Jumat, 10 Februari 2012

Hello my beautiful nightmare...

Aku berlari..berlari..dan berlari..
Tetapi seakan tempat ini tak ada jalan keluar.
Tak ada cahaya..
Tak terlihat setapak..
Yang ada hanya gelap.
Aku merasakan telapak kakiku yang basah..
Sepertinya bukan keringat.
karena bau amis manis menyengat di cuping hidungku.
Aku jatuh terjembab diatas lantai yang tak terlihat.
Aku menyeka cairan yang merembes dari dagu ku.
Aku mencoba melihat tanganku yang basah. Tapi hanya gelap yang ada.
Aku jilat perlahan tanganku..rasa manis..amis menyeruak dalam mulutku.
Ini darah..rasa darah.
Aku mencoba menenangkan diriku yang mulai kelelahan dan mencoba mengingat mengapa aku berlari.
Aku tercekat saat melihat tangan-tangan putih dan wajah-wajah putih, muncul satu persatu dari kegelapan.
Itu mereka..
Aku berlari dari mereka.
Dengan sisa tenagaku, aku bangkit dan kembali berlari.
Tapi, kakiku terkilir, membuatku jatuh terjembab.
mereka menghampiriku..
Aku melawan..
Aku menepis tangan2 ini..
Tetapi tangan2 ini menarikku sedemikian kuat..
Menjambak rambutku yang tergerai..
Mencekikku dengan kuat..
Melukai tubuhku perlahan demi perlahan..
Menjamahku dengan kasar..
aku menjerit..meronta dan melawan sekuat tenagaku.
Tetapi mereka terlalu banyak..dan semakin banyak..
Rasa muak menjalar diperutku..saat aku melihat sesosok berdiri disana..dan tersenyum kearahku.
Airmatakupun mengalir deras..
Aku..benci mereka..
Aku benci dia..
Karena dia salah satu dari mereka.
Aku terus menjerit..
Entah darimana datangnya belati yang tergenggam ditanganku..
Aku menghunuskan belati itu membabi-buta..
Tiba2 Mereka menjauh..
Dan tersenyum keji menatapku.
aku terdiam..
Menatap belati yang mulai bersinar..
Aku rasakan ada yang merembes dari leherku..
Aku menatap mereka..
Aku..
Aku tak akan pernah bisa melenyapkan mereka..
Aku berlari..
Mereka mengejar..
Saat aku melawan..
tetap aku yang tenggelam kalah.
Rasa nyeri membungkus tubuhku..
Dan aku mengerang tanpa suara..
Sakit..
Sakit..
Sakit..
Seperti inikah rasanya kematian??
Airmataku menetes deras kearah bibirku..
Aku tau..ini airmata darah.

Aku terengah dan terbangun dari ranjangku. Peluhku membasahi tubuh dan pakaianku.
mimpi buruk..
Selalu saja mimpi yang sama..
Aku membasuh peluhku dan mengusap cuping hidungku yang terasa basah.
Aku merasakan darah mengalir dari hidungku.
Aku menghela nafas.
Saat aku berlari ataupun menghadapi mereka..
Aku tetap tak akan bisa menang..
Rasa takut membuncah..
Kenapa semua ini tak dapat berhenti??
aku seperti hidup di awang2..
Tak seperti hidup..
Tapi tak juga seperti mati.
Kenapa tak ENGKAU ambil saja nyawaku TUHAN.
Aku menatap cutter yang terletak di atas meja belajarku.
Aku raih dan kemudian aku menyayatnya ke nadiku..
Bukan sekali..
Tetapi berkali-kali..
Aku benci tubuh ini..
Aku benci diri ini..
Aku benci mereka..
Darah merembes dari pergelangan tanganku dengan derasnya..
Dan aku berteriak kencang..

Aku terlonjak dari ranjangku, ah...sial...
Mimpi dari aku yang tertidur dalam mimpi..
Peluhku bercucuran dengan derasnya..
Membasahi pakaian dan tubuhku..
Aku menghela nafas Perlahan..
ah..sudahlah..biarkan aku tak bisa mengalahkan mimpi burukku ini..
Toh...ini semua hanya mimpi..hanya bunga tidur..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar