awan kelabu nakal itu sudah Aku jauhkan dari rembulan malam ini.
Tetapi rupanya, begini pun rembulan tetap bersinar dengan mempesona, mempesona mataku dengan misterius. Bagaikan menyihir hatiku dengan sinarnya yang malu-malu dibalik awan kelabu.
Aku memainkan jemariku di udara, mencoba melukiskan melodi yang seketika melantun di pikirku.
Hallo Aku..
Seekor lebah yang menatap rembulan malam ini..
Seekor lebah yang memainkan sayapnya di udara..
Bagai menari malam ini..
Bagai menari menari malam ini..
Hallo Aku..
Terpesona di malam ini..
Membuat melodi jengah dalam malam yang kian larut..
Hallo Aku..
Hallo Aku..
Seekor lebah yang sedang menunggu..
Menunggu sang bunga untuk mekar..
menunggu sang bunga mekar untuk ku peluk.
Menunggu..
Menunggu..
dan menunggu..
Aku tersentak saat sinar lampu tersorot ke wajahku.
"Ah, Dia pulang..", gumamku.
Senyum mulai mengembang saat mataku menangkap sosoknya yang tegap.
Aku tahu dia pasti akan pulang,
Aku tahu dia pasti akan selalu pulang,
Disetiap hari, disetiap malam, disetiap rintik hujan, dia akan selalu pulang.
Karena itulah Aku selalu terjaga disetiap malam, untuk menyambut sosoknya.
Aku mengembangkan tanganku, memeluknya dengan erat.
"Selamat datang kembali sayangku.", ujarku mesra.
Kini sang lebah tak akan lagi sendiri..
Kini sang lebah tak lagi menari sendirian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar