Kamis, 09 Februari 2012

Anugerahku

Kukerjapkan mataku..
Peluhku bercucuran..
Kutatap perutku yang membuncit..
'Ya ALLAH..kuatkan aku..!'
Pandanganku mulai mengabur karna peluh. Sayup-sayup ku dengar suara derap langkah dan suara asing disekelilingku, dan aku pun jatuh tertidur.

Pagi ini aku terbangun dengan sakit yang menyerang punggungku. Dengan enggan aku beranjak dr tempat tidurku, membuka tirai dan berjalan menuju dapur. Segelas susu dingin membasahi tenggorokanku yang kering. Aku usap perutku yang membesar dan tersenyum.
'Sebentar lagi sayang'
Aku langkahkan kaki mungilku kembali kekamar. Kutelanjangi diriku dan menatap tubuhku yang kian membesar dr balik cermin. Indah..mempesona. Kemudian semua mengabur.

Aku terbangun oleh antiseptik yang menyeruak keseluruh ruangan. Tubuhku menggeliat resah tapi terlalu lelah untuk beranjak. Akupun tertidur kembali.

Aku tersenyum saat melihat hujan turun. Tetes hujan membasahi jendela kaca kamarku. Aku tengadahkan wajahku dr balik jendela. Biarkan hujan membasahi wajahku. Aku langkahkan kakiku menuju halaman. Aku ingin bercengkrama dengan hujan. Berkah ALLAH saat ini. Dan aku mulai menari..menari dibawah tetesan hujan yang membasahi gaun tidurku. Aku tersenyum..bahagia..bahagia yang menyilaukan..hati dan hidupku.

Aku mengerang..berteriak..peluhku mengalir deras membasahi pakaianku. 'Ya ALLAH..kuatkan aku..aku berserah padamu.'
Dan aku pun tak sadarkan diri.
Aku menunggu hingga kamu hadir sayang. Aku akan mencintai dan melindungimu dengan segenap ragaku. Engkau adalah jiwaku, engkau adalah cintaku. Dan engkau adalah keajaiban.'
Senyumku mengembang..ku tatap perutku yang membesar. Ku belai lembut dan airmataku mengalir. Ini bukan air mata kesedihan..inilah airmata kebahagiaan.
Aku bersyukur, walaupun keputusanku ditentang keluargaku. Walaupun ternyata cintaku memilih cinta lain. Aku tak menyesal..karena aku tau penyesalan tidak akan merubah apapun.
Dan sekarang disinilah aku, menikmati bunga2 yg bermekaran, menikmati karunia TUHAN, dan aku merasakan kebahagian yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Aku baringkan tubuhku diatas karpet lembut dan kupejamkan mataku perlahan.

Aku terbangun dengan rasa sakit diseluruh tubuhku. Ingin rasanya menangis dan berteriak, tapi mulutku seakan terkunci. Hanya erangan pilu yang sanggup keluar dr mulutku. Aku menatap sekeliling, ruangan yang asing. Aku gerakan kepalaku perlahan, Yang dapat aku lihat hanyalah ujung kakiku yang mungil menyembul dari balik selimut.
Perutku tak lagi membesar dan aku mulai menangis..bingung.
Terlihat beberapa bidadari dari seberang ruangan menghampiriku. Beberapa diantaranya menyentuhku dengan hati2 dan memberiku segelas air. Kemudian mereka tersenyum, membantuku duduk diatas ranjangku. Bidadari2 itu meletakkan sosok mungil kepangkuanku. Airmataku mengalir deras. Jari-jari mungil menyentuh daguku, mengusap air mataku dan tersenyum, seakan berkata 'janganlah menangis lagi'.
'Ya ALLAH..malaikat kecilku telah hadir. Dan aku bersyukur padaMu.'
Ku dekap malaikat kecilku, kukecup perlahan. Kini kebahagiaanku terwujud nyata dalam pangkuanku.
Terdengar isak tangis disebelahku. Kutengadahkan kepalaku menatap sosok yang kurindukan dan aku berujar
"Ibu..kini anakmu telah menjadi seorang Ibu"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar