Peluhku bercucuran..
Kutatap perutku yang membuncit..
'Ya ALLAH..kuatkan aku..!'
Pandanganku mulai mengabur karna peluh. Sayup-sayup ku
dengar suara derap langkah dan suara asing disekelilingku, dan aku pun jatuh
tertidur.
Pagi ini aku terbangun dengan sakit yang menyerang
punggungku. Dengan enggan aku beranjak dr tempat tidurku, membuka tirai dan
berjalan menuju dapur. Segelas susu dingin membasahi tenggorokanku yang kering.
Aku usap perutku yang membesar dan tersenyum.
'Sebentar lagi sayang'
Aku langkahkan kaki mungilku kembali kekamar. Kutelanjangi
diriku dan menatap tubuhku yang kian membesar dr balik cermin.
Indah..mempesona. Kemudian semua mengabur.
Aku terbangun oleh antiseptik yang menyeruak keseluruh
ruangan. Tubuhku menggeliat resah tapi terlalu lelah untuk beranjak. Akupun
tertidur kembali.
Aku tersenyum saat melihat hujan turun. Tetes hujan
membasahi jendela kaca kamarku. Aku tengadahkan wajahku dr balik jendela.
Biarkan hujan membasahi wajahku. Aku langkahkan kakiku menuju halaman. Aku
ingin bercengkrama dengan hujan. Berkah ALLAH saat ini. Dan aku mulai
menari..menari dibawah tetesan hujan yang membasahi gaun tidurku. Aku
tersenyum..bahagia..bahagia yang menyilaukan..hati dan hidupku.
Aku mengerang..berteriak..peluhku mengalir deras membasahi
pakaianku. 'Ya ALLAH..kuatkan aku..aku berserah padamu.'
Dan aku pun tak sadarkan diri.
Aku menunggu hingga kamu hadir sayang. Aku akan mencintai
dan melindungimu dengan segenap ragaku. Engkau adalah jiwaku, engkau adalah
cintaku. Dan engkau adalah keajaiban.'
Senyumku mengembang..ku tatap perutku yang membesar. Ku
belai lembut dan airmataku mengalir. Ini bukan air mata kesedihan..inilah
airmata kebahagiaan.
Aku bersyukur, walaupun keputusanku ditentang keluargaku.
Walaupun ternyata cintaku memilih cinta lain. Aku tak menyesal..karena aku tau
penyesalan tidak akan merubah apapun.
Dan sekarang disinilah aku, menikmati bunga2 yg bermekaran,
menikmati karunia TUHAN, dan aku merasakan kebahagian yang tak pernah
terbayangkan sebelumnya. Aku baringkan tubuhku diatas karpet lembut dan
kupejamkan mataku perlahan.
Aku terbangun dengan rasa sakit diseluruh tubuhku. Ingin
rasanya menangis dan berteriak, tapi mulutku seakan terkunci. Hanya erangan
pilu yang sanggup keluar dr mulutku. Aku menatap sekeliling, ruangan yang
asing. Aku gerakan kepalaku perlahan, Yang dapat aku lihat hanyalah ujung
kakiku yang mungil menyembul dari balik selimut.
Perutku tak lagi membesar dan aku mulai menangis..bingung.
Terlihat beberapa bidadari dari seberang ruangan
menghampiriku. Beberapa diantaranya menyentuhku dengan hati2 dan memberiku
segelas air. Kemudian mereka tersenyum, membantuku duduk diatas ranjangku.
Bidadari2 itu meletakkan sosok mungil kepangkuanku. Airmataku mengalir deras.
Jari-jari mungil menyentuh daguku, mengusap air mataku dan tersenyum, seakan
berkata 'janganlah menangis lagi'.
'Ya ALLAH..malaikat kecilku telah hadir. Dan aku bersyukur
padaMu.'
Ku dekap malaikat kecilku, kukecup perlahan. Kini
kebahagiaanku terwujud nyata dalam pangkuanku.
Terdengar isak tangis disebelahku. Kutengadahkan kepalaku
menatap sosok yang kurindukan dan aku berujar
"Ibu..kini anakmu telah menjadi seorang
Ibu"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar