Kamis, 09 Februari 2012

Ilusi


Banyak orang mengatakan aku tidak waras.
Mungkin saja mereka benar, tetapi bukankan Dunia ini memang tidak waras ?
Coba kalian tengok disana..
Politisi berkoar mengumbar janji keparat..
Aparat keparat menorehkan najis pada Kata sakti yang bernama HUKUM..
Orang2 Tua yang Congkak berdiri mengagungkan Prioritas..
Orang2 Muda yang Jahanam berfoya2 dalam kangkangan nafsu..
Pelacur2 mendayu menjijikkan..
Orang2 yang berlindung dalam Agama dan menyajikan Kebenaran yang Penuh kebusukan..
Dan entah apalah itu..
Waraskah Mereka ?

Mungkin Aku memang tidak waras.
Aku dengan jiwaku yang bebas, bersenda gurau dengan imajiku yang luar biasa. Toh aku cukup menikmati hidupku dengan sinar dan gelap yang tersaji membaur dalam hidupku.
Aku beserta bagian dari setiap serpihan kenangan yang terangkai dalam balutan kasat mata yang bernama takdir.

Dulu banyak hal bisa ku nikmati dengan gelak tawa. Saat2 Aku menyayat sesosok tubuh tanpa daya, cih..hanya Anjing kampung yang penuh kudis yang mencuri pengananku sore itu.
Atau saat aku menikamkan belatiku ke tubuh telanjang yang ku nikmati, cih..itu hanyalah pelacur murahan yang menolak untuk ku senggamai karna rupaku yang buruk.
Atau juga saat aku memotong2 tubuh pria muda yang mencoba menyetubuhi aku. Homoseksual Keparat !
Tapi toh, semua aku nikmati dengan Perasaan yang Menggebu kian hebat.
Aku dengan belatiku..aku dengan belatiku..tak terpisahkan..

Banyak orang meremehkan aku, seakan Aku hanyalah makhluk najis rendahan yang tak berpendidikan.
Hey..jangan salah Bung !
Aku lulusan terbaik dari Universitas Negeri di Jakarta ini. Dosen2 mengelu-elukan Aku, para Dokter yang lainpun Mengagumi Aku. Membuatku kian Angkuh karena Otakku yang cemerlang. Dalam usiaku yang masih muda, Aku mendapat gelar Doktor. Begitu hebatnya Aku.
Sayangnya semua Pujian itu berubah saat mereka mengetahui kegemaranku, kegemaran yang tak bisa aku hilangkan, kegemaran yang bagaikan candu yang merasuk ke otak, tubuh dan hatiku, kegemaranku bersama belatiku, kegemaranku memotong makhluk hidup.

Manusia itu memang makhluk bangsat, saat Aku berada diatas, mereka mengelu-elukan aku, tapi saat aku terjatuh dalam kubangan Tai, mereka seakan menganggap Aku nista. Padahal mereka juga tak suci. Bajingan2 itu sama nistanya denganku.
Cih..muak aku melihat mereka. Makhluk2 yang mengagungkan kemunafikan. Menjijikkan.
Sekarang Aku teronggok sepi dalam ranjang keparat ini. Tanganku terikaT erat dalam balutan kain keparat yang berbau busuk.

Aku pejamkan mataku..mencoba berbincang dengan IBLIS. Toh percuma Aku mencoba berbincang dengan TUHAN. Tak pernah TUHAN menjawab panggilanku. APA TUHAN ITU TULI ?

"Hey IBLIS ? Kau makhluk jahat yang tercela, Selalu saja menggodaku dengan angin surga keparat yang ternyata menjerumuskanku. Bodohnya Aku selalu terbuai oleh tipu daya jahanammu."

Kemudian sang IBLIS mendekatiku, "Hey, Engkau Manusia. Engkau hanyalah makhluk rendah yang ditinggikan oleh TUHAN. Engkau menghinaku sedemikian rupa yang bahkan tanpa engkau sadari itu berupa pujian untukku."

Aku terkekeh masam, kutatap wajah IBLIS dan berkata, "Hey IBLIS, Mengapa Kau tak pernah berhenti menggodaku ? Saat Aku ingin menghentikan, kau membuaiku dalam kenikmatan yang tak terperih."

Sang IBLIS tertawa terbahak, "Dasar Makhluk bodoh, menggoda kalian adalah tugasku dari TUHAN untuk kalian. Aku hanya menawarkan, memberi bisikan, tapi Aku tak pernah melakukan hal yang Engkau lakukan."

"Tapi kau memberiku janji yang sulit untuk Aku tolak wahai IBLIS"

"Itulah bodohnya Kalian wahai Manusia, Aku hanya memberi janji, tetapi kalian yang melaksanakan. Lalu mengapa kini Engkau menyalahkan Aku atas apa yang kalian perbuat ? Bukankah TUHAN juga memberikan pilihan, dan Aku juga memberikan pilihan. Semua tergantung keputusan kalian, wahai Manusia, melakukan atau tidak melakukan. TUHAN selalu menjawab doa kalian, hanya saja kalian terlalu buta, terlalu angkuh dan terlalu tuli untuk melihat dan mendengar. Hahaha..Manusia, makhluk yang di Agungkan TUHAN, ternyata hanya makhluk2 bodoh yang gemar melimpahkan kesalahan kepada yang lain."

Dan kemudian Sang IBLIS pun berlalu, meninggalkan Aku dalam sebuah tanda tanya besar.
Mungkin Aku memang tidak waras, tetapi apakah kalian juga begitu ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar